|
|
PROFIL PENGELOLA
EkaHindra - Jakarta
Mulai bersentuhan dengan masalah Jugun Ianfu sejak 1999, dimulai dengan membuat biografi Mardiyem (survivor Jugun Ianfu asal Yogyakarta) untuk kantor berita radio Internews Indonesia, disiarkan ke 50 stasiun radio seluruh Indonesia.
Tahun yang sama terlibat investigasi Jugun Ianfu yang dibawa ke Ianjo Telawang, Banjarmasin, Kalimantan Timur bersama Neihibenren (Asosiasi Advokad Jepang). Kemudian tahun 2000-2003 menjadi simpul jaringan kerja di Jakarta dari Volunteer Forum Resistance of Military Violence Againts Women (Salatiga), sebuah gerakan yang khusus melakukan advokasi Jugun Ianfu di Indonesia
dan Asia.
Menjadi koordinator kampanye persiapan Tribunal Tokyo untuk kasus perbudakan seksual militer Jepang di Indonesia, menghadiri Tribunal Tokyo dan membuat liputan untuk kantor Berita Radio 68H Jakarta.
Mulai melakukan riset mendalam soal Jugun Ianfu dan menulis biografi Mardiyem bersama Dr. Koichi Kimura sejak 2003-2006, tahun 2004 melakukan riset mengenai Ianjo-Ianjo di Balikpapan (Kalimantan Timur) bersama peneliti Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang dan mengunjungi lokasi pembantaian tentara Jepang di Bukit Soeharto, Balikpapan dan bekas markas tentara Jepang di Pantai Balikpapan.
Tahun 2005 melakukan penelusuran lokasi militer Jepang di Samarinda di Loa Buah dan Sanga-sanga, Kalimantan Timur. Tahun yang sama ikut mengagas dan mendirikan Jaringan Advokasi Jugun Ianfu Indonesia (JAJI Jakarta) dan menjadi anggota tim perumus advokasi 2005-2008.
Tahun 2006 terlibat penelitian Jugun Ianfu Korea di Indonesia bersama Parlemen Korea Selatan, menghadiri pertemuan Jugun Ianfu tingkat Asia
di Seoul, dan mengunjungi Museum of Sexual Slavery by The Japanese Military di Kwangju, Korea Selatan.
Tahun 2007, menelusuri situs militer Jepang dan mengunjungi makam tentara Jepang yang dibangun tugu peringatan di Pantai Lamaru, Balikpapan. Jadi peneliti untuk stasiun TV Trans 7 untuk paket liputan program Saksi Hidup dengan tema Jugun Ianfu di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Tahun 2008 membuat riset untuk pelukis Bibiana Lee untuk pameran lukisan dengan tema Perang dan Perdamaian di Galeri Semarang.Telah menghasilkan 1 buku Biografi Mardiyem (survivor Jugun Ianfu Indonesia)Momoye ; Mereka Memanggiku (EkaHindra; Koichi Kimura), penerbit Erlangga; Jakarta, 2007.
|
|
WEBSITE JUGUN IANFU INDONESIA
Website ini merupakan hasil kolaborasi kerja independen, kritalisasi diskusi panjang poros
Jakarta - Yogyakarta - New York mengenai pekembangan advokasi Jugun Ianfu secara global, baik ditingkatan Indonesia maupun Internasional. Perdebatan mengenai esensi advokasi Jugun Ianfu berlangsung alot mulai dari metode yang dipakai sampai pada sasaran inti advokasi.
Perdebatan ini berujung pada ketiadaan wadah untuk publik yang menyediakan infomasi seputar perkembangan Jugun Ianfu. Sehingga publik Indonesia tidak memiliki ruang berisi informasi dan forum diskusi sebagai media belajar menambah pengetahuan seputar lingkup Jugun Ianfu.
Website ini dimaksudkan sebagai perpustakaan online yang ditujukan untuk publik mengenai berbagai informasi yang berkaitan dengan Jugun Ianfu Indonesia, Asia dan serta lingkup makro periode kolonialisasi Jepang. Hasil kerja independen ini berusaha menyajikan ruang sederhana yang bisa dipakai siapa saja untuk melihat, membaca bahkan berdiskusi aktif.
Selain itu, Website ini juga didedikasikan sebagai wujud penghargaan untuk seluruh survivor Jugun Ianfu Indonesia atas keberanian menjalani hidup di atas sejarah yang pahit. Pamerintah Indonesia sejak kemunculan para survivor tahun 1992 tidak bertindak aktif untuk memperhatikan nasib para survivor. Hingga kini belum ada tindakan kongkrit dari pemerintah Indonesia untuk membela dan memulihkan hak asasi para survivor. Padahal negara-negara korban di Asia seperti Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Taiwan, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Belanda bertindak aktif membela warga negaranya dan menuntut Pemerintah Jepang betanggung jawab atas penerapan sistem perbudakan seksual selama Perang Dunia II.
Kami terus menjalin hubungan dengan para aktifis yang memperjuangkan hak para korban kebrutalan perang ini dari seluruh dunia, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menempatkan isu Jugun Ianfu ini dalam peta sejarah dunia.
EkaHindra - Jakarta
www.jugunianfuindonesia.org
E-mail: [email protected]
Kami menerima sumbangan tulisan, gambar, maupun
materi lainnya tanpa imbalan, untuk keperluan penelitian dan informasi tentang isue Jugun Ianfu di Indonesia.
Tulisan bebas dan tidak selalu harus mencerminkan pandangan pengelola, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila materi merupakan
saduran harap mencantumkan sumbernya.
Materi dalam website ini sebagian memiliki hak cipta,
apabila menyadurnya atau download harap
mencantumkan sumber kami.
|