|
|
|
NEWS

Liputan6.com, Manado: Ratusan warga Desa Sulu, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terlibat bentrokan dengan polisi saat berlangsung eksekusi atas sebuah lahan perkebunan, baru-baru ini. Dalam peristiwa itu, seorang warga tertembak mati dan puluhan polisi serta warga mengalami luka-luka.
Menurut pemantauan SCTV, bentrokan itu berawal ketika sejumlah polisi tengah mengeksekusi lahan perkebunan seluas 50 hektare di Desa Rap-rap, Tumpuan, Minahasa. Namun, tereksekusi Welem Lamia, warga Desa Sulu, berusaha menghalang-halangi eksekusi dengan mengerahkan massa ke lokasi. Akhirnya, bentrokan terjadi ketika seorang di antara massa yang berkumpul menyerang polisi. Melihat keadaan yang tak terkendali, polisi terpaksa melepaskan tembakan dan mengenai beberapa warga.
Korban tewas adalah Roy Manorek, warga Desa Sulu. Selain Roy, tiga orang lainnya yang mengalami luka tembak, yakni Nofri Wangko, Steven Lensun, dan Berli yang nyawanya masih dapat diselamatkan. Sedangkan belasan warga yang luka berat akibat benturan benda keras tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Manado. br>Di pihak kepolisian, korban akibat bentrokan juga berjumlah belasan orang, seorang di antaranya Inspektur Satu S. Patodo yang lengannya nyaris putus lantaran terkena sabetan samurai. Sedangkan Brigadir Dua Satu Max Kalumata terkena panah, dan Bripda Max Latu kepalanya bocor akibat ditembak dan terkena lemparan batu.
(Coul Crew)
|
|
|