etika veganisme
-----
4000 racun rokok
-----
anarchy, equality, peace and freedom
-----
satu komentar untuk hidup
-----
straightedge is a self indefendence
-----
air
-----


 

ESSAY 7

SEKS = HAK ASASI ?

Saat ini Bangsa Indonesia tengah mengalami suatu perubahan dalam dunia pers, yaitu kebebasan pers yang selama masa2 orde baru mereka (media massa) seakan mengalami "pencekalan" idealisme mereka sebagai seorang jurnalis. Dengan embel2 tidak layak baca, menyinggung pemerintah, bertentangan dengan moral, dll, dunia pers Indonesia seakan berada dalam suatu dilema pada saat itu Disaat masyarakat menuntut lain, sedangkan pemerintah melakukan sensor terhadap media massa dengan memberlakukan sangsi pencabutan izin. Agak tegas, dan memang memberikan nilai plus dalam sistem pemerintahan walaupun dengan kelemahannya disana sini. Namun disaat pemerintahan orde baru telah tumbang dan digantikan dengan masa reformasi, dunia pers Indonesia seakan mengalami sebuah kebebasan. Kebebasan dimana ide2 mereka yang selama ini terpendam menjadi sebuah lahan untuk mencari keuntungan sebesar2nya dengan mempertaruhkan hak2 orang lain ( diantaranya: seks yang berhubungan dengan hak asasi manusia) dalam pencapaiannya.

Entah apa yang ada dalam benak saya, ketika saya melihat dan membaca sesuatu yang menampilkan wanita sebagai objek yang seakan menggoda komsumen untuk mencoba, membaca, melihat, bahkan menghayatinya. Yang jelas perasaan yang timbul saat itu adalah rasa SEDIH, sedih melihat bangsa yang tengah terpuruk dengan masyarakatnya yang butuh akan informasi yang bermanfat kini diracuni oleh media yang mengekspos seks sebagai lahan dagangan. Mana unsur manfaat dalam hal ini ? Kita hanya memberikan uang saja kepada perusahaan yang cukup besar, sedangkan masih banyak saudara kita yang masih kelaparan. Yang ada hanyalah fikiran2 kotor yang akan membawa kita kepada tujuan yang salah dengan banyaknya kekerasan maupun kriminalisme.

Sangat jelas bahwa manusia diciptakan kedunia dengan semua hak2nya. Salah satunya adalah seks. Seks adalah wajar sebagai naluriah, dan bukan sebagai pelampiasan nafsu. Mungkin bisa dikatakan bahwa kedua pihak (sang artis dan media) sangat diuntungkan, namun disisi lain akan terjadi kepincangan moral yang berakibat pada masyarakat sebagai konsumen yang melihat dari berbagai sudut pandang. Seks adalah suatu karunia dari tuhan sebagai esensi dari penciptaan manusia yang harus kita syukuri dan kita nikmati, walaupun begitu tuhan telah memberikan batasan antara 
seks sebagai naluri alamiah, dengan seks yang diumbar secara bebas. Seks bukan suatu yang harus kita ekspos dengan seenaknya walaupun memang seks adalah suatu hak asasi yang dimiliki setiap individu, namun kita ini hidup diantara manusia yang sejak lahir memiliki strata dan moralitas
tinggi sebagai makhluk sempurna dari makhluk lainnya. 

Manusia yang mempunyai akal dan fikiran untuk memberlakukan seks sebagaimana adanya. apabila seks kita gunakan secara sembarangan, maka akan timbul suatu pertanyaan besar "apakah perbedaan manusia dengan anjing? yang rela bercinta 
dengan ibunya hanya untuk melampiankan nafsu seks pribadi?"....... Seks bukalah hal yang dapat dibeli dengan harga ratusan ribu ataupun jutaan, tetapi kita akan mendapati apa arti kebahagiaan melakukan hubungan seks takala kedua belah pihak saling mencintai dalam satu ikatan batin yaitu jenjang pernikahan yang sah.

Seni adalah seni, dan seks adalah seks. kedua2nya tidak dapat disatukan dengan dalih apapun, karena keduanya mempunyai sifat hakiki yang berbeda. Sangat tidak terpuji bahwa seks sebagai hak asasi seseorang di eksploitasi bahkan dijadikan lahan komersil untuk sekedar mencari nafkah. Akibatnya banyak pemerkosaan dan pelecehan seksual yang menjadi lagu lama dalam suatu komunitas masyarakat sehingga menjadi sebuah penyakit kemasyarakatan yang kronis yang imbasnya terkena pada wanita2 sebagai pelampiasan nafsu seks. 

Apakah kamu fikir bahwa free seks itu suatu kenikmatan yang dapat
membawa kebahagiaan hidup ? Cobalah kamu tanya pada wanita2 yang sering melakukan hubungan seks bebas, pasti mereka akan menjawab bahwa itu semua dilakukan karena desakan faktor ekonomi dan masalah kehidupan lainnya. Mungkin hanya sebagian orang yang mengaku bahwa free seks yang mereka lakukan hanya untuk "have fun " saja. Aku fikir itu hanya untuk orang yang berfikiran picik dan egois. Mereka tidak berfikir tentang masa depan anak-anak mereka apabila hal terburuk terjadi. Anak-anak kita mempunyai masa depan, harapan, kebahagiaan dan bahkan hak untuk hidup. Kita sebagai manusia yang waras tentu dalam hatinya akan mengiba ketika seorang anak terlahir tanpa ibu ataupun ayah yang benar. Kita bukan binatang kawan,.... 

Janganlah melakukan free seks dengan alasan naluri alamiah, karena hanya binatanglah yang mempunyai naluri alamiah, sedangkan manusia mempunyai akal dan fikiran sehat untuk mencerna tentang bagaimana memilih yang baik dan yang tidak baik bagi dirinya. Akupun manusia biasa dan berpacaran, tapi sampai detik ini free seks sangat aku hindari dan aku benci, sampai aku bisa menikah secara sah. 

Cobalah berfikir positif, cobalah berpikir hal yang membangun. Masa depan yang kita akan raih bukan hanya sebatas dalam angan yang dipenuhi materi ataupun nafsu !..... Oh God, that's disguisting ! ................

( X irwan X )

 

 
   

 

Hosted by www.Geocities.ws

1