Portal Tanahkaro

 
   
 

 

 

                            ..:| INDEX BERITA | HALAM MUKA | TEKNO KARO | BUDAYA | ALBUM | IMKA | EMAIL |:..


Menu Berita Karo
Suara Hati Mahasiswa Tentang Pemerintahan Gus Dur
Selamat Datang di Desa Mburidi.
Patung Bung Karno Setinggi 7 Meter Dibangun di Brastagi
GENDER.. 
Apa yang Bikin Orang Bahagia ?
Ingin Membentuk Entrepreneur TI yang Tangguh
Maraknya Cybercrime Internet, Ubah Perilaku Sosial 
Kalau "Doi" Sedang Benci...
||6|| Mitos Tentang Pria
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


  Kalau "Doi" Sedang Benci... 

Berbeda pendapat sah-sah saja. Sampai marah-marahan atau diem-dieman juga boleh. Tapi, jangan dibiarkan terlalu lama, dong, karena bisa berbahaya. 

Sifat manusia memang berbeda-beda: ada yang baik, ada yang jahat, ada yang pengertian, ada juga yang egois. Itulah sebabnya komunikasi sangat berarti dalam menyatukan dua hati yang berbeda dan dua prinsip yang bertentangan. Disadari atau tidak, banyak hubungan yang berakhir akibat buruknya komunikasi. 

Dalam UnderWire, Dr. Joy Davidson, seorang psikoterapis khusus menangani masalah wanita dan seks di Seattle, U.S.A., mengatakan bahwa komunikasi merupakan kunci eksistensi pribadi dan pasangan. Kalau "doi" terlanjur benci, bagaimana, dong? Apa perlu diberi bunga atau kado istimewa segala?

Yah... Itu sih basi! Sekarang bukan zaman gombal-gombalan lagi. Kalau benar-benar serius, banyak cara lain, kok - selain memberi bunga atau kado istimewa. Di antaranya:

1. Cuekin aja...
Coba hubungi "doi" lewat telepon sekali saja. Kalau nggak mau menjawab, ya cuekin aja, mungkin dia butuh waktu untuk berpikir. 

2. Dimarahin juga boleh! 
Jangan pernah meminta "doi" untuk membaca dan mengerti pikiran Anda. Kalau ada yang mengganjal atau perasaan tidak enak, katakan saja. Kalau perlu marah, ya marah saja. Tapi, hati-hati! Jangan sampai main hitung-hitung kesalahan. 
Tanpa bermaksud menyalahkan wanita, disadari atau tidak, banyak wanita yang menyalahkan pria sebagai penyebab retaknya hubungan. Padahal, kebiasaan seperti inilah penyebabnya. Paling tidak, Anda harus selalu ingat bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. 

3. Terbuka tetapi bijaksana 
Tanya "doi" baik-baik, apa yang menyebabkannya marah. Kalau "doi" salah, bilang salah. Kalau benci, bilang benci. Tegur saja pasangan kalau Anda merasa benar. Tetapi ingat, tegurlah secara bijaksana. Maksudnya, jangan sampai menyinggung perasaan. 

Kalau boleh memberi masukan, sebaiknya jangan berkata, "Kamu kok tidak menelepon lagi sih?" Waah... kalau Anda berbicara seperti itu, dijamin "doi" tambah BeTe. Lebih baik Anda bilang, "Saya kangen saat-saat kita duduk berdua, ngobrol ngalor-ngidul seperti lima tahun lalu." Atau akan lebih baik lagi kalau Anda bilang, "Saya butuh masukan nih, Saya seneng, deh, kalau kamu mau memberikan advise. Tapi, enaknya di mana ya?" 

4. Jangan terlalu berharap 
Nyebelin, sih, tapi masih cinta, nih. Takut kehilangan sih boleh-boleh saja, tapi sebaiknya jangan terlalu berharap. 

5. Pilih waktu yang tepat 
Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Anda bisa menelepon sekali untuk memancing reaksi. Kalau "doi" masih ngambek, sebaiknya tunggu sampai tiga atau empat hari untuk menenangkan diri. 
Kalau Anda tidak percaya, bagi suami-istri, waktu yang tepat untuk membahas sesuatu yang penting adalah setelah bercinta. Ketika masing-masing masih merasa gimana gitu .... Pokoknya, sebelum bersih-bersih diri.

6. Berpikir posotif 
Hampir semua manusia ingin selalu dianggap benar. Bisa jadi itu benar. Hargai penjelasan pasangan Anda. Demikian juga kalau dia belum mau bersuara, jangan langsung curiga.

7. Jangan sampai bertanya dua kali
Dalam sedang bertengkar, bersikap rileks dan tidak banyak bicara akan lebih baik. Bukan berarti Anda harus mengalah lho, tetapi untuk mengikuti pembicaraan dan mengerti duduk persoalan. Kalau "doi" terlihat gusar, usahakan jangan mengulangi pertanyaan yang sama, bisa-bisa "doi" marah betulan. 

Kalau semuanya jadi kacau, "curhat" deh ke sahabat. Itulah gunanya teman, jadi Anda tidak merasa kesal sendirian.

(ikhwan maulana)






 
 

     INDEX BERITA | HALAM MUKA | TEKNO KARO | BUDAYA | ALBUM | IMKA | EMAIL

 

 
        
 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1