FIRMAN ALLAH TIDAK PERNAH DIUBAH
Alkitab menulis:
"Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. (Amsal 30:5-6)
Kami ingin menunjukkan kepadamu, wahai sahabat-sahabatku yang dikasihi, bahwa Alkitab itu adalah benar dan Al-Quran tidak pernah mengajar bahwa Alkitab telah dipalsukan atau tidak tulen. Cuma salah-tafsir dan salah tanggapan dari sebagian pihak sehingga telah mendorong mereka percaya akan hal demikian..
Pendirian Islam dimulai dengan satu hipotesis yang tidak mungkin dibuktikan benar atau salah, satu hipotesis yang berhenti di tempat yaitu : 'Quran adalah Kitab yang serba benar. Semua Kitab lain yang benar selaras dengannya. AlKitab patut selaras dengannya. Akan tetapi AlKitab yang ada sekarang tidak selaras. Oleh karena itu AlKitab telah dipalsukan!'
A. Apa kata Alkitab?
Dalam 2 Timotius 3 ayat 16 ia berkata bahwa "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." dan dalam 2 Petrus 1:20-26 ditulis bahwa Roh Allah menggerakkan manusia menulis apa yang difirmankan Allah melalui RohNya itu.
Dalam Amsal 30:5-6 pula Tuhan dengan jelas sekali berfirman bahwa "setiap kalimat Allah adalah murni dan jangalah menambah apa-apa kepada Kalimat-kalimat-Nya".
Ada banyak lagi dalil-dalil yang membuktikan kesahihan AlKitab dan bahwa Firman Tuhan tidak diubah dan dipalsukan.
Malangnya adalah : bahwa pada akhir zaman ada orang yang tampil menuduh umat Kristien mengubah AlKitab yang telah diamanahkan kepada mereka. Tuduhan ini bukan saja menentang AlKitab tetapi AlQuran - Kitab suci umat Islam!
-
Quran bersaksi akan kesahihan AlKitab yang ilahi. Mereka yang membacakannya terkejut oleh kesaksiannya yang cukup jelas, begitu jelas sehingga tidak perlu ditafsirkan. Kesaksian ini diulangi dalam beberapa Surah termasuk yang berikut ini :
"Telah tamatlah kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan. Tiadalah yang mengubah Kalimat-Nya; dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (Surah 6:115)
"Tiada bertukar-tukar Kalimat Allah..." (Surah 10:64)
-
Allah Tidak Berdusta
Mengatakan bahwa Taurat, Mazmur dan Injil telah diubah dan dipalsukan berarti mengatakan Allah pendusta. Umat Kristen dan Islam kedua-duanya menuntut mempunyai sebuah Kitab dari Allah dan setiap pihak berkata dengan lantang, 'TUHAN TIDAK BERDUSTA!' Musa telah menulis dalam Taurat :
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19)
Kitab Mazmur Nabi Daud juga menunjukkan sifat Allah :
Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud: (Mazmur 89:34-35)
Yesus bersabda:
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi (Matius 5:18)
Dari Quran: '....Tiadalah yang mengubah Kalimat-Nya...' (Surah 6:115)
3. Allah Konsisten
Mengapakah kata-kata ini begitu tegas dan diulangi dalam ketiga kitab suci? Allah telah memberi kita hidayah (ajaran yang membawa ke jalan benar) dan perintah supaya kita selamat dari bencana atau hukuman. Dalam keadaan dunia dengan beraneka falsafah serta pendapat yang keliru, hanya ada satu yang muktamad yang ada sepenuhnya, dalam diri-Nya dan dengan sendiri-Nya, yaitu Allah.
Allah telah berkali-kali mengatakan kepada kita dalam Kalimat-Nya bahwa Dia tidak berdusta, oleh karena itu kita harus percaya kepada-Nya. Allah dan Kalimat-Nya adalah satu. Dengan demikian adakah seseorang yang berani mempersoalkan kebenaran Allah?
Setiap kali kata"Allahu Akbar" dikumandangkan berulang-ulang kita menegaskan bahwa Allah bukan saja lebih besar daripada manusia tetapi juga berbeda dengan manusia. Manusia berdusta; Allah tidak pernah berdusta. Dia tidak pernah berdusta pada masa lalu dan tidak akan berdusta selama-lamanya. Oleh karena itu, Quran berkata, "Tiada bertukar-tukar Kalimat Allah..." (Surah 10:64)
4. Al-Quran Mengesahkan
"ALLAH TELAH MEMELIHARA KALIMAT-NYA"
Mungkin masih ada orang yang enggan mempercayai kuasa mukjizat Allah untuk memelihara Alkitab dari pengubahan. Oleh itu, marilah kita merujuk kepada beberapa bukti lain lagi dari Al-Quran:
-
Menurut Al-Quran, Allah tidak pernah menurunkan kitab yang palsu. Nabi Muhammad dan umat Islam dinasihati supaya berpaling kepada mereka yang telah menerima kitab-kitab sebelumnya. Jika pengkaji Al-Quran ragu-ragu tentang siapa Isa Al-Masih dan apabila bertemu wahyu yang tidak pasti dan kabur dalam Al-Quran (dan jumlahnya banyak) berpalinglah kepada Alkitab untuk mendapat jawaban!
Surah 21:7 "Kami tiada mengutus sebelum engkau, (ya Muhammad), melainkan beberapa laki-laki, yang Kami wahyukan kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang-orang ahli kitab, jika kamu tiada tahu."
-
Kitab-kitab ini masih bisa diperoleh pada masa kehidupan Muhammad.
Surah 10:94 "Jika engkau syak wasangka, tentang apa yang Kami turunkan kepada engkau (ya Muhammad), hendaklah engkau tanyakan kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau."
-
Muhammad bukan saja merujuk kepada Taurat dan Injil tetapi juga menyokongnya.
Surah 5:66 "Kalau sekiranya mereka mengikut Taurat dan Injil dan apa-apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka memakan (rezeki) dari atas (kepada) mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka itu ada umat yang pertengahan (baik), tetapi kebanyakan mereka mereka amat jahat perbuatannya."
Pendeknya, Al-Quran jelas membayangkan kewujudan dan ketepatan Alkitab pada masa kehidupan Nabi orang Islam. Quran naik saksi akan kesahihan dan sifatnya sebagai wahyu. Nyatalah orang Kristen tidak mengubah atau memalsukan kitab mereka. Kitab itu sah pada era perkembangan Islam. Ia tetap tulen hingga hari ini. Kalaupun ada orang Kristen pada zaman Nabi Muhammad yang ingin memalsukan Alkitab mereka, tidak mungkin mereka mengubah semua salinan dan naskah yang ada di seluruh dunia, yang tertulis dalam sejumlah besar bahasa di dunia. Quran memberi kesaksian yang jelas, berkali-kali, tentang ketulenan AlKitab, dan menyarankan seluruh umat supaya hidup menurut perintahnya. Jika AlKitab bebas dari pemalsuan pada masa itu, ia tetap bebas hari ini!
"ALLAH MEMELIHARA KALIMAT-NYA"
Orang yang beriman hendaklah berpegang teguh kepada kudrat dan iradat Allah untuk memelihara Kalimat-Nya dari pengubahan. Janganlah mengikuti orang tidak beriman, yang mencoba mengatakan bahwa kuasa yang lebih besar berada di tangan mereka yang tidak memegang amanah, yang telah mencoba memalsukan maksud atau makna Alkitab.
Perjanjian Baru selanjutnya menulis persoalan yang sama, di mana ada tipu daya manusia dalam menyelewengkan kebenaran Allah. Roma 3:2-4 mengatakan:
Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah. Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong,
"Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutarbelitkan lidahnya dengan (membaca) Kitab...." (Surah 3:78)
Mereka ini pastilah tidak berhasil, sebagaimana diterangkan selanjutnya dalam Surah 3:78 ".... supaya kamu menyangka ia dari Kitab Suci padahal sebenarnya bukan.'"
Yesus sendiri telah mengutuk salah-tafsir demikian (terhadap Taurat) tetapi tidak pernah menuduh mereka yang berkenaan pengubahan teks Taurat. Contohnya, Markus 7:9-13 mengatakan: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
Quran juga mengesahkan pendirian ini dengan tidak menyatakan apa-apa. Tidak terdapat di mana pun dalam Quran nas yang mengatakan ataupun menyiratkan bahwa teks Taurat atau Injil telah diubah atau dipalsukan. Oleh itu, boleh kita simpulkan bahwa hanya orang yang tidak beriman, yang berani mempersoalkan kesucian dan kebenaran Allah (menurunkan-Nya ke derajat sebagai pendusta), yang mungkin mempercayai bahwa manusia dapat mengubah kalimat-kalimat Allah Maha Kuasa setelah Dia sendiri menentukan bahwa kalimat-kalimat itu tetap tidak akan berubah selama-lamanya.
Nabi Daud bersabda tentang Allah: "Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan.." (Mazmur105:8)
Malahan, hari ini ada beberapa salinan naskah-naskah asli dari berabad-abad sebelum kebangkitan Islam. Ini dapat dibandingkan dengan Alkitab kita hari ini oleh siapa saja yang jujur mencari kebenaran. Dari naskah yang banyak itu, di antaranya adalah :
|
Nama Naskah |
Lokasi |
Tahun |
P52 John Rylands |
John Rylands Library, Manchester, England. |
117-138 M |
P45, 46, 47 Chester Beatty Papyri |
University of Michigan, Ann Arbor, Michigan |
250 M |
Codex Vaticanus (B) |
Vatican Library, Vatican City, Italy |
325-250 M |
Codex Sinaiticus (Aleph) |
British Museum |
340 M |
Codex Alexandrinus (A) |
National Library of the British Museum |
450 M |
Dead Sea Scrolls/Manuskrip Laut Mati |
Ditemukan dekat Qumran |
352 SM - 68 M |
Setelah mengkaji bukti ini dengan jujur , dapatlah kita simpulkan bahwa Alkitab yang ada hari ini tidak diubah dari permulaan dan bisa dibandingkan secara langsung dengan yang ada pada zaman Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, mereka yang beriman kepada Allah Maha Kuasa, satu-satunya Tuhan yang benar bagi alam semesta, tidak akan percaya bahwa Dia akan membenarkan Kalimat/Firman-Nya diubah. Allah tidak mungkin berubah dan begitu jugalah Kalimat-Nya, Alkitab.
Ini berarti tanggungjawab besar pada setiap orang untuk membaca sendiri apa yang difirmankan oleh Allah. Kami percaya bahwa Perjanjian Lama itu wahyu ilahi. Kitab Perjanjian Lama selesai ditulis pada tahun 300 sebelum Masehi dan dibagi oleh orang Yahudi dalam tiga bagian: Taurat yaitu Hukum-hukum, Nabi-nabi dan Tulisan-tulisan.
Mengenai Perjanjian Baru, para pengkaji setuju bahwa Kitab ini telah ada/tertulis dan tersebar ketika banyak daripada pengikut Yesus yang telah melihat dan mendengar-Nya masih HIDUP. Perjanjian Baru terdiri dari empat kitab Injil, Kisah Para Rasul, surat-surat Petrus, Yakobus, Yohanes, Paulus dan Yudas dan Kitab Wahyu.
-----------------------------------------------------
----------------------------------------------------- |