Page 4 - al kasyfu wa tabyin
P. 4

3   al kasyfu wa tabyin



               Firman  Allah  yang  lain  berbunyi  “Kehidupan  dunia  tidak  lain  hanyalah  merupakan

               kesenangan yang palsu”. Serta (mempertebal) iman kepada utusan-Nya dan apa yang
               telah diturunkan kepadanya (Al-Qur’an).


               Solusi  kedua  yaitu  mencari  petunjuk.  Orang  yang  telah  terperdaya  hendaknya

               mengetahui  rusaknya  analogi  yang  berasal  dari  iblis  bahwa  dunia  itu  bersifat  pasti

               sedangkan  akhirat  hanya  sebatas  janji  manis.  Letak  kesalahannya  adalah prasangka
               terhadap sesuatu yang telah terjadi itu lebih baik dari yang belum terjadi.


               Prasangka  seperti  di  atas  tidak  bisa  dipercaya  validitasnya.  Bahkan  jika  seandainya

               keduanya  sama-sama  dikomparasikan,  sebenarnya  bahagia  di  dunia  itu  memang

               merupakan satu kebaikan. Namun kebahagiaan yang didapat sejatinya tidak lebih hanya
               bersifat sedikit dan sementara.


               Sedangkan  hidup  bahagia  di  akhirat  tentu  jauh  lebih  baik  dari  pada  hidup  bahagia

               semasa di dunia.


               Jelas sekali kebahagiaan di akhirat bersifat abadi sedangkan dunia hanya fana. Maka

               dari  itu,  dalam  setiap  doa  hendaknya  kita  sebagai  hamba  selalu  mengharapkan
               kebahagiaan di dunia dan di akhirat (as-sa’adah fi ad-darain).


               Ungkapan  “Kesenangan  dunia  itu  pasti,  dan  kesenangan  akhirat  tidak  pasti”  juga

               merupakan kesalahan. Bagi orangorang mukmin, kesenangan di akhirat itu pasti terbukti

               karena mempunyai dua tendensi.


               Pertama, iman dan percaya melalui jalan yang telah diajarkan oleh para Nabi terdahulu
               dan para ulama selaku ahli waris. Sama halnya seperti yakinnya seorang pasien terhadap

               resep obat yang telah disarankan langsung oleh dokter.


               Kedua, melalui  wahyu  yang  diturunkan  kepada para  Nabi dan  ilham  yang  diturunkan

               kepada para wali.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9