Page 10 - al kasyfu wa tabyin
P. 10

9   al kasyfu wa tabyin



               Dan  firman  Allah,  “Sebagai  balasan  atas  apa  yang  mereka  kerjakan”.  Tidak  dapat

               dibenarkan  jika  mengharap  rahmat  Allah  tanpa  didahului  dengan  amal.  Jika  tidak
               didahului dengan amal, maka jelas hal tersebut adalah sebuah ketertipuan.


               - Orang Yang Tertipu Sebab Sedikit Kebaikan Dan Banyak \ Keburukannya.

               Termasuk golongan yang ketertipuannya sama dengan orang mukmin yang bermaksiat

               di atas adalah orang yang taat namun masih melakukan maksiat, tetapi maksiatnya lebih
               banyak. Mereka ini meminta ampunan Allah dan mengira bahw timbangan kebaikannya

               lebih banyak, padahal sebenarnya timbangan keburukannya yang justru lebih berat. Ini
               adalah puncak dari kebodohan.



               Lihatlah seseorang yang membelanjakan uangnya yang banyak, uang tersebut terdiri dari
               yang halal dan haram. la mendapatkannya dari harta orang lain, padahal perkara syubhat

               (tidak jelas status halal atau haram) nya lebih banyak.


               Bagai  orang  yang  meletakkan  uang  sepuluh  dirham  dalam  satu  timbangan  dan
               meletakkan  seribu  dirham  ke  dalam  timbangan  yang  lain.  Kemudian  ia  berharap

               timbangan yang berisi seribu dirhamlah yang lebih berat. Tentu ini adalah sebuah puncak

               dari segala kebodohan.


               - Orang Yang Tertipu Sebab Menyangka Taatnya Lebih Banyak Dari Maksiatnya.
               Ketika orang yang taat mengerjakan suatu amal, ia menjaga dan menghitungnya seperti

               orang yang beristighfar dengan lidahnya, membaca tasbih di siang dan malam sebanyak

               seratus atau seribu kali. Kemudian ia berharap mendapatkan keutamaan dari membaca
               tasbih.  Lalu  ia  menakut-nakuti  orang-orang  Islam  dengan  perkara  yang  tidak  diridhai

               Allah sepanjang hari.


               Sedangkan  ia  sendiri  lupa  terhadap  siksa  bagi  seorang  pengumpat,  pembohong,

               provokator, dan munafik. Maka dari itu, menjaga lisan dari ucapan yang menjadikannya
               maksiat lebih uttama dari membaca tasbih.
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15