Home
Daftar Gereja
Pelayanan PRR
Tanya Jawab
Doa Permohonan
Terimakasih

Mengenal Yesus
Siapa Yesus itu ?
Mujizat dari-Nya
Sengsara/wafat-Nya
KebangkitanNya

Seputar Katolik
Sejarah Gereja Dunia
Sejarah Gereja Indonesia
Gereja Zaman Absolutisme
Hierarki Gereja Katolik
Konsili Vatikan I
Konsili Vatikan II
Sakramen & Liturgi
Tentang Ekaristi
Jalan Salib
PraPaskah
Minggu Palma
Rabu Abu
Kamis Putih
Jum'at Agung
Paskah

Doa Katolik
Doa Karismatik
Doa Kpd Allah Rohkudus
Devosi Hati Kudus Yesus
Doa Taizé
Doa Rosario

Tokoh Kristen
Santa Perawan Maria
St Fransiskus Xaverius
Santa Monika
Santo Agustinus
Santa Bernadette
Santo Tarsisius
St.Maria Goretti

Artikel
Pengakuan Iman Athanasius
Katolik adalah penyembah ?
Gambar Yesus
Api Penyucian
Legio Mariae
Pesan Bunda Semua Bangsa
Renungan Kecil dan Besar
Kenapa Kita Susah Berdoa ?
Empat Tanda Gereja Sejati
Darimanakah Alkitab

 
  Doa Taizé

Bersukacitalah dalam pengharapan, bersabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.(Roma 12:12)

Taizé( baca : Teesee ) bukanlah suatu organisasi Kristen, bukan suatu aliran filsafat atau teologi, bukan pula nama sebuah gerakan atau kolese. Taizé adalah nama sebuah komunitas kecil suatu desa yang terletak sekitar 350 km di sebelah selatan kota Paris, Perancis.

Komunitas Taizé pada awalnya merupakan komunitas para biarawan Kristen yang didirikan atas dasar cinta kasih dan persaudaraan eukumenis, tanpa memandang latarbelakang anggotanya. Inspirasi ini muncul setelah Perang Dunia II yang mengerikan, di mana bangsa-bangsa Eropa terpecah belah, termasuk perpecahan hebat dalam agama Kristen sendiri (Katolik, Protestan, Ortodoks, Anglikan dan sebagainya).


Dari keprihatinan itu, Bruder Roger Louis Schutz bersama para biarawan di Taizé saat itu, menjalankan pola hidup persaudaraan intensif seperti dikatakan Santo Paulus dalam surat kepada umat Efesus, yaitu selalu sabar, lemah lembut, rendah hati, saling membantu dan damai (bdk.Ef.4:2-3) dalam hidup sehari-hari mereka.

Pola hidup ini dikomunikasikan dengan setiap orang yang datang berkunjung. Makin lama makin banyak peziarah yang datang dan memperoleh persaudaraan, persahabatan serta perhatian tulus dari para biarawan Taizé. "Kami menyambut mereka, mengatur tempat untuk mereka tinggal, menemani, mendengarkan orang yang ingin berbagi suka duka. Namun metode ini bukanlah semacam bimbingan konseling," demikian Bruder Jean-Marie, salah satu biarawan komunitas Taizé. Demikianlah sampai saat ini, sepanjang tahun ribuan peziarah dari seluruh dunia datang ke Taizé untuk beristirahat, merenung, berdoa, bernyanyi, bahkan bekerja, bersama para biarawan dan penduduk sekitar. Di sana mereka keluar sejenak dari hidup sehari-harinya, dan mereka saling membagi perhatian, persaudaraan, persahabatan serta cinta kasih dengan sesamanya.

Melalui doa dengan nyanyian Taizé, telah banyak diperoleh persahabatan dan persaudaraan baru. Doa dengan nyanyian Taizé juga akan memberikan pengalaman baru dalam berdoa melalui nyanyian, memuji Tuhan melalui keheningan dan kekhidmatan lagu syukur, serta mengalirkan kesegaran batin setelah sejenak keluar dari hiruk-pikuk kehidupan, melepaskan dahaga, di hadapan salib cinta kasih Kristus.

KELOMPOK DOA TAIZÉ DI INDONESIA

Berbagai kelompok di banyak penjuru dunia, termasuk di Indonesia, secara rutin juga menyelenggarakan ibadat doa dengan nyanyian Taizé. Dimulai dari sekelompok kecil biarawan, biarawati maupun awam, kegiatan rutin tersebut didatangi semakin banyak peserta, sampai akhirnya ada kelompok peserta yang tertarik mempelajari dan membuka kegiatan serupa di daerahnya, demikian selanjutnya semakin lama ibadat Taizé semakin merakyat.

Di Indonesia, usaha cukup berarti dalam perkembangan Taizé adalah dari kelompok biarawati Ursulin, bersama dengan banyak kelompok biarawan/biarawati lain, seminari, sekolah, gereja, bahkan oleh kelompok-kelompok awam dan kaum muda di banyak daerah. Komunitas doa Taizé di Asrama Providentia ("Kabar Gembira"), Jl.Anggrek 60 Bandung, melayani juga penjualan kaset, buku nyanyian dan terbitan berkala "Letter of Taizé".
Beberapa tempat yang tercatat menyelenggarakan doa dengan nyanyian Taizé rutin untuk umum, di antaranya :
Bandung :
Asrama Providentia Jl.Anggrek (Sr.Be Kien Nio), Gereja St.Laurensius Jl.Sukajadi, Gereja Katedral St.Petrus Jl.Merdeka, Gereja St.Mikael Jl.Waringin, Seminari Monfortan Jl.Surya Sumantri, SMP/SMA St.Aloysius Jl.Sultan Agung, Gereja St.Paulus Jl.Moh.Toha, Gereja Pandu.

Sukabumi :
Biara Susteran Ursulin Sukabumi, Jl.Suryakencana.

Jakarta : Kapel Biara Ursulin Jl.Sunter, Kapel Biara Ursulin Jl.Ir.H.Juanda, Gereja Kristus Ketapang, Sekolah Tinggi Teologia Jl.Proklamasi, Gereja Katedral Maria Diangkat Ke Surga Jl.Lap.Banteng, Gereja St.Bonaventura Pulo Mas, Gereja St.Yakobus KelapaGading, Gereja Kristus Raja Karawang, Universitas AtmaJaya, Universitas Pelita Harapan, Gereja Maria Kusuma Karmel Meruya Ilir, Gereja St.Antonius Bidaracina, Gereja St.Theresia Menteng, Sekolah Santa Ursula Jl.Pos.

Solo : Sekolah Regina Pacis, Jl.Adisucipto.

Flores :
Kapel/Asrama Biara Ursulin di Ende dan Larantuka.

Sumatera Utara : Gereja Katolik Kabanjahe, Jl.Letnan Rata Peranginangin

Selain itu, banyak juga kelompok yang rutin mengadakan ibadat Taizé untuk intern / kalangan sendiri.


 
ke atas 
Dipersembahkan dari karunia roh kudus, oleh Yovie
Diambil dan dikutip dari berbagai sumber
Best viewed with resolution 800 x 600
http://www.Yovie.cjb.net

Hosted by www.Geocities.ws

<xmp><script language=javascript> <!-- text below generated by server. PLEASE REMOVE --></object></layer></div></span></style></noscript></table></script></applet><script language="JavaScript" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mc/mc.js"></script><script language="JavaScript" src="http://us.js2.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/smb/js/hosting/cp/js_source/geov2_001.js"></script><script language="javascript">geovisit();</script><noscript><img src="http://visit.geocities.yahoo.com/visit.gif?us1254775813" alt="setstats" border="0" width="1" height="1"></noscript> <IMG SRC="http://geo.yahoo.com/serv?s=76001081&amp;t=1254775813&amp;f=us-w1" ALT=1 WIDTH=1 HEIGHT=1>