|
KATA PENGANTAR
Rekan-rekan
anggota MAPIN dan para praktisi Inderaja dan SIG di Indonesia,
Tanpa
terasa waktu 4 tahun kepengurusan Masyarakat Penginderaan Jauh
Indonesia (MAPIN) periode 1999-2003 segera berakhir.
Jika ada hal yang perlu dicermati dari proses pergantian
kepengurusan suatu organisasi, maka tiada lain adalah terbukanya
kesempatan bagi organisasi itu untuk merevitalisasi dirinya dengan
mengacu pada pelajaran-pelajaran yang diperoleh selama masa-masa
kepengurusan yang telah dilaluinya.
Pada
tahun 2003 ini, tepatnya pada tanggal 29-30 Juli nanti, MAPIN
berencana untuk melaksanakan Kongres ke-3 sekaligus
menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang ke-12 di
Bandung. Kedua acara
tersebut pelaksanaannya akan dikoordinasikan oleh MAPIN Komisariat
Wilayah Bandung bekerjasama dengan Departemen Teknik
Geodesi-Institut Teknologi Bandung.
Dibawah koordinasi Dr. Bambang Edi Leksono, Ketua terpilih
Pengurus MAPIN Komwil Bandung dan Dr. Ketut Wikantika, Ketua
Panitia Pelaksana Kongres-III dan PIT-XII, acara kali ini
diharapkan menjadi suatu milestone
dari proses profesionalisasi organisasi MAPIN.
Sebagaimana
para anggota dan praktisi ketahui, MAPIN sejauh ini masih lebih
bersifat sebagai organisasi paguyuban sejalan dengan berkembangnya
peran teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis
(SIG) dalam kehidupan pembangunan masyarakat Indonesia.
Organisasi yang secara alami tumbuh dari kebutuhan para
praktisi inderaja dan SIG, yang pada mulanya jumlahnya masih bisa
dihitung dengan jari ini, kini telah memiliki hampir dua ribu
anggota dan peminat. Sebagian
besar dari para anggota dan peminat itu bukan hanya terlibat
dengan pengunaan teknologi inderaja dan SIG tapi telah secara
penuh menjalani profesi sebagai ahli dalam bidang ini.
Tidak sedikit dari para anggota dan peminat MAPIN tadi yang
juga telah tergabung dalam berbagai organisasi profesi inderaja
dan SIG di kancah internasional.
Kondisi
inilah yang mendorong Pengurus Pusat masa bakti 1999-2003 untuk
menjadikan Kongres dan PIT kali ini sebagai momentum revitalisasi
MAPIN menuju kearah profesionalisasi.
Banyak proses perubahan yang sedang bergulir di masyarakat
kita saat ini seperti reformasi, demokratisasi, desentralisasi,
dan privatisasi yang seluruhnya menuju ke pola masyarakat madani (civil
society). Peran
minimal yang bisa diambil oleh MAPIN sebagai sebuah organisasi
adalah memberikan kontribusi melalui pengembangan profesi sebagai
bagian dari masyarakat madani tadi. Ini menuntut MAPIN untuk
merevitalisasi dirinya agar benar-benar menjadi wakil dari dunia
keprofesiannya. Ini berarti pula bahwa sudah waktunya inisiatif
yang selama ini dipayungi oleh para anggota yang berlatar belakang
pemerintah disambut dan dilanjutkan oleh anggota dari berbagai
latar belakang lain seperti dari dunia usaha, akademisi, dan
organisasi non-pemerintah.
Peningkatan
sistem pemilihan kepemimpinan MAPIN merupakan salah satu semangat
dalam penyelenggaraan Kongres kali ini. Namun yang tidak kalah
pentingnya untuk juga dicapai adalah peningkatan sistem
pengelolaan keprofesian. Untuk
itulah agenda utama dari Kongres akan mencakup proses amandemen
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MAPIN menuju ke
organisasi profesi, dan pemilihan pengurus baru yang lebih
demokratis menuju ke organisasi yang lebih independen.
Kedua
sasaran Kongres di atas tidaklah akan tercapai secara optimum jika
tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas PIT yang sudah jelas
selalu menjadi barometer profesionalitas MAPIN.
Untuk itulah Panitia PIT telah merancang suatu program yang
ditargetkan untuk memicu minat para peserta untuk mengutamakan
mutu substansi dari pemikiran-pemikiran yang dikemukakan dan
dibahas dalam PIT. Dengan mengambil tema: ”Inovasi dan Modifikasi Teknologi Penginderaan Jauh dan SIG untuk
Pengembangan Program Kelautan dan Pertanian di Indonesia”,
Panitia berusaha menyusun suatu kerangka pertukaran ilmiah untuk
menjawab dimensi inovasi dan dimensi kebutuhan aplikasi sekaligus.
Panitia bahkan telah merancang berbagai pola pengakuan
kualitas ilmiah dengan pemilihan berbagai penerima penghargaan
ilmiah bagi para peserta PIT.
Ini semua merupakan upaya kita bersama untuk menjadikan
acara kita kali ini sebagai titik awal dari semangat pengembangan
keprofesian inderaja dan SIG yang lebih kental.
Demikianlah
sekilas pengantar dari saya selaku Ketua Umum Pengurus Pusat MAPIN
1999-2003 sebagai penegasan tambahan akan pentingnya momentum
Kongres dan PIT kali ini. Melalui
pengantar ini saya mengundang dengan hormat para anggota MAPIN dan
praktisi inderaja dan SIG di tanah air untuk dapat hadir dan
berpartisipasi aktif dalam acara ini. Sukses dan mutu MAPIN sangat tergantung pada partisipasi dan
rasa memiliki dari para anggota dan praktisi inderaja dan SIG
Indonesia. Kami menanti kehadiran rekan-rekan sekalian di Bandung
29-30 Juli 2003.
Salam
hormat,
Dr. Iwan Gunawan
Ketua
Umum MAPIN 1999-2003
|