etika veganisme
-----
4000 racun rokok
-----
seks=hak asasi ?
-----
anarchy, equality, peace and freedom
-----
satu komentar untuk hidup
-----
straightedge is a self indefendence
-----


 

ESSAY 6

AIR dan IKAN

Sangat sulit dibayangkan apabila suatu saat sudah tidak ada lagi air yang dapat menopang segala bentuk kehidupan. Air dengan segala isinya telah memberikan kita sedikit dari kucuran kekuatan alam. Bentuknya memang bermacam-macam dari yang tawar maupun asin, namun kesemuanya mempunyai suatu kesamaan yaitu :  manfaat dari intisari kehidupan. Hampir 80 % bumi dilapisi oleh air, yang dikonsumsi oleh semua makhluk hidup dari yang kecil hingga yang besar terutama manusia sebagai unsur utama. Globalisasi yang melanda telah melindas apa yang kita sebut "spesies langka" yang kehidupannya bergantung dari air, terutama air laut. Siklus ikan-ikan laut menjadikan suatu ekosistem dalam air yang harus dilestarikan dari kepunahan berbagai macam spesies ikan langka. 

Sangat sulit untuk dibayangkan apabila kita kehabisan ikan baik itu untuk dikonsumsi maupun tidak. Kebutuhan akan ikan menjadi suatu bahan pokok bagi mereka yang bukan vegetarian, sehingga mau tidak mau ikan harus selalu ada walaupun dengan berjalannya waktu ikan-ikan dilaut menjadi berkurang karena diambil atau ditangkap secara berlebihan (over production). Kita ambil contoh dengan kasus penangkapan ikan paus besar-besaran yang dilakukan oleh sebuah kontraktor besar yang ada di Jepang sehingga menimbulkan kontrafersi dikalangan pengusaha, nelayan maupun para pecinta lingkungan dunia. Kita jangan melihat sebelah mata dengan adanya kenyataan bahwa  para nelayan akan kehilangan nafkah pekerjaannya yang digunakan untuk memberi makan anak-anaknya, ataupun dengan alasan bahwa untuk meningkatkan kesehatan, masyarakat harus mengkonsumsi ikan. Kita harus melihat pula bahwa 100-200 tahun lagi kita akan kehabisan ikan bila semua negara menyarankan untuk mengkonsumsi ikan, apalagi dikonsumsi secara besar-besaran tanpa adanya keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Menghancurkan ikan berarti pula menghancurkan kehidupan nelayan sekitar. 

Hampir 60% perusahaan komersial yang bergerak dibidang perikanan mengambil ikan secara berlebihan atau melebihi batas yang ditentukan, yang akhirnya pemerintah menutup sebagian dari kawasan perikanan laut menjadi tertutup untuk penangkapan ikan secara komersil di hampir seluruh negara di dunia. Dengan berkembangnya teknologi diciptakanlah berbagai kapal penangkap ikan yang dapat mengeruk ikan sebanyak-banyaknya. Koral laut, karang, ikan-ikan kecil, maupun barang-barang yang tidak diperlukan akan ikut terangkat oleh kapal pengeruk ikan ini. Diperkirakan hampir 20 juta metrik ton semua itu terangkat dalam satu tahun. Di sebagian belahan dunia, setiap 1 kilogram ikan yang ditangkap, lebih dari 15 kilogram ikan-ikan yang tidak diharapkan ikut masuk dan mati terjaring, kura-kura laut, dan mahkluk laut lainnya.

Biaya untuk setiap satu mangkuk sea food yang engkau makan, maka 2 kilogram spesies laut lainnya harus engkau bayar juga......

Beberapa negara mulai memberikan perhatiannya pada masalah ini. Sangat masuk diakal apabila kita selaku manusia mulai untuk berdebat guna keluar dari krisis bumi ini tanpa melimpahkan beban ini kepada anak cucu kita. Berikanlah nafas untuk ikan-ikan supaya mereka dapat berkembang biak secara lebih baik, lalu menangkapnya dengan tidak membunuh penghuni laut lain yang tidak berdosa.....     

( x till i die x)            

 

 

 
   

 

Hosted by www.Geocities.ws

1