KISAH - KISAH NABI
1 . Nabi Adam A.S. 2. Nabi Idris A.S. 4. Nabi Hud A.S. 3. Nabi Nuh A.S.
Nabi Hud A.S.

Nabi Hud A.S. adalah keturunan Syam bin Nuh, yang berarti cucu dari Nab Nuh A.S. Nabi Hud A.S. diperintahan Allah membenahi pekerti Kaum 'Ad yang tinggal di wilayah Kaum Iram (Lihat lagi Q.S. Al Fajr: 6-7) alias kota al Ahqaf (Lihat Q.S. Al Ahqaaf: 21). bedasar penelitian ahli purbakala kota itu diperkirakan di seputar Gunung Ram, 25 mil dari 'Aqabah, atau antara Yaman dan Aman, sampai Hadramaut dan As-Syajar. Hadramaut kini lebih dikenal dengan negeri Yaman itu sendiri. Kaum 'Ad merupakan masyarakat keturunan dari 'Ad bin Aus bin Iram. Sedangkan Iram merupakan anak syam bin Nuh A.S. Nabi Hud A.S. sendiri keturunan Abdullah ibnu Rabah ibnu al Khulud yang juga anak dari 'Ad bin Aus bin Iram. Al Khulud sendiri merupakan salah satu dari 11 kabilah dalam Kaum 'Ad.

Kaum 'Ad memiliki keutamaan di bidang pertanian dan pembangunan. Mereka mampu mengolah tanah tandus menjelma menjadi tanah subur mengeluarkan hasil tani yang memuaskan. Mereka terkenal sebagai ahli tata kota, sehingga kotanya menjadi asri penuh keindahan. Mereka telah pandai membangu pemandian yang menyenangkan bagi orang yang mandi pelesiran. Mereka pandai mengatur pertamanan, sehingga kota dan pemukiman menjadi nyaman utuk kehidupan Namun, kehebatan membangun gedung-gedung indah yang diisi berbagai kekayaan menumbuhkansikap arogan, sehingga suka berbangga diri dan menghina orang-orang lain yang lewat (dan terkagum-kagum) pada gedung-gedung mentereng tadi. Dengan angkuh mereka berkata kepada sesama, "Man asyadda quwwah: Siapakah yang lebih gagah, lebih hebat dibanding kami?" Itulah sikap adigang-adigug, sopo siro sopo ingsun yang mereka tunjukkan kepada lingkungan.

Kaum Nuh-termasuk seorang putra dan istri Nuh-yang menyembah berhala dan segala rupa telah terampas dalam bencana, namun keturunan dari kaum beriman yang terselamatkan ternyata ada yag kembali berubah ingkar kepada Tuhan. Salah satu keturunan Nuh misalnya, melahirkan kaum 'Ad yang akhirnya durhaka, menyembah berhala, mulai dari Shada, Shamud sampai al Haba. Itulah tiuga berhala utama, disamping masih seabreg (banyak) berhala lainnya. Kesesatan sebagian keturunan Nuh dan pengikutnya memang sudah diinformasikan Tuhan sebelumnya, kepada Nuh pula (Lihat Q.S. Hud: 48). Kaum 'Ad yang sesat tadi menyakini bahwa para berhala punya kekuatan sebanding dengan Alah Ta'ala, mampu mendatangkan berkah dan bencana, pahala atau dosa. Allah memiliki tandingan, Allah mempunyai sekutu, itulah gambaranemikiran kaum 'Ad.

Atasa fakta ini, Nabi Hud A.S. melakukan syiar kebenaran, mengajak kaum 'Ad agar tak menyekutukan Tuhan. Kepada mereka Nabi Hud A.S. selalu berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Selama ini, kamu hanya mengada-ada saja." (Lihat lagi Q.S. Al A'raaf : 65, Q.S. Huud: 50, dan Q.S. Al Ahqaaf: 21).

Kaum 'Ad yang cmerlag dalam pemikiran sehingga mampu membangun berbagai gedung pencakar langit (Lihat Q.S. Al Fajr: 6-7) ternyata bahlul (bodoh) dalam memilah dan memilih kebenaran. Patung buatan manusia dianggap sebagai tuhannya, yang mampu memberi manfaat dan mudharat kepada mereka. Sebaliknya Nabi Hud A.S. yang mendeklarasikan diri sebagai utusan Tuhan, yang mengajak mereka pada kebenaran malah disebut pendusta, penipu alias pembohong. tTak cukup itu mereka malah melabeli Nabi Hud A.S. sebagai orang bodoh, kurang akal alias kenthir, sedikit di bawah gila bin sinting (Lihat Q.S. Al A'raaf: 66-68).

Menyikapi tanggapa kaum 'Ad ini, Nabi Hud A.S. mengingatkan kepada mereka tentang azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh sebelumnya. Nabi Hud A.S. mengatakan, "Wahai kaumku. Kenapa kalian heran bahkan tak percaya bahwa kepada kalian telah datang peringatan Tuhan yang dibawa salah seorang dari kalian? Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian pengganti kaum Nuh yang dilenyapkan. Ingat pula, Tuhan telah melebihkan kekuatan badan dan perawakan kalian dibanding kaum Nuh A.S. Ingatlah, pada segala nikmat Tuhan agar kalian mendapat keberuntungan." (Lihat Q.S. Al A'raaf: 69)

Kaum 'Ad tetap cuek bebek (acuh) terhadap peringatan, malah kian menamplkan penentangan serta keadigang-adigungan. Mereka jr-joran (berlomba-lomba) dengan kemewahan, berlomba membangun berbagai rumah gedongan yang dilandasi sikap arogan. Melihat tabiat kesombongan kaumnya, Nabi Hud A.S. kembali mengingatkan, "Wahai kaumku, apakah kalian membangun berbagai bangunan menjulang hanya untuk bermain-main dan kesombongan? Mendirikan bermacam benteng dan kerangkeng agar kalian kekal? Kalian adalah orang-orang bengis yang biasa menyiksa secara kejam tak berperikemanusiaan. Ingatlah kalian, Allah telah memberi berbagai kemurahan mulai dari ternak peliharaan, anak-anak kesayangan, sampai pada perkebunan dan mata air yang mencukupkan. Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab tak terperikan." (Lihat Q.S. Asy Syu'araa': 128-135).

Kaum 'Ad yang merasa penyembahan berhala sudah mentradisi turun-temurun di kalangan leluhur, mulai dari bapak ibu sampai kakek nenek, buyut, canggah, utek-utek gantung siwur, tak peduli pada berbagai peringatan Nabi Hud A.S. dengan misi suci. Mereka melancarkan berbagai alasan, "Wahai Hud, kami tak akan mempercayaimu, apalagi meninggalkan sesembahan kami, sesembahan kami yang juga sesembahan bapak kami, sebelum engkau memberi bukti nyata pada kami bahwa engkau seorang Nabi. Wahai Hud, barangkali kamu ini adalah seorang gila yang terkena karma dari para dewa yang telah engkau cela" (Lihat Q.S. Asy Syu'araa': 53-54).

Mereka tak hanya menentang Nabi Hud A.S. lewat bicara, melalui kata-kata, malahan telah pula mengancam jiwanya. Namun, Hud ama sekali tak gentar apalagi takut. Kepada mereka Nabi Hud A.S. malah menantangnya, "Laksanakan segera tipu daya Anda terhadapku. Sesungguhnya aku berserah kepada Allah, Tuhanku. Tak ada sesuatu binatang melata di jagad raya yang lepas dari genggaman kekuasaan-Nya. Sesungguhnya, Tuhanku berada di jalan lurus, yang bila kalian berpaling darinya, maka sungguh aku telah mengingatkan kalian. Ingatlah, Tuhanku akan mengganti kalian dengan umat lainnya, dan eksistensimu tak dapat memberikan mudharat kepada-Nya.' (Lihat Q.S. Asy Syu'araa': 55-57).

Meski mendapat berbagai peringatan atau bahkanancaman. Kaum 'Ad tetap membatu hatinya. Mereka malah merasa osan, muak bin jenuh mendengar berbagai nasihat berketerusan dari Nabi Hud A.S. tadi. Mereka akhirny menantang Nabi Hud A.S. untuk membuktikan segala ancaman yang oleh mereka dijadikan gurauan. Mereka berkata, "Jika engkau benar seorang Nabi, maka buktikan, datangkan azab Tuhanmu kepada kami. Kamu jangan ngomong saja, menakut-nakuti kami."

Mendengar tantangan itu, Nabi Hud A.S. lantas berseru, "Oke. Marilah kita tunggu azab itu. Sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu" (Lihat Q.S. Al A'raaf: 70-71).

Alhasil, Kaum 'Ad akhirnya ditimpa kemarau panjang, tiga tahun lamanya. Selama tragedi ini, Nabi Hud A.S. masih memberi kesempatan waktu toleransi, agar mereka segera bertaubat kepada Allah. "Wahai kaumku," kata Nabi Hud A.S. memperingati sekali lagi. "segeralah memohon ampun kepada Tuanmu, niscaya Dia akan menurunkan hujan deras kepadamu, bahkan Dia akan pula menambah kekuatanmu." (periksa lagi Q.S. Huud: 52).

Namun, Kaum 'Ad sudah buta hati dan tuli nurani untuk menerima kebenaran dari Ilahi. Akhirnya, mereka ditimpa bala bencana yang lebih menyiksa. Angin topan, puting beliung, meliuk menimpa mereka. Suhu dingin tak terkira, menyapu pemukiman lengkap dengan para penduduknya. Tujuh malam delapan hari, angin beku meluluhlantakkan manusia yang berhati batu (Lihat Q.S. Al Haaqqah: 6-8 dan Q.s. Adz Dzaariyaat: 41-42). Semua ludes, des, tak bersisa, kecuali Nabi Hud A.S. dan para pengikutnya, yang telah lebih dulu hijrah (pergi) ke Mekkah (Lihat Q.S. Huud: 58)