SUAKA  MARGA  SATWA 
DANAU   SENTARUM
 

 
KABUPATEN KAPUAS HULU

INFO SUAKA MARGASATWA
DANAU SENTARUM
 
Apa yang ada disana ? 
  • Tipe ekosistem 
  • Flora  
  • Fauna
  • Masyarakat

  •  

     

    Kepentingan bagi kita 

  • Ekologi
  • Ekonomi 

  • Proyek  D.Sentarum 
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

     

     
     

    SUAKA
    MARGASATWA DANAU
    S E N T A R U M

    Suaka Margasatwa merupakan salah satu dari berbagai kawasan atau daerah lindung di Indonesia yaitu Suaka Alam, Taman Nasional, Hutan Lindung, Taman Buru dan lain-lain.

    Suatu daerah ditetapkan sebagai Suaka Alam karena memiliki beraneka jenis satwa ( termasuk satwa langka dan dilindungi ) dalam jumlah besar. Daerah yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai satwa yang dilindungi perlu dilestarikan untuk memelihara agar binatang-binatang tersebut dapat kita miliki selamanya.

    Daerah Danau Sentarum ditetapkan menjadi kawasan Suaka Alam pada Tahun 1982 dengan Surat Keputusan Nomor 757/Kpts/Um/10/1982 dengan luas 80.000 hektar. Daerah ini dikelola sebagai Suaka Margasatwa oleh Departemen Kehutanan yang diwakili oleh Kantor SBKSDA yang berkantor di Pontianak dan Kantor Resort SSKSDA di Putussibau dan Pos Jaga KSDA di Bukit Tekenang, Semitau dan Lanjak.

    Pada Tahun 1994 Suaka Margasatwa Danau Sentarum ditetapkan menjadi Lokasi Ramsar di Indonesia, karena merupakan salah satu wakil daerah hamparan banjir (lebak lebung, floodplain) bagi Dunia. Lokasi ini merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

    LETAK
    SUAKA MARGA SATWA 
    DANAU SENTARUM
    Berada di dalam Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya terletak kira-kira 700 kilometer dari Pontianak ke arah hulu Sungai Kapuas. Perjalanan ke kawasan tersebut dari Pontianak dapat ditempuh dengan dua cara :
    • Mengendarai bus dari Pontianak ke Sintang selama 8 - 9 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan dari Sintang ke Semitau, dengan mengendari minibus selama 3 - 4 jam , atau menumpang perahu sepeedboat selama 4 jam atau mengendarai kapal "bandung"/atau motor tambang selama satu setengah hari ke Lokasi (Jurusan Lanjak) dapat ditempuh dengan perahu motor.

    •  
    • Mengendarai pesawat terbang dari Pontianak ke Kota Putussibau, kemudian dilanjutkan dengan dari Putussibau ke Nanga Suhaid (Jurusan Sintang) dengan menggunakan perahu motor selama 5 jam, atau motor tambang selama 1 hari. Lokasi tersebut dapat dicapai dari Nanga Suhaid (jurusan Lanjak) dengan menggunakan motor air.


    TIPE EKOSISTEM
    Sebagian besar kawasan SMDS merupakan kompleks ekosistem dataran rendah yang unik, berupa kumpulan danau-danau hamparan banjir. Danau-danau tersebut hampir tidak ditumbuhi tumbuhan air. Namun dibeberapa danau yang berhubungan dengan Sungai Kapuas kita dapat menemukan Enceng Gondok, rumput kumpai serta rumput senarai.

    Tipe hutan di SMDS sangat beragam, terdiri atas :

    • Hutan rampak gelgah (hutan rawa kerdil) yaitu hutan rawa kerdil dengan pohon setinggi 5 - 8 meter dan tergenang sampai 8 - 11 bulan dalam setahun. Hutan ini ditandai dengan banyaknya pohon putat dan mentangis. Disamping itu juga terdapat kayu tahun, kebesi, kerminit, melayak, gelagan dan landak.
    • Hutan gelgah (hutan rawa terhalang) yaitu hutan rawa musiman dengan pohon-pohon kerdil setinggi 10 - 15 meter.  Pohon yang dominan adalah kamsia, yang banyak ditumbuhi tumbuhan epifit, pohon Menungau dan Kenarin. Setiap tahun pohon-pohon ini akan terbenam setinggi 3 - 4 meter selama 4 - 7 bulan , sehingga hanya terlihat tajuknya saja. Hutan gelgah mungkin pula banyak ditumbuhi oleh pohon kawi. Pohon kawi dapat mencapai tinggi lebih dari 30 meter, tetapi rata-rata hanya 15 - 22 meter.
    • Hutan pepah (hutan rawa tegakan) tumbuh di daerah yang agak tinggi. Tinggi pohon dapat mencapai 25 - 35 meter. Hutan ini banyak ditumbuhi oleh pohon kelansau, pohon emang dan pohon melaban. Pada saat banjir paling tinggi, hutan ini tergenang 1 - 3 meter selama 2 - 4 bulan.
    • Hutan tepian  biasa dijumpai di tepian sungai besar seperti Sungai Tawang, Sungai Belitung dan Sungai Empanang. Hutan ini mungkin tergenang selama 6 bulan dalam setahun. Keberadaan pohon rengas sering dapat menjadi petunjuk untuk tipe hutan ini.
    • Hutan rawa gambut  terdapat disekeliling danau pada daerah yang agak tinggi. Hutan gambut mungkin tergenang selama 1 - 4 bulan dalam setahun. Hutan ini tumbuh diatas tanah yang mempunyai lapisan gambut cukup tebal, berwarna hitam atau kemerahan. Pohon-pohonan yang ada pada umumnya lebih kecil dan terdiri atas Callophyllum spp. , Dryobalanops abnomis, Eugenia spp., dan Shorea seminis.  Air yang mengalir dari kawasan hutan gambut biasanya berwarna merah kehitaman dan bersifat asam, karena terdapatnya asam-asam organik dan tannin.
    • Hutan dataran rendah perbukitan  di tumbuhi oleh jenis-jenis pohon dari famili (suku) Dipterocarpaceae (keruing), seperti Pengau, Tempurau, rup dan kerintak.
    • Hutan kerangas : tumbuhan di hutan ini biasanya agak kerdil dengan tinggi sekitar 20 - 26 meter, dengan batang yang kurus menyerupai tiang. Tanahnya berpasir dan sangat miskin unsur hara, sehingga tidak subur.

    Hosted by www.Geocities.ws

    1