Page 8 - al kasyfu wa tabyin
P. 8

7   al kasyfu wa tabyin





               Serta ayat,"Karena itu (hai Muhammad,) beri tangguhlah (kepada) orang-orang kafir itu,
               yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar". Maka barangsiapa yang memperoleh

               suatu kenikmatan, waspadalah jika ternyata hal itu menjadi bumerang kerusakan bagi
               dirinya.



               - Orang Maksiat Yang tertipu Dari Kalangan Mukmin.
               Adapun  tertipunya  orang-orang  yang  maksiat  dari  kalangan  mukmin  adalah

               perkataannya  sendiri  yaitu;  “sesungguhnya  Allah  Maha  Mengampuni  lagi  Maha
               Mengasihi. Mereka memohon ampunan-Nya dan bertawakal tetapi tidak disertai dengan

               berbuat amal yang shalih.


               Hal  ini  merupakan  cara  berharap  (ar-raja’)  yang  keliru,  Padahal  ar-raja’  sebenarnya

               merupakan  derajat  yang  terpuji  dalam  kehidupan  dunia.  Sesungguhnya  rahmat  Allah
               sangat  luas,  kenikmatan  dari-Nya  menyeluruh,  kedermawanan-Nya  merata  serta

               kemuliaan-Nya menyeluruh. “Aku mengesakan Allah dan selalu berharap kepada-Nya
               melalui iman, memuliakan dan berbuat baik”.



               - Dari Mana Sumber Ketertipuan Mereka?
               Timbulnya  keadaan  tersebut  diperkirakan  terjadi  karena  adanya  prinsip  bahwa

               kehebatan  seseorang  tidak  lepas  dari  kehebatan  orang  tuanya.  Itu  adalah  puncak
               ketertipuan, karena sesungguhnya ayah mereka dengan kehebatan dan wirai-nya adalah

               karena merasa takut kepada Allah.


               Analogi mereka karena hasutan setan bahwa barangsiapa yang mencintai seseorang,

               maka hendaknya mereka menyukai keturunannya. Allah telah mencintai ayahmu pasti
               mencintaimu pula, maka tidak perlu taat lagi. Mereka berpedoman dengan hal itu dan

               akhirnya tertipu.
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13