|
HUBUNGAN ANTARA
TINGKAT INFLASI DI INDONESIA DENGAN TINGKAT INFLASI DI NEGARA
LAIN (1998 � 2004; ANALISIS INTER-DEPENDENCY
Oleh :
Maman Fathurrohman
ABSTRAK
Indonesia
merupakan negara besar dan diperhitungkan dari segi jumlah
penduduk, geografis, dan geopolitis. Tetapi fakta menunjukkan
bahwa dari sisi ekonomi, Indonesia merupakan negara �kecil� yang
dalam konteks inter-dependency (saling ketergantungan)
antara satu negara dengan negara lain berarti Indonesia berada
pada kondisi dependent terhadap negara-negara besar
ekonomi. Oleh karena itu, dapat di ajukan suatu model yang
menunjukkan adanya hubungan antara tingkat inflasi di Indonesia
dengan tingkat inflasi di negara-negara lain. Pengetahuan
mengenai hubungan tersebut dirasakan amat penting karena
pengetahuan akan hal ini akan bermanfaat dalam mengetahui
kedudukan perekonomian Indonesia yaitu kondisi saling
ketergantungannya terhadap negara-negara lain, memproyeksi
Inflasi di masa yang akan datang dan sebagai acuan kebijakan
mengenai perbaikan kondisi hubungan ekonomi maupun perdagangan
antara Indonesia dengan negara lainnya.
Penelitian ini
merupakan Penelitian Deskriptif Kuantitatif. Data yang digunakan
adalah data sekunder tingkat inflasi tahun 1998 hingga 2004
(data 3 bulanan per tahun) yang diperoleh melalui Web site resmi
Bank Indonesia dan data CPI Oxford Economics Forecasting.
Data-data tersebut dibatasi pada negara-negara yang menurut Bank
Indonesia memiliki pengaruh kuat dalam perekonomian Indonesia
yaitu Amerika Serikat dan Kanada (Benua Amerika), Jerman,
Inggris, Italia, Perancis (Benua Eropa), Jepang, Korea Selatan,
Hongkong, Taiwan (Asia Timur), dan Filipina, Thailand, Malaysia,
Singapura (Negara Tetangga, Asia Tenggara). Setelah hubungan
antara tingkat inflasi di Indonesia dan tingkat inflasi di
negara-negara lain diketahui, kemudian dianalisis apa saja
faktor-faktor penyebab inflasi dan dampaknya bagi masyarakat.
Hasil penelitian
dan pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan analisis
inter-dependency, tingkat inflasi di Indonesia mempunyai
hubungan positif dengan Jepang, Canada, Korea Selatan, Hongkong,
Taiwan, Jerman, Inggris, Malaysia, dan Thailand dan mempunyai
hubungan negatif dengan US, Italia, Perancis, Singapura, dan
Philipina. Berdasarkan uraian diatas juga diperoleh bahwa dari
model inter-dependency faktor-faktor penyebab inflasi
adalah perubahan (kenaikan) harga pokok dan perubahan kurs
dengan dampak negatifnya adalah penurunan nilai uang dalam
negeri karena dengan nominal yang sama jumlah yang dapat dibeli
semakin sedikit pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya
Kata Kunci:
Hubungan, Inflasi, 1998-2004,
Inter-Dependency
__Diajukan dalam Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia LIPI
2005 & Proyeksi Inflasi 2005 (dengan modifikasi) Bank Indonesia |
|