|
Pengembangan
Industri Pariwisata Di Kab.Karo Membutuhkan Paradigma Baru.
Pengembagan
Pariwisata di Karo pada prinsipnya sangat menjanjikan jika
dilihat dari letak geografis. Kabupaten Karo berada pada
ketinggain 1400 m diatas permukaan laut diapit oleh 4 kabupaten
yaitu Kabupaten Deli serdang , Langkat, Simalungun, Dairi Serta
Propinsi D.I Aceh Kab. Aceh Tenggara, didukung oleh
panorama alam yang sangat Indah, Kesanalah budaya yang sangat
Kaya, Situasi politik yang kondusif sangat dekat dengan Ibu Kota
Propinsi Sumatra Utara.
Dari
Investigasi dilapangan kunjungan Wisatawan Manca Negara menurun
bila dibandingkan dari tahun-ketahun sebelumnya., namun
wisatawan domestik dari ke empat
kabupaten diatas masih menempatken Kabupaten Karo membutuhkan
paradigma baru yang membawa implikasi meningkatkan devisa negara
di sektor non migas dalam menyongsong otonomi
daerah.
Dalam
pengembangan Industri Pariwisata ini bukan saja menawarkan
kindahan alam akan tetapi kemasan paket wisata yang cukup apik
dan menarik , kondisi politik yang sangat kondusif ,
pengembangan entertinment. dalam pengembagan ini tidak terlepas
dari politikal Will dari pemerintah dalam bentuk publik service
serta kesediaan Masyarakat Karo untuk menerima terjadinya
perubahan nilai dan komponen-komponen bangsa yang ada di
Kabupaten Karo.
Permasalahn
yang mengemuka adalah mengapa Hotel Mega View Berastagi bisa
tutup ? atau ingin meningkatkan kwalitasnya. Apakah ini akibat
situasi politik Nasional yang jelek dan buruknya pengampanyean
oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ke forum Dunia
Internasional ? Atau Dinas Pariwisata dan lembaga-lembaga yang
terkait tidak mampu menjual keindahan Bumi Turang ini ?
Apakah
Dinas Pariwisata dibuat sekedar pajangan yang Menghabisan
Anggaran Pendapatan Daerah dan Negara ? Rasanya
tidak ! karena sektor ini dihrapkan mampu meraup Devisa disektor
non-migas untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten
Karo.
Namun
harus kita akui secara jujur bahwa pengembangan industri
pariwisata di Kabupaten Karo belumlah ditangani secara
profesional dan kompherensif dalam kemasan yang dibungkus oleh
paket wisata untuk menarik wisatawan mancanegara dan domestik
Kondisi ini dapat dilihat dari daerah tujuan wisata yang ada
tetap dalam keperawanannya yang tidak pernah dikunjungi seperti
Deleng, Kutu, Uruk Tuhan, Sipiso-piso, Uruk Ndaholi, Eluk-eluk
lau lisang, Lintas Tahura yang hanya mampu bersolek secara terus
menerus sepanjang masa, betapa malang nasibmu wahai bumi sayang.
Padahal kecantikan dan keindahanmu tidak jauh dari kenyamanan
yang ditawarkan oleh Uruk Gundaling, Gunung Sibayak, Gunung
Sinabung, Tongging, danau Kawar dan pemandian Air Panas Lau
debulk-debuk. Mengapa hal ini bisa terjadi ?! Sementara engkau
sama-sama berada di Kabupaten Karo yang juga menginginkan
rekayasa dan mendapat kunjungan seperti yang lainnya sehingga
tidak ada diskriminasi.
Mudah-mudahan
dengan adanya Tulisan ini Nasibmu mungkin lebih baik. Kemajuan
Pariwisata enda tuhu-tuhu kel iarapken guna pembangunan kutata.
Emaka ras-ras kita njaga ras pehulisa janah ngalo-ngalo !
Bujur ras Mejuah-juah .. !
Oleh
Jonson Mikael Simanjorang.
<<
BACK
-|||-
FORUM >>

|