“Apa yang kamu
inginkan dari mereka ? Mereka itu nol, kosong ilmunya. Tidak ada
manfaat yang bisa dipetik dari mereka sedikitpun.” Ini adalah”
nasehat” dari seorang guru, da’i, ‘alim kepada muridnya yang
ketahuan mencoba mencari tambahan ilmu dari “kelompok” lain.
“Yah, mereka mah
masih dangkal. Baru bisa membina dan membina. Ngaji dan ngaji.
Sampai kapan ? Kita mah sudah punya itu di situ, ini di sini, anu
di sana, Si Fulan dan Si Fulan itu adalah “orang-orang kita”.
Seharusnya mereka juga ikut kita dan bukan bikin gerakan dakwah
sendiri, karena kita yang paling duluan eksis”. Ini adalah
“nasehat” lain dari orang lain lagi.
Sumber : Majalah Al Izzah no. 20
Th.2/Agustus 2001
Betapa sulitnya melanggengkan
qiyamullail sambil pula mewujudkan sifat wara’ dan tetap
menggeluti dunia ilmu dengan mengarang, menulis dan berkreasi.
Betapa menyesalnya ketika aku tidak mampu menyempatkan diri
berkhalwat menyendiri bermunajat kepada Allah karena
disibukkan oleh urusan mengajar dan berbaur dengan sesama
manusia. Betapa lemahnya sifat wara’ ketika dicampuri dengan
mencari nafkah untuk keluarga. Padahal aku telah merelakan
tersiksa karenanya ...”
BEKAL
UTAMA bagi mereka yang ingin belajar di Rusia adalah mampu membaca
abjad Kiril. Abjad Kiril terdiri dari 34 huruf, dan berbeda dengan
abjad Latin. Maka, di Moskwa tidak ada tulisan berabjad Latin, dan
masih banyak orang Rusia yang tidak bisa berbahasa Inggris
Perjalanan menuju sebuah titik balik
kadang tak pernah bisa kita rancang dan duga. Begitu cepat dan
diluar perhitungan.
Tidak ada sisi kehidupan seseorang
yang salah. Yang keliru hanyalah cara menyikapi tiap episodenya.
Termasuk ketika getar-getar hati tiba-tiba menyapa ...,
(Kenangan-kenanganku
ketika pertama mengenal Islam dengan benar)
Bijak -
Ibuku
(buat bunda tercinta)
Al Aqso (Nasyid
Arab)
Damba Cinta-Mu -
RAIHAN
(Kenangan Indah di ITB)
Mengemis Kasih
(versi Aa' Gym)
Di Daarut Tauhid kutemukan
hidayah itu ..
Didukung oleh
:
Tanya Jawab :
Berbagai Gerakan Islam dan Da'wah Sekolah
NEWS
FOSILRAM bikin
Daerah Koordinasi Baru : DKI JAKARTA !!!
Rabu
- Kamis, 2 - 3 Juni 2004, Ada pendapat yang mengatakan bahwa
sebuah organisasi jika ingin tumbuh besar harus bisa masuk ke
pusat kekuasaan, pusat kebudayaan, pusat ekonomi sebuah negara,
yang tidak lain adalah ibukota negara tersebut.
Walaupun tidak sepenuhnya berpegang
pada pendapat itu, mungkin itulah salah satu alasan mengapa
FOSILRAM kemudian berpikir untuk mulai menjelajah ibukota
negeri kita tercinta ini, DKI Jakarta.
Melalui kunjungan yang diadakan
selama dua hari, Rabu dan Kamis di awal bulan Juni 2004 ini, lima
orang dari FOSILRAM Bandung-Cimahi, Reza Ervani, Ira Martriani,
Ana Mardiyati, Siti Muthmainnah dan Rosa Linda, membawa misi untuk
membangun silaturahmi dengan sahabat-sahabat di kota Jakarta.
Pertemuan pertama dilakukan
dengan rekan-rekan dari MATA AIR, sebuah lembaga pengelola Rumah
Singgah anak-anak jalanan yang dikomandoi oleh Kang Yopi, dengan
base camp di daerah Ciracas, Jakarta Timur.
Pertemuan kemudian berlanjut di
Jalan Bangka II dengan seorang ustadz dan rekan-rekan dari Yayasan
Amal Madani, yang akhirnya berujung dengan keputusan menjadikan
rumah ustadz sebagai sekretariat sementara FOSILRAM DKI Jakarta.
Banyak harapan dan cita-cita yang
terus tumbuh seiring dengan berdirinya FOSILRAM DKI Jakarta ini,
namun kerja keras juga dituntut untuk semakin intensif dilakukan.
Laa Haula wa Laa Quwwata Illa
biLlah. Allahu Akbar !! Allahu Akbar !! Allahu Akbar !!
DOMPET PELAJAR
MUSLIM (DPM) FOSILRAM kunjungi Lokasi Longsor di Cililin
Cililin - Ahad 2 Mei 2004, Islam mengajarkan kita untuk saling
mencintai sesama Muslim. Rasulullah saw bersabda bahwa orang
mu'min yang satu dengan yang lain ibarat satu tubuh, jika yang
satu merasakan sakit maka yang lain akan ikut merasakan sakit.
Dompet Pelajar Muslim (DPM) FOSILRAM
berupaya untuk melatih kepekaan hati itu dengan langsung terjun ke
lapangan membatu rekan-rekan yang tertimpa musibah. Dan program
pertama DPM FOSILRAM adalah menyalurkan bantuan yang dikumpulkan
oleh sahabat-sahabat di SMU Negeri 1 Bandung, SMU Negeri 6 Bandung
dan SMU Negeri 19 Bandung ke lokasi tanah longsor di Desa Kidang
Pananjung, Cililin, Kabupaten Bandung.
Berangkat pada pukul setengah
empat sore, pelajar yang tergabung di FOSILRAM baru bisa mencapai
lokasi sekitar pukul enam sore, untuk kemudian menyerahkan bantuan
kepada pihak Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU)
Walau singkat, tapi pertemuan dan
kunjungan langsung itu insya Allah dapat mengeratkan ukhuwah di
antara rekan-rekan sesama muslim, pelajar dan non pelajar.
Kegiatan ini juga bukan yang
terakhir. DPM sedang berusaha memperbaiki manajemennya untuk bisa
mengambil peran lebih banyak dalam penggalangan potensi ummat bagi
dunia pendidikan Islam.
O ya, ada cita-cita untuk bikin
FOSILRAM Cililin lho. Doakan ya. Amn (newsbox)
FOSILRAM Cimahi
untuk sementara libur Menghadapi Ujian
Cimahi, Ahad 25 April 2004. Menjelang Ujian Akhir dan Ujian
Kenaikan Kelas, FOSILRAM berupaya untuk terlebih dahulu
mengistirahatkan diri, agar para anggotanya tetap bisa menjadi
siswa prestatif di sekolah masing-masing.
Untuk menunjang hal itu, FOSILRAM
Cimahi juga mengadakan Bimbingan Belajar Gratis khusus anggotanya
mulai ahad, 2 Mei 2004.
So, MET BELAJAR SEMUA, SUKSES !!!
(newsbox)
GEREBEK ROHIS II
FOSILRAM Bandung ke SMUN 6 Bandung
Bandung, 24 April 2004, Gerebek ROHIS terus berlangsung, kali
ini giliran SMU Negeri 6 Bandung di Jalan Gardu Jati yang menjadi
tempat ngumpul anak-anak ROHIS.
Didampingi oleh Pembina DRI Ibu Dais
dan Ibu Yuyun, seperti biasa acara diisi dengan sharing dari
masing-masing ROHIS. Gerebek kali ini sedikit berbeda karena ada
tambahan materi tentang "Komunikasi Da'wah Sekolah Era Baru" yang
disampaikan oleh K' Reza Ervani dari Dewan Pendamping FOSILRAM.
Tercatat sekolah yang hadir
adalah SMUN 1 Bandung, SMUN 19 Bandung dan SMU Pasundan 3 Bandung,
tadinya SMUN 10 Bandung mau datang tapi nyasar, hingga memutuskan
untuk pulang dan hanya menyampaikan salam kepada sahabat-sahabat
lain via sms.
Hadir juga dalam kesempatan
tersebut T'Yulan, T'Rosa dan Teh (lupa namanya) dari UPI yang akan
ngebantu mentoring (newsbox)