Pengantar
Kata alkitab berasal dari bahasa Yunani “ta biblia” (τὰ ) yang berarti
“buku-buku”, tetapi aslinya ditulis dalam gulungan dan dianggap sebagai
tulisan suci. Alkitab adalah kumpulan 66 buku yang dibagi menjadi dua
bagian utama: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,
Intisari Perjanjian Lama tentang kerajaan Mesias yang dinubuatkan dan
dijanjikan kepada bangsa Israel.
TUHAN Allah mengilhami para penulis dan nabi yang berbeda membuat
catatan
tertulis dalam pelbagai cara dan waktu yang berbeda. Dia
mengungkapkan sifat-Nya, kebijaksanaan-Nya, kekuatan supernatural-Nya,
keadilan-Nya dan rencana-rencana-Nya bagi umat manusia.
Kata-kata Alkitab secara inheren sangat dinamis – lebih tajam dari
pedang
bermata dua. Firman Tuhan juga hidup dan aktif serta mampu menilai
pikiran dan niat hati (Heb4:12). Alkitab dirancang untuk menyucikan
orang berdosa yang percaya dan membantu melatihnya menjadi hamba yang
efektif dan
produktif dalam kerajaan Allah.
Mari
kita bahas berurutan merujuk bagan diatas;
Era Bebas Dosa (Innocence)
Dari
kitab
Kejadian pasal 1 sampai dengan 3.
Era ini dimulai dengan penciptaan langit dan bumi dan diakhiri dengan
diusirnya pasangan manusia ciptaan TUHAN sebagai gambaran copyNya yang
dinamai Adam dan isterinya Hawa. Mengapa disebut era bebas dosa?
Karena pada awalnya Adam dan Hawa diciptakan dalam keadaan tanpa dosa dan diberi mandat untuk
mengatur dan mengelola taman Eden
dengan pesan:
"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tapi
pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah
kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
mati." (Gen 2:16-17)
Melalui bujukan tipu daya Iblis/ Setan dalam bentuk ular yang dapat
berkomukasi dengan Hawa, pasangan ini jatuh dalam dosa. (Gen.3:1-7)
Pada saat itulah DOSA masuk ke dalam dunia melalui satu orang,
dari ketidak-taatan satu orang terbitlah kematian. Akibatnya, kematian
menjalar
pada
seluruh umat manusia keturunan Adam, sebab semua orang sudah berdosa. (Rom 5:12) Ada tiga aspek dampak berurutan.
- Adam
dan Hawa ‘putus hubungan’ (mati rohani) dengan PenciptaNya. Didorong hati nurani
bersalah, mereka meyembunyikan diri dan menyemat pakaian
dari daun daunan karena mereka telanjang.
- Mereka mulai
saling menyalahkan pihak lain ketimbang diri sendirinya. (Gen.3:9-13).
Sebelum mereka diusir keluar dari taman Eden, pakaian mereka
diganti dengan kulit binatang yang darahnya telah tercurah ketanah.
- Setelah berumur sekian
ratusan tahun Adam kembali menjadi debu.
Era Hati Nurani (Conscience)
Disebut juga sebagai zaman tanggung jawab moral. Dosa manusia adalah
melawan, memberontak terhadap petunjuk dan perintah khusus TUHAN.
Diluar
taman Eden, penumpahan darah binatang diintrodusir sebagai
kiat menghampiri sang Pencipta dengan melibatkan kematian pihak lain
sebagai ganti. Habil anak bungsu Adam dan Hawa
mempersembahkan binatang. Kain kakaknya mempersembahkan hasil
tanamannya. Karya pekerjaannya tidak diindahkan oleh TUHAN karena tidak
ada penumpahan
darah binatang. Kain jengkel dan iri terhadap Habil berakibat adiknya
dibunuh dipadang. Pembunuhan manusia oleh manusia terjadi pertama kali
sejak DOSA masuk kedunia.
Kemudian anak-anak
Allah (= para malaikat
yang meninggalkan habitatnya) melihat kecantikan anak anak manusia
berhasil mengambilnya sebagai isteri. Akibatnya lahir anak anak
raksasa,
terkenal dengan keganasannya sehingga oleh TUHAN dimusnakan
oleh air bah meliputi seluruh muka bumi.
Dari seluruh umat manusia waktu itu, hanya keluarga Nuh (8 orang) yang
memperoleh
Kasih Karunia. Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan
Yafet (Ge 6:10). Mereka diselamatkan
dari air bah setelah
Nuh
mematuhi petunjuk spesifik yang diberikan oleh TUHAN untuk
membuat bahtera besar. Siapa yang masuk bahtera ini selamat dari
penghukuman. Bahtera Nuh mengindikasikan kemasa depan akan gambaran
keselamatan didalam 'bahtera' Yesus.
Era Demokrasi (Government)
Era ini disebut zaman pemerintahan oleh manusia sebagai lawan dari
pemerintahan oleh TUHAN (teokrasi). Dari keturunan Ham
muncul seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN bernama
Nimrod; kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di
tanah Sinear lokasi tempat nya dikawasan negara Iraq.
Pusat peyembahan berhala berawal di Babel dimana mereka ingin membangun
menara yang ujungnya mencapai langit (Gen
11:4-7). Tradisi Yahudi
menceritakan bahwa Nimrod dihukum mati
oleh Sem karena peyembahan berhalanya. Setelah itu dimunculkan ulang
oleh
Semiramis ibunya Nimrod, yang melahirkan bayi dari
anaknya sendiri dan mencanangkan peyembahan “ibu dan anak”. Peyembahan
model ini
berlanjut sampai sekarang dengan peyembahan “bunda dan anak
digendongan"
yang
masih ditemukan pada agama agama masa kini.
Selanjutnya menara Babel dibangun demi menyatukan semua manusia agar
tidak berserakan memenuhi bumi. Hal ini melawan perintah TUHAN dan
mengundang
penghukuman dengan
memporak perandakan system komunikasi bahasa mereka.
Era Demokrasi ini diawali dengan sebuah perjanjian dengan Nuh beserta
keturunannya dan berakhir dengan kekacauan bahasa. Silsilah Sem sampai
Terah ayahnya Abram menutup kitab Kejadian pasal 11. Saatnya TUHAN
menyatakan diri Nya kepada Abram yang kemudian menjadi
Abraham, nenek moyang orang-orang Yahudi bangsa pilihan umat Israel.
Era
Hukum Taurat (Dispensation of the Law)
Di gunung Sinai TUHAN memberikan 2 loh batu tulisan (Dasa Titah) kepada
keturunan
ke-6 Abraham, yaitu Musa
Iman dan ketaatan
sebagai 'benang merah' dan
pondasi kehidupan moral yang
mewarnai era ini.
Taurat Musa mengandung 613 hukum-hukum yang dapat dikategorikan dalam
tiga kelompok:
- Sepuluh Hukum (Dasa Titah).
- Peraturan kominitas ( Civil Law) Pengaturan
kebersihan dan
kesehatan, makanan, peraturan prilaku
terhadap sesama dibidang sosial, moral, budaya, penanggalan baru
dst.
- Peraturan tata ibadah (Ceremonial Law) Petunjuk
pelaksanaan
pembuatan alat alat peyembahan dan korban, tata
tertib dan penyelegaraan ibadah kemah suci oleh para imam dari kaum
Lewi.
Beaya penyelenggaraan ibadah kemah suci didukung oleh sistem
persembahan perpuluhan dari setiap keluarga umat Israel. Masa
berlakunya Taurat Musa merupakan masa dimana TUHAN memilih dari semua
bangsa bangsa
didunia ini, bangsa Yahudi/Israel yang dikhususkan dan ditetapkan
sebagai
jalur pernyataanNya dan pengenalanNya. Bangsa ini
diberikan mandat untuk:
- Memberikan kesaksian kepada bangsa bangsa lain
tentang
TUHAN itu siapa.
- Melalui mereka Sang Pencipta membuka diriNya
sebagai Oknum Berpribadi yang Adil, Penyayang dan Setiawan.
- Menjadi panutan sebagai bangsa pemuji dan pemuja
kepada
Sang Khalik.
- Menjadi berkat bagi seluruh bangsa bangsa lain sebagai
jalur-masuknya 'Keselamatan' - sang Juruslamat penebus
dosa seluruh umat manusia, gegara DOSA yang memporak perandakan
seluruh tatanan ciptaan sang Khalik.
Yesus yang lahir sebagai orang Yahudi pada Era Hukum Taurat menyatakan
diri Nya
datang pertama kali sebagai
raja
dengan menunggang keledai ke Yerusalem (Mt 21:9,15; Mr 11:9-10;
Joh 12:13).
Kerajaan Allah Diproklamasikan
Jesus Sendiri (Kingdom Proclaimed by Jesus Himself)
Keempat buku injil Matius, Markus, Lukas dan Yohannes
melaporkan kedatangan Nya sebagai Anak Allah dan bahwa Dia lah
yang telah dinubuatkan datang sebagai Mesias Raja mereka. Namun bangsa
ini
menolak (Joh1:10-13) dan berakhir dengan kematian Nya disalib
(Joh 19:15) dan kebangkitan Nya (Lu 24:6).
Kitab 'Kisah Para Rasul' Menjembatani
Era
Hukum Musa ke Era
Kasih Karunia
Umat Yahudi yang percaya dijuluki sekte "The Way"
mengikuti ucapan Yesus; "Akulah jalan dan kebenaran dan
hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku. Joh 14:6
Setelah Kornelius orang fasik (Gentile) dan seluruh keluarganya
percaya, maka pelayanan Kasih Karunia (Grace) melimpah kebangsa bangsa
kafir
menggenapi perkataan Yesus;
19 Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Mt 28:19-20
Kerajaan Allah ditawarkan
ulang oleh para murid Yesus pada era transisi ini kepada bangsa Yahudi
dan lagi-lagi ditolak.
Kerajaan Allah Ditunda (Mistery
Dispensation of Grace)
Disebut zaman ekklesia
(umat tebusan yang dipanggil
keluar dari ‘dunia’). Dinamakan juga zaman gereja; dalam pengertian
gereja bukanlah sistem organisasinya, bukan gedung dan tempat untuk
menyelenggarakan kebaktian / ibadah, melainkan jiwa jiwa yang percaya
dan telah
ditebus oleh darah Kristus dan dimatereikan (Eph4:30) menjadi umat
milik kepunyaanNya. Tiga
belas surat-surat rasul Paulus berperan besar menjelaskan
hakekat tubuh Kristus sebagai Gereja yang Kudus dan Am.
Ekklesia juga bukanlah kerajaan Allah dibumi seperti yang diharapkan
oleh
para murid Yesus pada waktu Ia mau naik kesorga.
Act 1:6-8 Maka bertanyalah
mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan,
maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang
ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima
kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi
saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi."
Pembaca perlu tahu bahwasanya Alkitab tidak pernah menubuatkan
gereja/ ekklesia di zaman Perjanjian Lama. Segala sesuatu tentang
ekklesia baru dinyatakan di Perjanjian Baru oleh tulisan rasul Paulus.
Pada waktu Era Hukum Taurat, Israel adalah saksi TUHAN kepada dunia dan
nama YHWH adalah Allahnya Abraham, Allahnya Ishak dan Allahnya Yakub.
Apabila ada bangsa
kafir yang bertobat mereka akan meninggalkan berhala bangsanya,
berbalik dan melebur dengan umat Jehovah, umat Israel umat pilihanNya.
Jemaat mula mula terdiri dari para murid Tuhan Yesus etnis Yahudi yang
menyaksikan kenaikanNya ke surga tercatat dikitab Para Rasul pasal 1.
Baru pada hari Pentakosta sewaktu mereka bersama sama dengan orang
orang Yahudi yang berdatangan dari negara-negara lain beribadah
di Jerusalem,
turunlah Roh Kudus berupa lidah api diatas kepala para murid murid dan
saat itulah tanda lahirnya ‘Ras
Manusia Baru’
(RMB) – ciptaan baru dalam Kristus. Awal eksistensi jemaat
Tuhan dimuka bumi dimulai pada hari
Pentakosta di Jerusalem dan berakhir pada waktu
pengangkatan (rapture).
Proklamasi Kerajaan Allah Diberitakan
Ulang
Setelah RMB – Ras
Manusia Baru dicabut dari dunia, maka elemen
elemen
infrastruktur moral dan hukum yang menahan anasir kejahatan akan raib.
Seluruh dunia akan menghadapi kegoncangan, kekacauan perang global.
Cepat atau
lambat muncul seorang pemimpin kharismatik yang mampu memberikan
penjelasan tentang lenyapnya ratusan juta manusia serta mampu
menyelesaikan
kekalutan dunia secara ajaib dan elegan. Negara-negara didunia akan
menerimanya
sebagai sang juruslamat, termasuk negara Israel sebagai Mesias mereka
karena akhirnya perdamaian di Timur Tengah yang amat didambakan bangsa
Yahudi dan Perserikatan Bangsa-bangsa dipenuhi dan diselesaikan oleh
beliau
ini. Negara Israel diperkenankan membangun kembali Bait Suci nya.
Pangeran ini akan mengukuhkan perjanjian dengan banyak pihak selama
tujuh tahun. Pada
saat itulah mulai hitungan minggu ke-70 terakhir dari sejarah
nubuatan Israel (Dan 9:24-27), yaitu
masa sengsara Yakub (Jer 30:7),
disebut juga masa kesusahan besar (Mat
24:21,29). Klik disini.
Kitab-kitab Ibrani sampai Wahyu menjadi pengharapan umat Yahudi/
bangsa Israel bertahan
hidup pada masa aniaya itu.
Iman percaya plus perbuatan
diberlakukan ulang dalam era Law/Tribulasi ini. Amat berbeda sekali
pada
era Kasih Karunia ; iman
percaya tanpa
perbuatan. Era Law/Tribulation ini berakhir dengan kedatangan Kristus yang kedua
sebagai raja menunggang kuda putih ke Yerusalem.
Klik disini dan disini.
Kerajaan
Didirikan (selama 1000 tahun = millenium)
Era Kerajaan (Kingdom Age) telah dinubuatkan di Alkitab Perjanjian
Lama. Corak kehidupan dan pola masyarakatnya digambarkan dengan cukup
rinci seperti di Isa 2:1-5;Isa 65:18-25; Zech
8:20-23; Zech 14:16-21.
Sisa bangsa bangsa yang tidak binasa pada waktu kedatangan Tuhan
yang kedua, akan dikumpulkan untuk diadili sebagai syarat memasuki
kerajaan seribu tahun. Dasar pengadilannya yalah bagaimana bangsa
bangsa itu memperlakukan etnis Yahudi selama mereka dianiaya oleh semua
bangsa dan dibawah pemerintahan sang pemimpin kharismatik (Antikristus)
Mat25:32-36;Mat25:37-44.
Sebagai catatan dalam kerajaan seribu tahun ini akan ada 2 golongan
manusia yang hidup,
- Ras Manusia Baru yang
datang kembali bersama Tuhan dalam tubuh kemuliaan, berdaging dan bertulang
(Lu24.39),
- bangsa bangsa yang selamat dari
masa kesusahan besar dan diizinkan masuk. Mereka ini tetap beranak
pinak sebagai manusia berdarah
dan berdaging (Rom 7:21-24) yang masih
ada kandungan
dosa
didalam tubuh mautnya, tubuh
kematian.
Itulah sebabnya setelah Iblis dirantai didalam lobang tanpa dasar
selama seribu tahun dan dilepaskan,
ia mampu menyesatkan ras manusia lama berdarah dan berdaging
memberontak
kepada sang Raja yang memerintah di Jerusalem. Setelah dimusnakan
dengan api yang turun dari langit, Setan/Iblis sang penyesat
bangsa bangsa dilemparkan kedalam lautan api (Rev20:7-10).
Selanjutnya digelar pengadilan tahta putih mengadili umat manusia
yang masuk kelompok kebangkitan kedua (Re20:11-15).
Baru akhirnya digelar
kekekalan abadi dengan langit baru dan bumi baru. Klik disini.
Maranatha
______________________
https://www.bibleanalyzer.com/download.htm
https://www.swordsearcher.com/download.html
https://www.mosaicvenetianparc.com/recommendations/what-are-the-613-mosaic-laws.html
http://www.lianasilverstein.com/Bible-books-in-a-nutshell-Old-Testament-.html