KISAH - KISAH NABI
1 . Nabi Adam A.S. 2. Nabi Idris A.S. 4. Nabi Hud A.S. 3. Nabi Nuh A.S.
Nabi Adam A.S.

Dahulu kala, tak ada rujukan tepatnya tahun berapa,Tuhan berkata kepada para malaikat-Nya, "Wahai malaikat semua, Aku memberi berita bahwa Aku hendak mencipta manusia untuk Kujadikan khalifah di atas dunia."

Kala itu malaikat menyikapi firman Tuhannya dengan berkata, "Wahai Allah Ta'ala, kenapa Engkau hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di dunia, yang hanya akan membuat kerusakan saja? Bukankah Engkau tahu, kami selalu memuji-Mu, senantiasa memahasucikan-Mu?"

Mendapat pertanyaan bernada "penyangkalan" Tuhan langsung menjawab mantap, "Aku lebih tahu tentang segala hal yang tak kalian tahu." (Lihat Q.S. Al Baqarah: 30) Selanjutnya, Tuhan merealisir iradah-Nya (kehendak-Nya). Dengan sekali ucapan "Kun fa yakun (jadilah)" maka jadilah Adam, yang terbuat dari tanah hitam. (Lihat Q.S. Shaad: 71; Q.S. Al Hijr: 26, 28-29; dan Q.S. Ar Rahmaan: 14) Kepada manusia perdan ini, Allah lantas mengajarkan berbagai hal nama benda. Manusia Adam yang diberi akal pikiran, langsung menghafal di luar kepala.

Berikutnya, Tuhan mengumpulkan para malaikat yang kepada mereka lantas dikatakan, "Wahai kalian para malaikat, coba sebutkan kepada-Ku nama - nama semua benda."

Para malaikat berkata bahwa mereka tak mengetahuinya, tak tahu apa-apa, kecuali hanya beberapa hal yang telah dikasih tahu Tuhannya. Lantas Tuhan giliran memerintahkan Adam, dan maanusia perdana ini langsung menyebutkan semua nama benda yang ditunjukkan Tuhan kepadanya.

Adam dengan gemilang memerlihatkan kehebatan dan kelebihan. Setelah selesai membanggakan Adam di depan malaikat sekalian, Tuhan lantas berkata kepada mereka, "Buankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku lebih tahu rahasia langit dan bumi, tahu segala yang kau kemukakan ataupun yang kalian sembunyikan?" Berikutnya Tuhan memerintahkan kepada malaikat, "Bersujud, beri hormatlah kalian pada Adam!"

Semua malaikat bersujud, kecuali Iblis. Apa pasal? Ibls yang tak lain adalah " jin mbalelo alias tak taat" (Lihat Q.S. Al Kahfi: 50) merasa diri lebih utama dibanding manusia, sebab dia diciptakan dari api sedang Adam dari tanah belaka. Iblis enggan dan merasa takabur, ujub alias merasa lebih tinggi, utama, dan mulia.

Padahal hanya Tuhan yang lebih tahu mana yang lebih utama, karena Tuhan memang Pecipta keduanya. Alhasil, Iblis pun lantas dikutuk oleh Tuhannya, "Keluarlah kamu dari surga dalam keadaan hina, sesungguhnya kutukan- Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan tiba waktu!" (Lihat Q.S. Shaad: 73-78)

Iblis menerima kutukan. Namun, Iblis mengajukan permintaan kepada Tuhan: 1) Agar umurnya ditangguhkan alias tak mati saampai hari pembalasan. 2) Diberi keleluasaan untuk menggoda manusia dari depan dan belakang, kiri dan kanan, agar kelak menjadi temannya hidup di neraka.

Tuhan mengabulkan kedua permintaan, namun dengan memberi peringatan. "Ajaklah siapa saja dari mereka dengan segala daya dan upaya. Jika mereka mengikutimu, akan Aku masukkan mereka ke neraka bersamamu. Namun, bagi mereka yang waspada, pasti akan tahu bahwa janji Iblis adalah tipuan belaka. Dan bagi mereka cukuplah Aku yang menjadi penjaga." (Lihat Q.S. Al A'raaf: 13-18 dan Q.S. Al Israa': 61-65).

Iblis akhirnya terusir dari surga.

Tuhan, berikutnya berkehendak mencipta pasangan bagi Adam. Ketika Adam tidur, satu dari tulang rusuknya diambil, lalu diciptakanlah manusia berkelamin wanita yang diberi nama Siti Hawa.

Ketika Adam terbangun, ia terpana melihat manusia lain duduk di sampingnya, yang elok pula wajahnya. "Siapakah Anda?" tanya Adam.

"Aku seorang wanita," jawab Hawa.

"Kenapa engkau dicipta?" lanjut Adam.

"Aku disuruh menemani Anda," jawab Hawa. Akhirnya, keduanya hidup bersama dengan bahagia dalam surga. (Lihat Q.S. An Nisaa': 1 dan Q.S. Al A'raaf: 189)

Namun, Iblis yang telah dirasuki rasa iri bin dengki, dalam hati telah berjanji akan mengajak sesat Adam bersama sang istri. Apalagi penyebab dia diusir dari surga secara tak langsung akibat eksistensi Adam juga, yang diperlakukan lebih mulia darinya. Iblis putar otak, memeras pikiran untuk mencari jalan penyesatan. Alhasil, iblis akhirnya mendapat informasi Adam dan Hawa memang diberi keleluasaan dalam surga, namun masih ada satu pantangan "dilarang mendekati apalagi memakan, menikmati buah Khuldi." Larangan inilah yang dimanfaatkan Iblis untuk memperdaya Adam dan istrinya. Kepada keduanya Iblis berkata, "Wahai Adam Tahukah kenapa Tuhan tak membolehkan kalian makan buah Khuldi, buah larangan. Alasannya agar kalian tak dapat menjadi malaikat, atau tak menjadi kekal dalam surga yang penh nikmat."

Iblis mengibuli (membohongi) dengan sangat menyakinkan hati. Adam dan Hawa termakan oleh keserakahan, terjebak dalam bujukan Iblis yang menyesatkan, sehinga Adam lupa bahwa Iblis nyata-nyata sebagai musuh dirinya, manusia. Alhasil, Adam-Hawa yang dilanda keserakahan, dibakar ambisi untuk hidup di surga sepanjang zaman, lantas memakan buah larangan.

Akhirnya, Adam-Hawa melanggar pantangan, sehingga Tuhan menimpakan hukuman (Lihat Q.s. Al A'raaf: 22-23). Kepada mereka Tuhan menyatakan, "Bukankah tidak Aku izinkan kepada kalian untuk makan buah larangan?Bukankah Aku telah menginformasikan bahwa setan adalah musuh nyata bagi kalian?Kenapa kalian bisa diperdayai setan?"

adam-Hawa mengakui kesalahan dan bersegera mohon ampunan. Tuhan memberi ampunan (Lihat Q.S. Al Baqarah: 37), namun tak mengizinan keduanya tetap tinggal dalam surga, melainkan disuruh turun ke dunia, smabil memberi wanti-wanti (peringatan) kepada mereka, "Kalian akan hidup di dunia sampai waktu ditentukan. Di dunia kalian lahir, hidup, mati dan akhirnya dibangkitkan. Ingatlah, bahwa kalian satu samalain akan saling bermusuhan. Namun ingat pula, jika kalian mengikuti petunjuk yang Aku berikan, kalian tak akan tersesat apalagi celaka."(Lihat Q.S. Al A'raaf: 24-25 dan Q.S. Thaahaa: 123)

Singkat kata, akhirnya hiduplah Adam dan Hawa di dunia, kabarnya dimulai dari Jabal Rahmah, sekitar tanah Mekah. Inilah realisasi manusia dengan fungsinya sebagai khalifah: pengatur dan pemakmur alam dunia dengan segala isinya. Jika di dalam surga keduanya hidup terjamin tanpa ada upaya, maka di alam dunia mereka harus bekerja keras untuk memenuhi dan menjamin segala kebutuhannya. Keserakahan terhadap kenikmatan telah menjerumuskan Adam dan Hawa pada hidup penuh kesusahan.

Adam-Hawa akhirnya bernak pinak, dengan pola selalu kembar sepasang, pria dan wanita. Oleh karena itulah Adam disebut sebagai Abdul Basyar, alias Bapak dari semua manusia. Di antara mereka ada Qabil dan Iqlima sementara Habil bersama Labudza. Setan yang tak lain adalah Iblis dan keturunannya merealisir sumpahnya, yakni akan mengajak setiap manusia ke jalan sesat, agar mereka menjadi teman Iblis di dunia dan akhirat.

Alhasil, ketika menjelang masa perkawinan, setan yang kasat mata bersegera membisiki telinga hati Qabil agar menentang keputusan Than lewat bapaknya. Qabil merasa tak suka terhadap keputusan Tuhan agar dikawinkan secara silang: Qabil dengan Labudza dan Habl dengan Iqlima. Apa pasal? Iqlima yang tak lain adalah kembaran Qabil memang lebih cantik dibanding Labudza.

Adam dan Hawa takmampu mengatasi kekerasan hati Qabil sang putra, lantas menyuruh Qabil (kakak) dan Habil (adik) melakukan kurban bersama, untuk memutuskan siapa yang amalannya diterima oleh Tuhannya, sehingga berhak menikahi Iqlima. Kali ini setan kembali membisiki telinga nurani Qabil untuk bersikap kikir bin pelit alias medit. Akhirnya, Qabil yang terjebak rayuan setan, sebagai petani ia berkurban dengan hasil panen yang BS (barang sortiran, barang yang berkualitas rendah) dan alias afkiran. Sedangkan Habil yang peternak, murah hati, ikhlas budi, memilih binatang terbaik untuk melakukan kurban. Tentu saja Tuhan menerima kurban Habil, terbukti dari diturunkannya petir dari langit, menyambar lantas menelan kurban persembahan milik Habil (Lihat Q.S. Al Maa'idah: 27-3).

Kembali lagi, setan membisiki telinga hati Qabil agar menjadi dengki. Dus, akibat hasadbin iri, Qabil menjadi buta hati, akhirnya tega membunuh Habil adik sendiri. Setelah membunuh, Qabil lantas membawa lari Iqlima untk dikawini. Nauzubillah.