SUAKA MARGASATWA
DANAU SENTARUM
|
KEPENTINGANNYA
BAGI MANUSIA
Kawasan SMDS dimasukkan sebagai
daerah lindung bukan untuk mempersulit kehidupan masyarakat yang tinggal
disekitarnya. Perlindungan tersebut dilakukan karena kawasan ini mempunyai
berbagai nilai dan manfaat bagi manusia baik yang tinggal di dalamnya maupun
bagi daerah sekitarnya. Secara umum, arti penting kawasan SMDS dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
-
KEPENTINGAN
EKOLOGI
-
Wakil ekosistem yang
unik
dan langka : SMDS merupakan satu-satunya hutan rawa air tawar yang masih
tersisa dalam keadaan baik di Kalimantan, atau bahkan di Kepulauan Sunda
Besar. Flora yang terdapat di daerah ini unik. Beberapa jenis tumbuhan
yang dikumpulkan oleh Beccari tahun 1860-an ternyata
hanya dapat ditemukan di daerah ini.
-
Sebagai pengatur air bagi kawasan sekitarnya
: Lahan basah di kawasan SMDS mampu menampung lebih dari seperempat (25%)
jumlah air sungai Kapuas pada saat musim hujan. Sedangkan pada musim kering,
setengah jumlah air yang mengalir ke hilir berasal dari kawasan ini. Dengan
demikian SMDS mengurangi kelebihan air sungai pada musim hujan, dan mengisi
kembali pada musim kemarau.
-
Memiliki keragaman hayati yang tinggi
: Keragaman flora dan fauna di kawasan ini sangat tinggi. Oleh karena itu
kawasan ini sangat penting sebagai gudang cadangan jenis (plasma nutfah)
flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan di msa yang akan datang. Sebagai
contoh SMDS merupakan kawasan danau yang mempunyai keragaman ikan paling
banyak nomor 3 di dunia.
-
KEPENTINGAN EKONOMI
-
Perikanan merupakan sumber penghasilan utama masyarakat yang tinggal di
kawasan Danau Sentarum. Lebih dari 2/3 hasil perikanan tawar di Propinsi
Kalimantan Barat berasal dari kawasan ini. Dan hasil perikanan menghidupi
tidak kurang dari 2/5 dari 20.000 orang nelayan , serta ribuan masyarakat
dari luar kawasan yang terlibat dalam usaha dan perdagangan perikanan.
Pada tahun 1975 - 1985, kurang lebih 10.000 ton ikan basah di hasilkan
dari kawasan ini setiap tahun. Perikanan dari kawasan lindung ini mencakup
30% dari hasil perikanan di seluruh cekungan Kapuas.
-
Suku Dayak di dalam kawasan ini pada umumnya menanam padi tanah kering
, jagung dan ketela dengan sistim ladang berpindah. Disekitar pemukiman
mereka juga menanam sayur , pohon karet dan buah-buahan.
-
Madu merupakan sumber daya alam yang diperoleh dari hutan dan penting artinya
bagi masyarakat. Penduduk mencari madu di pohon-pohon tertentu di hutan.
Sebagian masyarakat memelihara lebah dengan menyediakan sarang (tikung)
sehingga madunya dapat dipanen dengan lebih mudah. Pemilikan tikung (sarang)
diatur oleh adat setempat.
|
|