![]()
|
ESSAY 24000 RACUN ROKOK Rokok berasal dari tembakau. Pertama diperkenalkan oleh orang Spanyol pada abad ke-17. Di Inggris dikenal sebagai cerutu pada abab ke-19, dan kini rokok tersebar dan terkenal di seluruh dunia. Penyajiannyapun dikemas dengan menarik, dan oleh produsen titambahkan beberapa zat agar aromanya terasa enak dan harum. Tahukah kalian bahwa rokok mengan 4000 bahan zat organik, baik berupa gas, maupun partikel yang umumnya bersifat racun (toksik), iritasi, dapat menimbulkan kanker (karsinogenik), bersifat radio aktif dan menyebabkan kecanduan(adiktif). Beberapa pabrik telah berusaha mengurangi konsentrasi bahan-bahan yang terkandung, seperti menggunakan filter, menurunkan kadar tar, dan nikotin. Pada tahun 1950, rokok filter diperjualbelikan cuma sekitar 1%, kemudian semakin bertambah. Kadar tar pada rokok semula 35 mg pada tahun 1957, kemudian menjadi 13 mg pada tahun 1987. kadar nikotin juga menurun dari 1,3 mg menjadi 1mg. Bila satu batang rokok dibakar, maka racun yang keluar adalah nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hydrogen cyanide, amonia, acrolein, acetilen, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin, 4-ethylcatechol, ortocresol, perylene, dan lain-lain. tar adalah kumpulan dari ratusan bahkan ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok setelah dikurangi nikotin dan air. Tar ini mengandung bahan-bahan karsinogen. Sementara itu nikotin adalah suatu bahan adiktif, bahan yang mampu membuat orang ketagihan dan bahkan ketergantungan. Daun tembakau mengandung 1-3% nikotin. Bila seseorang membakar dan menghisap rokok, maka ia akan sekaligus menghisapsemua bahan kimia tersebut. Asapnya juga beterbangan disekitar si perokok. Asap yang beterbangan itu juga mengandung bahan yang berbahay, dan bila dihisap oleh seseorang di sekitar si perokok, berarti ia pun menghisap bahan kimia beracun. Asap rokok yang dihisap oleh si perokok disebut "asap utama" (main-stream smoke) dan asap rokok yang keluar dari ujung rokok yang terbakar dan dihisah oleh orang disekitar perokok adalah "asap sampingan" (side-stream smoke). Bahan-bahan kimia berbahaya itulah yang kemudian menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, terutama penyakit paru-paru dan jantung. bahkan bahaya pengaruh asap rokok lebih besar dari dibandingkan dengan debu tambang. penelitian menunjukan, pengaruh buruk batu bara sekitar 1/3 dari pengaruh buruk rokok. Penelitian lain menunjukan perbandingan terjadinya kematian akibat kanker paru-paru pada mereka yang tidak merokok dan tidak terkena paparan asbes dengan mereka yang terkena paparan asbes adalah 1:5,17 tetapi pada mereka yang merokok dan juga terkena paparan asbes angkanya melonjak menjadi 53,3. dua bahan penting yang membahayakan jantung dalam rokok adalah nikotin dan gas CO. Asap rokok mengandung 0,5-3% nikotin. kalau dihisap, maka kadar nikotinnyadalam darah akan berkisar antara 40-50 mg/ml. Adanya nikotin, tentu saja membuat irama jantung tidak teratur, mempercepat aliran darah, menimbulkan kerusakan lapisan dalam pembuluh darah dan menimbulkan penggumpalan darah. Dipihak lain, gas CO (karbon monoksida) akan mengganggu kemampuan darah dalam mengikat oksigen. Gas CO berkemampuan mengikat zat hemoglobin di dalam darah 200 kali lebih kuat dari oksigen. Akibatnya hemoglobin tidak akan mengikat oksigen dan tubuhpun menjadi kekurangan oksigen yang merupakan bahan utama bagi kehidupan manusia. ( X irwan X )
|
|||
![]() |
||||