![]() |
|
KABUPATEN KAPUAS
HULU
|
| Apa saja yang terdapat di kawasan
Suaka Margasatwa D. Sentarum
Proyek D.Sentarum
|
|
|
|
|
Kawasan SMDS memiliki beraneka ragam tipe habitat antara lain : hutan
dataran rendah di lahan kering dan bukit-bukit, hutan rawa gambut di kaki-kai
bukit, hutan rawa air tawar pada daerah lebih rendah, dan hutan musiman
yang tergenang air selamat 1 - 3 bulan sepanjang tahun.
Sepintas, kehidupan tumbuhan di SMDS terlihat
membosankan, karena seragam dan tidak memiliki jenis-jenis yang tinggi
memukau seperti halnya hutan dataran rendah. Namun demikian, jika kita
mengamati lebih dekat, akan tampak hal-hal yang menarik. Banyak pohon beradaptasi
terhadap genangan air dengan membentuk akar tunggang, akar napas atau akar
papan. Beberapa jenis mampu hidup meskipun terus terendam selama
beberapa bulan. Bahkan anakan putat tumbuh di dasar danau yang terendam
sepanjang tahun.
Keragaman flora Kawasan SMDS cukup tinggi. Sampai
tahun 1996, telah tercatat lebih dari 600 jenis tumbuhan di lokasi tersebut,
yang berkisar dari tumbuhan yang dominan terutama dari marga (keluarga)
Euphorbiaceae,
Guttiferae, Melastomataceae, Moraceae, Myrtaceae dan Rubiaceae.
Di samping itu kawasan ini memiliki banyaka jenis langka seperti : Dchilanthe
borneensis.
Tumbuh-tumbuhan yang ada digunakan oleh penduduk
untuk berbagai keperluan, miksalnya makanan, bahan bangunan, bahan anyaman
dan alat penangkap ikan, makanan ikan dalam keramba, kayu bakar, bahan
pewarna, obat-obatan dan bahan baku minyak.
Hutan juga menyediakan tempat hidup, makanan
dan perlindungan berbagai fauna yang hidup di dalamnya. Pada musim banjir,
hutan musiman menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai
jenis ikan, mammalia, buaya, kura-kura, dan fauna lainnya.
Kawasan
Suaka Margasatwa Danau Sentarum (SMDS) sangat penting karena dihuni oleh
lebih dari 80 jenis mammalia, 26 jenis reptil, 270 jenis burung dan 260
jenis ikan. Berbagai fauna terutama kelompok mammalia kecil (tikus dan
kelelawar), reptilia, amphibia dan interbrata belum banyak diteliti sehingga
belum diketahui jumlah jenisnya.
Meskipun jumlahnya cukup banyak, mammalia jarang terlihat, kecuali berbagai tupai dan bajing. Bedkantan (Rancong) juga dapat ditemukan di kawasan ini dalam jumlah cukup banyak. Jumlah Bekantan yang ada, mungkin merupakan populasi paling besar yang dapat ditemukan di daerah pedalaman. Daerah penyangga SMDS menjadi tempat hidup dan mencari makan orang utan.
Beberapa jenis reptilia penting juga ada di kawasan
ini. Paling tidak 2 dari 4 jenis buaya Indonesia, yaitu buaya muara
dan senjulong terdapat di kawasan tersebut. Di samping itu terdapat
itu terdapat 8 jenis kura-kura, 3 jenis labi-labi dan dan biawak serta
ular.
Jumlah jenis ikan yang ada di kawasan ini lebih
banyak dari semua jenis ikan air tawar di seluruh benua Eropa. Ikan yang
dapat ditemukan di SMDS sangat beragam, mulai yang paling kecil dan bernilai
ekonomi yaitu ikan sumpit, ikan hias yang sangat indah yaitu ulang uli,
sampai yang paling besar yaitu ikan tapah yang panjangnya dapat mencapai
2 meter lebih. Di samping itu terdapat ikan yang sangat mahal yaitu ikan
silok atau ikan khayangan (Arowana) yang harganya dapat mencapai 4 juta
rupiah per-ekor.
Burung di kawasan SMDS sangat beragam. Lebih
dari 12% burung yang pernah ditemukan di Indonesia dapat ditemukan di kawasan
ini. Beberapa jenis diantaranya adalah burung yang berukuran besar dan
termasuk langka yaitu bangau tongtong, bangau rawa, cangak, rangkong dan
raja udang (bakakak)