![]()
|
ESSAY 3Anarchy,
equality, peace, and freedom Anarchy
adalah sebuah faham, dimana tidak ada lagi kontrol pemerintahan atas
hidup seseorang, seseorang tidak lagi diperintah oleh dirinya sendiri,
dan anarki sendiri adalah bentuk dari faham situasionisme yang
berkembang di Eropa pada tahun �60-an. Para anarki percaya bahwa
mereka tidak memerlukan pemerintah karena pemerintah tidak adil, suka
memaksa, dan tidak peduli pada apapun. �Beritahukan padaku, siapa
yang membuat kehancuran, diskriminasi, manipulasi atas kaum miskin,
sistem yang tidak adil, penyogokan, korupsi dan lain-lainnya? Tidak
lain kecuali para penguasa. Siapa yang mengontrol hidupmu?
Para penguasa, siapa yang menentukan padamu apa yang benar
maupun apa yang salah? Para penguasa. Siapa yang menentukan berita apa
yang boleh kita terima? Para penguasa. Anarkis
tidak percaya sepenuhnya atas apa yang mereka baca, lihat, dan
didengar. Baik itu dikoran, TV, radio, dan berbagai media massa
lainnya, terutama media massa pemerintah. Anarki benar-benar
mempromosikan kebebasan, keadilan, kemerdekaan , perdamaian, dan
kebersamaan. �Kami terlahir bebas, tapi tidak dikondisikan, untuk
hidup sebagai budak dari sebuah sistem. Kami dibentuk tidak secara
alami, tidak dengan keunikan kami, dan tidak juga kami sendiri.
Anarkis percaya bahwa hasrat alami, untuk menentang rezim politik. Dan
kami dapat melakukan hal itu semua dengan baik. Hidup damai dan
bekerjasama ditiadakan dari kami, karena kami tidak mengikuti
aturan-aturan dari tiap kelas dan golongan. Ribuan orang diperintah
oleh sedikit orang, ribuan manusia hidup seperti budak agar yang
sedikit dapat menikmati hak-hak istimewa yang seharusnya menjadi hak
asasi manusia. Sebenarnya, kita yang berjumlah ribuan seharusnya
mempunyai kekuatan untuk mengambil kembali apa yang sebenarnya menjadi
hak kita. tapi apakah kita mempunyai hak untuk menggunakan kekerasan
untuk mengambil hak kita? jawaban dari seseorang dari anarkis adalah
�tidak�Tetapi
banyak terjadi kesalah pahaman bahwa anarki tidak menghasilkan
perdamaian atau apapun selain kekerasan, kekacauan, dan kehancuran.
Tetapi untuk berpendapat seperti itu, kita harus mengerti dahulu
hal-hal berikut yang sangat ditentang oleh para anarkis, yaitu: 1.
Korporatisme dan kapitalisme; Anarkis tidak memerlukan seperti
itu, karena mereka percaya behwa mereka dapat melakukan segalanya
secara independent. �Kami tidak perlu merangkul merangkul para
bisnisman yang kaya atas kehidupan kita untuk keuntungan (profit). 2.
Rasisme; (berfikir bahwa ras atau golongan tertentu lebih
rendah dari kita), Anarkis percaya bahwa bahwa mereka semua bangsa,
ras, warna kulit dan golongan adalah satu kesamaan, dan satu tujuan. 3.
Sexisme; (berfikir bahwa jenis kelamin tertentu lebih unggul
dari yang lainnya). Anarkis percaya bahwa semua pria dan wanita
mempunyai hak yang sama atas hak apapun. 4.
Fasisme; (over nasionalisme). 5.
Xenophobic; (ketakutan yang beralaskan pada sesuatu yang asing
atau yang baru). Hal inilah yang kemudian berkembang menjadi fasisme.
Anti terhadap sesuatu dari luar, dan menganggap buruk semua hal dari
luar. 6.
pengeruskan lingkungan dan habitat; Anarki menentang segala
bentuk pengerusakan lingkungan atau segala tindakan kekerasan terhadap
hewan. Maka karena itulah banyak kaum anarkis yang menganut faham
vegetarian atau vegan. 7.
Animal testing; (percobaan yang dilakukan pada hewan). Anarkis
sangat menghargai kehidupan karena mereka percaya bahwa kehidupan
adalah sesuatu yang tidak dapat diciptakan oleh manusia. 8.
Perang; Segala bentuk kekerasan atau bentuk penghancuran
kehidupan dalah sesuatu yang sangat ditentang oleh para anarkis. Karena
itulah kita harus mengerti apa yang dimaksud lambang-;ambang yang
banyak kita lihat atau mungkin yang kita kenakan, seperti A untuk
anarki, O untuk peace atau perdamaian, E untuk equality atau
persamaan. Bersama mereka akan maa depan yang lebih baik dalam rasa
saling percaya dan rasa kebersamaan dalam kehidupan yang damai.
|
|||
![]() |
||||