|

[home]
[pakguruonline]
[siswaonline]
[mailinglist
pakguruonline] [al-haq]
LAPORAN ACTION
RESEARCH :
EFEKTIFITAS
PEMBELAJARAN GEOGRAFI
MELALUI
METODE OUT DOOR STUDY
DALAM
UPAYA MENINGKATKAN
MINAT
BELAIAR SISWA
Ninik
Widayanti *)
PENDAHULUAN
Minat
adalah variabel penting yang berpengaruh terhadap
tercapainya prestasi atau cita-cita yang diharapkan
seperti yang dikernukakan Effendi (1995) bahwa belajar
dengan minat akan lebih baik daripada belajar tanpa
minat.
Rendahnya
minat belajar siswa di SLTPN 2 Candipuro terhadap mata
pelajaran geografi selama ini menandakan bahwa
pembelajaran geografi kurang menarik. Hal ini terbukti
dari setiap hasil analisis pada setiap ulangan harian
daya serap siswa di bawah 65% (tidak tuntas).
Berbagai
upaya telah dilakukan untuk dapat meningkatkan minat
serta prestasi belajar siswa, antara lain dengan
pemberian pelajaran tambahan pada kelas 3, penyediaan
LKS yang dilengkapi dengan sejumlah soal-soal latihan
pada kelas 1 dan 2, tetapi hasilnya masih belum
memuaskan.
Dari
kenyataan tersebut dapat diduga penyebab mengapa
prestasi belajar siswa rendah pada setiap ulangan
geografi, antara lain:
Siswa
kurang memahami konsep pengajaran geografi. Jam
pelajaran geografi berada pada jam terakhir. Siswa
kurang termotivasi menyelesaikan tugas-tugas di rumah.
Minat baca siswa terhadap buku teks geografi rendah.
Siswa jarang berani bertanya pada saat proses belajar
mengajar.
Dari
sejumlah permasalahan tersebut di atas sebenarnya ada
satu masalah utama yang perlu mendapat perhatian,
yaitu yang berkaitan dengan minat siswa pada pelajaran
geografi. Sebagian besar siswa kurang berminat dalam
belajar geografi disebabkan guru yang rnasih
menggunakan metode ceramah sehingga materi yang
diajarkan menjadi verbal/hafalan. Kita menyadari bahwa
salah satu kelemahan metode ceramah jika diterapkan
secara murni adalah tidak melibatkan anak didik secara
aktif dalam proses pembelajaran akibatnya materi
tersebut
menjadi kurang menarik.
Upaya
yang diperkirakan dapat meningkatkan minat siswa pada
pelajaran geografi adalah dengan menerapkan metode out
door study atau metode di luar ruangan
kelas dengan pemberian tugas pada siswa. Karjawati
(1995) menyatakan bahwa metode out door study
adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di
luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di
lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan
lingkungannya. Melalui metode out door study
lingkungan diluar sekolah dapat digunakan sebagai
sumber belajar. Peran guru disini adalah sebagai
motivator, artinya guru sebagai pemandu agar siswa
belajar secara aktif, kreatif dan akrab dengan
lingkungaan. Metode out door study
pada pengajaran geografi menjadi sarana memupuk
kreatifitas inisiatif kemandirian, kerjasama atau
gotong royong dan meningkatkan minat pada geografi. (Nursid
Sumaatmadja, 1996). Dengan demikian diharapkan metode out
door study dalam pengajaran geografi dapat
meningkatkan minat belajar siswa kelas II SLTP Negeri
2 Candipuro.
Pemilihan
lingkungan di luar sekolah sebagai sumber belajar
hendaknya disesuaikan dengan materi pelajarannya.
Dalam hal ini materi yang sesuai dengan metode
tersebut adalah materi kelas 2 yang banyak menyangkut
sumber daya alam yang ada di sekitar kita. Melalui
metode out door study, bentuk
tugas yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan anak
didik pada batas frekuensi yang tetap menggairahkan
mereka sehingga tidak menimbulkan kebosanan dan
kejenuhan.
Berdasarkan
uraian di atas, maka tujuan dari penelitian tindakan
kelas ini adalah untuk mengetahui etektifitas metode out
door study dalam meningkatkan minat
belajar siswa SLTP kelas 2 dalam mata pelajaran
geografi.
Penelitian
tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat, bagi guru
sebagai bahan masukan tentang penggunaan metode out
door study dalam pembelajaran
geografi dalam rangka menumbuhkan minat belajar
siswa, sedangkan untuk siswa diharapkan dapat
menumbuhkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi
geografi.
METODE
PENELITIAN
Penelitian
tindakan kelas ini dilaksanakan di SLTP Negeri 2
Candipuro Kabupaten Lumajang, pada pertengahan bulan
Juli - Oktober 2002 pada mata pelajaran geografi
khususnya kelas 2C. Sekolah itu terletak di kaki
gunung Semeru dan jarak dari Kecamatan sekitar 7 km.
Siswa rata-rata berasal dan tingkat sosial ekonomi
yang beragam.
Dalam
penelitian tindakan kelas ini instrument yang
digunakan adalah observasi/pengamatan untuk guru,
angket dan catatan lapangan, lembar observasi
digunakan oleh kolaborator untuk mengamati guru pada
saat pelaksanaan KBM. Angket diberikan kepada siswa
setelah penelitian tindakan pada sikius I dan sikius
II untuk mengukur minat siswa terhadap pelajaran
geografi. Sedangkan catatan lapangan dilaksanakan pada
saat KBM sedang berlangsung dengan harapan dapat
memperoleh beberapa temuan/data tentang kegiatan guru
dan siswa dalam proses pembelajaran.
Pada
penelitiaan tindakan ini menggunakan 2 (dua) sikius
yang masing-masing sikius terdiri 2 kali pertemuan.
Tiap pertemuan waktunya 2 x 45 menit. Hal ini
dilakukan karena keterbatasan waktu dan penelitian ini
menyesuaikan dengan pokok bahasan yang ada di kelas 2.
Masing-masing siklus dilaksanakan dengan dilengkapi
instrumen/alat observasi. Siklus pertama dirancang
dengan dasar refleksi awal, selanjutnya siklus kedua
didasarkan atas refleksi siklus pertama.
PELAKSANAAN
PENELITIAN
Siklus
Pertama
Guru
sudah menentukan lokasi di luar kelas untuk
melaksanakan penelitian yang tidak jauh dari sekolah.
Kemudian guru sudah membagi 8 kelompok, yang
masing-masing kelompok anggotanya 5 siswa.
Guru
membuat panduan belajar siswa pada waktu belajar
diluar kelas yang nantinya dibagikan pada
masing-masing kelompok.
Guru
sudah menetapkan tema/materi pembelajaran. Pertemuan 1
adalah Sumber Daya Alam, pertemuan 2 adalah
Jenis-jenis Sumber Daya Alam.
Pelaksanaan
Penetitiaan
Kegiatan
awal :
-
Guru
mengajak siswa ke lokasi di luar kelas.
-
Guru
mengajak siswa untuk berkumpul menurut kelompoknya.
-
Guru
memberi salam.
-
Guru
memberi motivasi pada siswa tentang pentingnya
lingkungan sebagai sumber belajar termasuk manfaat
sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
-
Guru
memberikan panduan belajar kepada masing-masing
kelompok
-
Guru
memberikan penjelasan cara kerja kelompok
Kegiatan
inti :
-
Masing-masing
kelompok berpencar pada lokasi untuk melakukan
pengamatan dan diberi waktu ± 25 menit.
-
Guru
membimbing siswa selama pengamatan di lapangan.
-
Selesai
pengamatan siswa di suruh berkumpul kembali
untuk
mendiskusikan
hasil pengamatannya.
-
Guru
memandu diskusi dan siswa di beri kesempatan
memberi tanggapan waktunya ± 25 menit.
Kegiatan
akhir :
Kegiatan
pengamatan/observasi :
Kegiatan
pengamatan/observasi dilaksanakan bersamaan dengan
kegiatan di atas yang dilakukan oleh kolaborator.
Adapun hal-hal yang diobservasi meliputi:
-
Urutan
langkah-langkah pelaksanaan KBM
-
Kegiatan
siswa dalam kerja kelompok
-
Aktifitas
guru dalam mengelola KBM di luar kelas
-
Monitoring
angket siswa
Refleksi
;
Refleksi
dilakukan
untuk mengamati
pelaksanaan tindakan dan hasil kerja siswa pada siklus
I, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan diantaranya
dalam pengelompokan siswa, lokasi yang kurang sesuai,
keterbatasan waktu (karena banyak waktu yang terbuang),
dan konsentrasi/ perhatian siswa mudah berubah.
SIKLUS
KEDUA
a.
Perencanaan tindakan pada siklus kedua
dilakukan dengan memperhatikan hasil refleksi pada
siklus I, antara lain :
-
Menentukan
lokasi yang lebih tepat/sesuai dengan tema.
-
Membuat
panduan belajar siswa yang mudah dipahami oleh
siswa.
-
Menyiapkan
waktu yang tepat agar tidak banyak waktu yang
terbuang.
-
Menyiapkan
pengeras suara (misal megaphone)
untuk
lebih
memusatkan konsentrasi siswa.
-
Kelompok
siswa disusun secara variatif agar merata antara
kemampuan masing-masing siswa.
-
Menetapkan
pokok bahasan/tema yang lebih menarik. Pertemuan 3
mengenai
-
Tanah,
perternuan 4 mengenai Batuan.
b.
Pelaksanaan tindakan
Kegiatan awal :
-
Guru
langsung mengajak siswa ke lokasi.
-
Guru
meminta siswa berkumpul sesuai kelompoknya.
-
Guru
membuka pelajaran dan memberi salam.
-
Guru
memberi motivasi yang lebih meningkatkan antusias
siswa.
Kegiatan inti :
-
Masing-masing
kelompok berpencar pada lokasi yang sudah
ditentukan dan diberi waktu ± 25 menit.
-
Guru
membimbing siswa selama pengamatan.
-
Selesai
waktu yang sudah ditentukan guru mengajak siswa
berkumpul kembali untuk diskusi hasil
pengamatannya.
-
Guru
memandu diskusi dan siswa diberi kesempatan
memberi tanggapan waktu yang disediakan ± 25
menit.
Kegiatan akhir :
Kegiatan
pengamatan/observasi Dalam siklus kedua ini tampak
beberapa perubahan yang dialami siswa, yaitu semangat,
pemahaman siswa terhadap pelajaran, keberanian siswa
mengemukakan pendapat dan kreatifitas/keaktifan siswa
mengalami peningkatan: semangat siswa yang
semula 95%
menjadi 97,5%;
pemahaman siswa yang semula 80% menjadi 97,5%;
keberanian berpendapat yang semula 80% menjadi 87,5%;
dan keaktifan siswa yang semula 77,5% menjadi 87,5%.
Refleksi
Dalam
siklus ke 2 ini ada beberapa hal yang perlu diperbaiki,
yaitu kerja kelompok cenderung anak tertentu saja yang
bekerja, konsentrasi siswa mudah sekali beralih karena
di luar kelas sering kali banyak gangguan misalnya
suara bising, orang yang hilir mudik, cuaca di luar
kelas yang tidak menentu misalnya hujan atau angina
dan lain-lain. Hal tersebut menuntut kepandaian guru
untuk menciptakan suasana belajar yang lebih
menyenangkan,
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Metode
out door
study berhasil
meningkatkan minat belajar siswa kelas 2 pada materi
pelajaran geografi. Hal ini terbukti dari hasil
penelitian yang dilakukan dalam 2 sikius, antara lain
:
-
Metode
out door study menjadikan
siswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih
berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir
siswa lebih berkembang, suasana belajar lebih
nyaman, siswa lebih dapat memahami materi
pelajaran, siswa lebih berani mengernukakan
pendapat dan membuat siswa lebih aktif.
-
Metode
out door study lebih efisien
dan etektif jika diterapkan dengan baik, terutama
pada mata pelajaran georgafi yang ruang lingkup
pengajarannya berupa alam lingkungan yang menjadi
ciri khasnya.
SARAN
-
Guru
geografi dapat menerapkan metode out door
study melalui karyawisata ke tempat-tempat
tertentu dengan harapan minat siswa terhadap
pelajaran geografi semakin meningkat.
-
Kepala
sekolah hendaknya lebih banyak memberikan motivasi
kepada guru mata pelajaran yang lain selain
geografi agar dapat menerapkan metode out door
study dalam pembelajaran.
DAFTAR
PUSTAKA
Effendi.
1995. Fiisafat Komunikasi. Bandung; Remaja.
Rosdakarya.
Karjawati,
1995. Hubungan antara penggunaan
metode mengajar, pemanfaatan lingkungan
sebagai sumber belajar dan pengataman
mengajar guru dengan tingkat motivasi
beiajar geografi siswa SMA Negeri
di Kotamadya Malang. Skripsi tidak
diterbitkan. Malang. Program Sarjana IKIP Malang.
Sumaatmadja,
N. 1997. Metodologi pengajaran geografi.
Bandung. Bina Aksara
Walgito,
B. 1981. Bimbingan penyuluhan di
sekolah. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas
Psikologi UGM.
The
Liang Gie. 1985. Cora belajar efisien. Yogyakarta:
UGM Press.
Syaifulloh.
M. 1995. Motivasi
belajar pembelajaran dan upaya-upaya
peningkatannya. Malang: IKIP Malang.
-------------------
*)
Ninik Widayanti adalah guru SLTPN 2 Candipura
Kabupaten Lumajang Jawa Timur.
Sumber
: Buletin Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu
Pendidikan SLTP), Volume 6 No. 1 Tahun 2003.

http://www.geocities.com/jipsumbar
http://jipdiknassumbar.cjb.net
Situs
ini menampung sumbangan tulisan, berupa makalah,
kajian, serta artikel dalam kerangka inovasi pendidikan.
Silahkan kirim tulisan anda kepada web master
:
[email protected]
Jika
pada browser Internet Explorer anda muncul pesan
script error atau script debugging,
klik disni
|