lokerjamnas millenium Bandung,16-20 juli 2000
 
Lokerjamnas Program
Sekilas
Rekomendasi
Peserta
Kegiatan
Materi Kegiatan
Keuangan
 ·  Panitia
 ·  Peserta
 ·  Universitas
 ·  Pembicara
Video Kegiatan
Album Kegiatan



Email the Webmaster

   


lok 9.bmp (482718 bytes)


PRAKATAN UNDANGAN LOKERJAMNAS
LEMBAGA LEGISLATIF MAHASISWA SE-INDONESIA
BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FISIP UNPAS
16-20 JULI 2000


Mahasiswa merupakan garda terdepan pilar reformasi dimana didalamnya mengharuskan adanya pengorbanan baik benda maupun jiwa. Sebut saja Tiananmen, Kwangju maupun Trisakti merupakan catatan sejarah keterlibatan mahasiswa sebagai agent of change yang mengontrol pemerintah secara konsisten berdasarkan moralitas dan intelektualitas.

Pergerakan mahasiswa tak lepas berangkat dari tingkat aktifitas yang pada ahirnya menumbuhkan jiwa juang dan keaktifan tersebut ditumbuhkan salah satunya melalui Lembaga Kemahasiswaan. Hal ini tentu saja dijabarkan oleh mahasiswa melalui Lembaga yang beragam dengan landasan keilmuan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga kemarakan Lembaga tersebut sedikitnya mereduksi tingkat homogenitas visi yang dikedepankan. Lembaga Legislatif sebagai salah satu lembaga yang menjadi pilar dari pilar lain (eksekutif) mempunyai andil besar dalam proses dinamika pergumulan lembaga kemahasiswaan di Indonesia dalam usaha penguatan eksistensi Lembaga Kemahasiswaan secara integral. Untuk itu, komunikasi secara intensif dari seluruh elemen sangat diperlukan guna meningkatkan pola hubungan student government.

Fenomena internasional telah memberikan contoh akan perlunya tingkat intensitas komunikasi antar legislatif tersebut. Dengan salah satu contoh adalah pertemuan World Parliament Conference atau Regional Parliament Summit. Dalam pada itu, perlu sekali tingkat komunikasi antar legislatif universitas dijalin dengan kemasan acara yang didalamnya hak mengemukakan pendapat (rekomendasi) tiap lembaga dijadikan bahan kajian dengan rekomendasi delegasi yang lain, sehingga dapat ditarik common recommendation tiap universitas dalam format tawaran bersama untuk format STUDENT GOVERNMENT yang ideal. Disisi lain, menjadi wadah saling tukar informasi antar universitas dalam progressivitas lembaga kemahasiswaan.

Mengenai penggunaan istilah Lokakarya dikarenakan dikarenakan dalam lokakarya, didalamnya terdapat pelbagai pluralitas elemen yang saling dapat duduk berdialog bersama, saling menjajagi pendapat satu sama lain secara egaliter. Sehingga didapatkan output seoptimal mungkin. Sedang pemakaian Jambore karena proses aktualisasi diri dan harmonisasi dapat saja melalui proses pendekatan kultural dengan menghilangkan formalisme. Sehingga Panitia mencanangkan untuk bersama-sama camping di Bumi Perkemahan Cikole Lembang (Temperatur kurang lebih 15 derajat celcius) disamping pengemasan acara yang rileks dan ramah lingkungan, Panitia tidak muluk-muluk memberikan fasilitas pada acara Jambore, karena pengenalan terhadap alam sebagai bentuk dari pengenalan diri kita pada Tuhan tidak harus memakai keistimewaan perangkat.

Lokakarya dan Jambore Nasional ini sedapat mungkin mempertemukan berbagai keragaman pendapat dan pemikiran yang berkembang dikalangan lembaga-lembaga kemahasiswaan maupun kelompok-kelompok mahasiswa. Akan tetapi, panitia terbentur pada mekanisme mana yang dpat disebut mekanisme representasi (khususnya yang ideal). Kami yakin seideal apapun mekanisme yang kami rancang, pasti ada yang kurang puas. Sehingga sekiranya pada pertemuan yang baru awal diadakan ini (88 universitas), dapat menjadi motor awal kearah pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Dengan harapan dan pengharapan penuh, kami mengundang partisipasi teman-teman lembaga kemahasiswaan untuk mengikuti kesederhanaan acara ini sehingga diharapkan rumusan konsep STUDENT GOVERNMENT yang ditawarkan oleh rekomendasi delegasi tiap universitas dapat dijadikan bahan kajian kita bersama.

 

Copyright by Darulquthni Elbantany
Hosted by www.Geocities.ws

Hosted by www.Geocities.ws

1