London - Chelsea kembali ke jalur
kemenangan. Menjamu Blackburn Rovers dalam lanjutan Liga
Inggris, The Blues unggul 1-0 lewat gol semata wayang yang
dilesakkan Joe Cole.
Inilah kemenangan kedua secara beruntun yang diraih Chelsea
setelah pekan sebelumnya ditundukkan Arsenal di Premiership.
Midweek lalu Frank Lampard cs juga menang atas Liverpool di
Piala Liga Inggris.
Tambahan tiga poin tak mengubah posisi Chelsea di posisi tiga
klasemen dengan total angka 37, terpaut enam angka dari Arsenal
yang kemarin menang 2-1 atas Tottenham Hotspur. Sementara
Blackburn tertahan di posisi sembilan dengan poin 26.
Menjalani laga tandang di Stamford Bridge, Senin (24/12/2007)
dinihari WIB, Blackburn justru mengawali pertandingan dengan
sangat baik. Di luar dugaan mereka mampu membuat lini belakang
Chelsea kelabakan dan memaksa Petr Cech berjibaku mengamankan
jalanya.
Blackburn sudah menggebrak saat pertandingan baru berjalan
semenit. Adalah Cech yang menghindarkan Chelsea dari kebobolan
di awal laga setelah dia memotong bola umpan David Bentley yang
mengarah ke Roque Santa Cruz.
Ancaman berikutnya yang datang ke gawang Chelsea datang dari
Bentley. Setelah sepakkannya dari sisi luar kotak penalti masih
melayang di atas mistar, usaha kedua gelandang muda Inggris itu
juga tak membuahkan hasil karena kali ini mistar gawang jadi
penghalang.
Setelah Michael Essien dan Andriy Shevchenko membuang peluang
yang mereka miliki, The Blues akhinya mampu mengungguli tamunya
lewat Joe Cole. Dari serangan balik, Essien mengirim umpan
terobosan yang membelah lini pertahanan Blackburn, sepakan Cole
setelah sempat memperdaya Stephen Warnock tak kuasa dihalau Brad
Friedel.
Cech kembali menjadi pahlawan Chelsea di menit 32, saat
dengan cekatan dia menepis sepakan jarak dekat Steven Reid. Di
sisi gawang yang lain Friedel juga tampil cukup baik, kiper
Amerika Serikat itu dengan gemilang menepis sepakan Frank
Lampard dari luar kotak penalti.
Jelang berakhirnya babak pertama, tim tamu kembali
mengkreasikan beberapa peluang. Tapi gol penyama tak juga datang
karena sepakan Santa Cruz masih melebar tipis dari sasaran, hal
serupa dialami Tugay Kerimoglu dengan tendangan jarak jauhnya.
Duapuluh menit babak kedua berjalan, bencana mendatangi
Chelsea, bukan karena gol tercipta ke gawang mereka tapi cedera
yang dialami Petr Cech. Avram Grant pun memasukkan Henrique
Hilario sebagai pengganti.
Hilario membayar kepercayaan yang diberikan padanya dengan
sangat baik, kiper Portugal itu melakukan penyelamatan gemilang
saat mengantisipasi tandukan Santa Cruz. Peluang terakhir
Chelsea datang dari tandukan Ricardo Carvalho, tapi bola yang
mengarah ke gawang justru terhenti setelah menyentuh badan Cole
dan kemudian bisa diamankan dengan baik oleh Friedel.
Sementara usaha Lampard menggandakan keunggulan tuan rumah
dengan tendangan jarak jauhnya juga terhalang aksi cemerlang
Friedel, hasil serupa didapat Salomon Kalou saat mencoba
memaksimalkan umpan tendangan sudut Lampard. Skor 1-0 tak
berubah meski wasit memberi tambahan waktu enam menit di masa
injury time.
Susunan Pemain:
Petr Cech (Hilario '64), Alex, Ricardo Carvalho, Ashley Cole,
Paulo Ferreira, Joe Cole (Pizarro '81), Michael Essien, Frank
Lampard, John Mikel Obi, Salomon Kalou, Andriy Shevchenko
(Wright Philips '64)
Blackburn: Brad Friedel, Zurab Khizanishvili, Ryan Nelsen,
Stephen Warnock, David Bentley, David Dunn, Brett Emerton, Tugay
Kerimoglu (J Roberts '73), Morten Gamst Pedersen, Steven Reid,
Roque Santa Cruz
London,-
Warga kota London kini memiliki stadion baru yang dibangun
dengan biaya sekitar Rp 13,5 triliun. Apa yang istimewa dari
stadion yang oleh David Beckham dinobatkan sebagai yang terbaik
di dunia itu?
Catatan NURANI SUSILO, London
KERETA api bawah tanah jalur Jubilee Line ke arah kawasan
Wembley Park di London utara pagi itu lebih sesak dibanding hari
biasanya. Semua kursi penumpang terisi. Tidak ada tempat kosong.
Hampir semua penumpang di kereta adalah pendukung tim nasional
Inggris di bawah usia 21 tahun yang hari itu menjamu tim
nasional Italia. Ini adalah pertandingan sepak bola pertama yang
digelar di Stadion Wembley yang baru. Mereka seperti ingin
menjadi saksi sejarah.
Ketika masinis mengumumkan kereta segera tiba di Wembley Park,
penumpang langsung bersorak. “Come on, England,” kata mereka.
Come on England adalah sorakan khas pendukung timnas Inggris
yang kira-kira berarti “Ayo Inggris.” Mereka seperti tidak sabar
menginjakkan kaki di stadion.
Kemegahan Stadion Wembley ini langsung terasa begitu keluar dari
stasiun. Pontianak Post bersama puluhan ribu pendukung Inggris
bisa menyaksikan dinding stadion dan tulisan Wembey Stadium dari
ujung Olympic Way, jalan sepanjang kira-kira satu setengah
kilometer yang menghubungan stasiun kereta api bawah tanah dan
stadion.
Ikon stadion baru adalah konstruksi lengkung sepanjang 315 meter
dengan tinggi maksimum 133 meter. Ini menggantikan menara kembar
yang menjadi ciri khas Stadion Wembley lama.
“Setelah molor beberapa kali, akhirnya Stadion Wembley bisa
dibuka dan dipakai untuk menggelar pertandingan,” kata Jane,
wanita muda berkaos Inggris tepat di luar stadion. “Setelah
menyaksikan sendiri, saya sekarang bisa maklum jika untuk
membangun stadion ini butuh waktu lima tahun,” ujar Peter,
pasangan Jane.
Komentar senada disampaikan hampir semua yang menyaksikan
stadion baru ini. Bahwa Wembley sekarang jauh lebih bagus dan
lebih megah dibanding Wembley lama. Orang seakan melupakan
berbagai kontroversi dan gangguan pembangunan stadion yang
memakan biaya sekitar Rp 13,5 triliun rupiah itu. Stadion ini
awalnya dijadwalkan dibuka pada 13 Mei 2006. Namun, akibat
persoalan keuangan, gangguan proyek, dan gugatan hukum antara
kontraktor dan subkontraktor membuat penyelesaian pembangunan
stadion ini molor hingga 10 bulan.
Stadion Wembley yang baru ini berkapasitas 90 ribu penonton,
lebih kecil dari daya muat maksimum stadion lama yang ditutup
pada 2000 dan diratakan dengan tanah pada 2002. Kapasitas
maksimum stadion lama adalah 125 ribu orang dan dilaporkan
pernah terisi hingga 240 ribu orang ketika menggelar
pertandingan pertama, yakni babak final Piala FA pada 1923
antara Bolton melawan West Ham United.
Dengan jumlah penonton maksimal “hanya” 90 ribu orang, tempat
duduk di stadion baru menjadi lebih luas dan yang lebih penting
lagi penonton merasa dekat dengan lapangan. “Orang-orang bisa
menonton dengan lebih nyaman dan mata bisa memandang ke segala
arah tanpa terhalan penonton lain,” kata Gavin Brown, wartawan
koran gratis Metro.
Salah satu keluhan terhadap stadion lama adalah lapangan terasa
jauh dari kursi penonton. Ini karena di stadion lama lapangan
dan tribun penonton dipisahkan dengan lintasan lomba yang biasa
dipakai lomba lari.
Kenyamanan memang segala-galanya. Sama seperti stadion modern
lain, semua penonton mendapat tempat duduk. Untuk penonton
kebanyakan, mereka disediakan kursi plastik warna merah.
Sementara untuk kelas corporate --dengan tiket yang lebih
mahal-- mendapatkan kursi dengan bantalan busa yang lebih empuk.
Untuk kelas corporate ini, pengelola hanya menyediakan 17 ribu
kursi saja.
Untuk urusan buang air, misalnya, pengelola menyediakan 2.618
toilet, sehingga Wembley tercatat sebagai stadion dengan jumlah
kamar kecil terbanyak di dunia. Padahal, Stadion Wembley lama
hanya memiliki 361 toilet. Jumlah toilet yang lebih banyak ini,
antara lain, untuk memangkas antrean panjang. Terutama setelah
pertandingan musim dingin.
Jumlah kios makanan juga lebih banyak. Bila stadion lama hanya
memiliki 152 kios, kini stadion baru punya 688 buah. Kios-kios
itu menjual kentang goreng, burger, hot dog, minuman ringan, dan
aneka kue.
Pemain juga dimanjakan. Atap stadion bisa diatur yang
menyebabkan panitia pertandingan bisa menentukan seberapa banyak
sinar matahari masuk ke lapangan. Atap yang fleksibel ini juga
sekaligus berfungsi untuk menentukan dan mengatur ventilasi
udara. Stadion baru memanfaatkan sistem drainase berteknologi
tinggi dan sistem pemanasan bawah tanah, sehingga rumput di
Wembley selalu dalam kondisi ideal untuk pertandingan sepak
bola.
Kemewahan dan kenyamanan ini membuat beberapa pemain sepakbola
terkenal melempar pujian. “Saya yakin semua orang di Inggris
pasti ingin menonton atau bermain di stadion ini. Saya sendiri
sudah tidak sabar,” ujar Michael Owen, penyerang Inggris yang
kini tengah dalam proses pemulihan dari cidera. Komentar senada
juga diberikan mantan kapten tim nasional David Beckham. “Setiap
bocah di Inggris bermimpi bermain di stadion ini. Bagi saya ini
adalah stadion terbaik di dunia.”
Banhyaknya pujian ini membuat federasi sepakbola Inggris, FA,
merasa lega. PSSI-nya Inggris ini membuka pintu stadion ini
untuk kali pertama pada 17 Maret lalu. Pada hari itu, FA memberi
kesempatan 35 ribu warga di sekitar stadion untuk merasakan
stadion baru tersebut. Ini adalah bagian dari kegiatan untuk
mendapatkan sertifikat bahwa Wembley layak pakai.
Tepat seminggu kemudian FA menggelar pertandingan resmi pertama
antara timnas Inggris di bawah usia 21 tahun melawan Italia. FA
memang sengaja hanya menjual 60 ribu kursi. Tiket pertandingan
juga dijual murah, yakni setara Rp 170 ribu saja sementara
rata-rata tiket untuk Liga Primer sekitar Rp 450 ribu. Tidak
heran bila tiket Inggris-Italia ini langsung ludes terjual.
Namun untuk tiket pertandingan lain tentu tidak semurah ini.
Belum jelas harga tiket untuk pertandingan babak final Piala FA
Mei nanti. Namun, bagi mereka yang ingin menyaksikan semua
pertandingan penting di Wembley, mulai dari pertandingan timnas
Inggris senior hingga pertandingan pembuka Liga Primer Inggris,
yang biasa disebut Community Shield, pengelola stadion mematok
harga satu tiket terusan hingga Rp 125 juta per tahun.
Selintas harga ini sangat mahal. Namun, bagi warga Inggris yang
gila bola, tiket tahunan ini diburu. Bahkan, untuk beberapa
kategori saat ini pengelola telah menutup pendaftaran.
Pelatih Liverpool, Rafael Benitez meyakini penampilan terbaik dari The Reds dan striker haus gol Fernando Torres akan segera datang.more..




















