Portal Tanahkaro

 
   
 

 

 

                            ..:| INDEX BERITA | HALAM MUKA | TEKNO KARO | BUDAYA | ALBUM | IMKA | EMAIL |:..


Menu Berita Karo
Suara Hati Mahasiswa Tentang Pemerintahan Gus Dur
Selamat Datang di Desa Mburidi.
Patung Bung Karno Setinggi 7 Meter Dibangun di Brastagi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


  Maraknya Cybercrime Internet, Ubah Perilaku Sosial 
Reporter: Farida Farid

Jakarta,Pemakaian internet untuk beragam kegiatan, telah mempengaruhi perubahan perilaku sosial masyarakat. "Mereka jadi kurang berinteraksi dengan masyarakat lain secara fisik, karena asyik menghabiskan waktu di depan monitor," ujar pengamat masalah sosial pada internet Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Jumat (20/4).

Padahal, budaya masyarakat di daerah tertentu masih memerlukan interaksi langsung di mana satu sama lain bisa saling melihat secara fisik dan berkomunikasi dengan cara tatap muka. Berkurangnya interaksi langsung, pada keadaan tertentu akan mengurangi modal sosial dan berpengaruh terhadap kontrak sosial yang telah dibangun bertahun-tahun.

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi yang juga anggota Masyarakat Telematika (Mastel) juga menyatakan bahwa internet juga mengakibatkan maraknya e-Gambling. Di banyak negara, belum ada perangkat peraturan yang melarang atau menindak judi via internet.

Selain itu, penelitian menunjukkan seratus persen pemakai internet pernah mengunjungi situs porno, meski mereka hanya melihatnya sekali dan sekilas. Dikhawatirkan, e-Sex ini akan melanda anak-anak yang masih dalam fase mencari identitas diri serta belum tahu pengaruh negatif dari melakukan sex secara tidak bertanggung jawab.

Meski sering berangkat dari hobi, perilaku hacker dan cracker seringkali merugikan pemilik situs. Selain itu, ada juga penyalahgunaan identitas orang lain untuk memuaskan kepentingan sendiri dengan cara carding, yaitu menggunakan kartu kredit orang lain untuk belanja sesuatu di suatu situs.

Untunglah, dari semua dampak negatif di atas, ada pula dampak positif yang turut menguah perilaku masyarakat dalam berkehidupan. Salah satunya adalah teleworking. Internet dan aplikasi yang berjalan di atasnya memungkinkan suatu perusahaan memiliki karyawan yang bekerja secara remote.

"Karyawan tidak harus datang setiap hari di kantor, mereka bisa bekerja di mana saja dan melaporkan hasil kerjanya atau berinteraksi dengan koleganya melalui internet," tambah Mas Wig yang menduduki posisi sebagai President Director Omnilink di Jakarta.

Beberapa profesi keahlian yang ikut muncul merebak dan berhasil menyerap banyak tenaga di bidang internet adalah programmer, system analyst, project manager, web master, web developer dan e-marketer.(ida/t/i)



 

 
 

     INDEX BERITA | HALAM MUKA | TEKNO KARO | BUDAYA | ALBUM | IMKA | EMAIL

 

 
        
 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1