Skip navigation

Sebab-sebab Peristiwa Hijrah ke Habasyah

kata hijrahهِجْرَة) berasal dari akar kata hajaraهَجَر) yang berarti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan, yakni memutuskan hubungan antara dirinya dengan pihak lain, atau panas menyengat, yang memaksa pekerja meninggalkan pekerjaannya. Dalam pengertian syar'iy, hijrah berarti,"perpindahan Rasulullah Saw. bersama sahabat-sahabatnya dari Makkah menuju Madinah, kira-kira tahun ke-13 dari kenabiannya" yang dari peristiwa ini ditetapkan sebagai awal mula tahun Hijriyah. Makna hijrah adalah perpindahan atau perubahan dari keadaan buruk menuju keadaan yang lebih baik, baik secara fisik maupun spiritual, yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan mencapai kebaikan.

Selanjutnya dalam perkembangan Islam, keadaan kaum muslimin di Makkah yang semakin menyedihkan. Mereka disiksa dan dianiaya oleh kaum kafir Quraisy. Penderitaan kaum muslimin membuat Rasulullah Saw. merasa sedih. Kekerasan yang dilakukan kaum kafir Quraisy makin meningkat. Beliaupun menyadari bahwa Makkah bukan lagi menjadi yang baik untuk mendakwahkan agama Islam. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw. menganjurkan kaum muslim baik perempuan maupun laki-laki untuk hijrah ke negeri Habasyah.

selain hal di atas, berikut sebab-sebab para sahabat Nabi Muhammad Saw, Hijrah ke Habasyah:

1. Rajanya Adil dan Bijaksana.

Raja Najasyi terkenal dengan keadilan dan kebijaksanaannya dalam memimpin, meskipun ia bukan penganut islam melainkan beragama kristen yang taat. 

2. Habasyah negeri yang dapat dijangkau dengan kapal.

Gambar Jalur
https://www.google.com/maps/@12.887558,36.5629975,6z?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDkyNC4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D

Negeri Habasyah yang sekarang menjadi Ethiopia berdekatan dengan Laut Merah, sehingga untuk menuju ke sana harus menggunakan kapal. Hal ini dapat menghambat pengejaran kaum kafir Quraisy kepada kaum muslimin yang berangkat hijrah ke Habasyah.

3. Siksaan kaum kafir Quraisy yang terus meningkat.

Siksaan yang ditimpakan kaum kafir Quraisy makin menjadi-jadi dan dapat mengganggu akidah umat Islam. Mereka sangat menderita terutama kaum muslimin yang tergolong lemah secara  ekonomi, sehingga Nabi Muhammad Saw. memerintahkan sebagian sahabatnya untuk berhijrah. 

Sejak dakwah Rasulullah dan kelompoknya memasuki fase terbuka di tahun keempat kenabian, cukup banyak penduduk Makkah yang tertarik masuk islam. Namun sejalan dengan itu, hambatan dan gangguan dari para pemuka Quraisy pun makin keras dan kejam. Terutama dialami oleh mereka yang bukan berasal dari suku Quraisy dan tak memiliki pelindungan.

Dikisahkan dalam Sirah Ibnu Ishaq, "Setelah Rasulullah Saw. Melihat apa yang menimpa para sahabatnya dari siksaan, sementara beliau mendapat perlindungan yang cukup dari Allah Swt., kemudian juga dari pamannya Abu Thalib, dan beliau merasa tidak mampu memberikan perlindungan kepada mereka. Pada saat itulah beliau berkata kepada mereka, "Seandainya kalian pergi ke negeri Habasyah karena negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang tidak satu pun dari rakyatnya yang terzalimi dan bumi itu adalah bumi yang aman. Tinggallah kalian di sana hingga Allah Swt. memberikan jalan keluar kepada kalian dari apa yang menimpa kalian."

Adapun sahabat nabi yang mendapatkan siksaan diantaranya:  Keluarga Yasir (https://almanhaj.or.id/1568-kafir-quraisy-teror-kaum-muslimin-yang-lemah.html), Bilal bin Rabbah, Utsman bin Affan (https://kalam.sindonews.com/read/985259/70/deretan-sahabat-nabi-yang-mendapat-siksaan-keras-dari-kaum-musyrik-quraisy-1672642865), dll

4. Yaman dan Syam masih dikuasai orang kafir.

Rasulullah Saw. tidak memilih Yaman karena daerah tersebut masih memiliki kerja sama dengan Kerajaan Persia yang memusuhi beliau (https://hidayatullah.com/spesial/hidcompedia/2023/06/23/253632/surat-nabi-dan-robeknya-kekuasaan-raja-kisra.html). Rajanya bernama Kisra (https://id.wikipedia.org/wiki/Khosrau_II). Rasulullah Saw. juga tidak memilih Syam karena masih terikat kerja sama dengan suku Quraisy. 

Kisah runtuhnya Istana Raja Kisra pada link berikut: https://kalam.sindonews.com/read/618891/70/14-puncak-istana-roboh-mimpi-buruk-raja-kisra-saat-nabi-muhammad-lahir-1638659527 

5. Supaya kaum muslimin dapat menjalankan agama islam dengan tenang

setelah menghindari lingkungan yang buruk, Rasulullah Saw. berharap para sahabat dapat beribadah dengan tenang dan bebas mengajarkan islam di sana.

© Rizqon Jazilan MIN 2 Batang

Made with eXeLearning (New Window)