Pengantar
Kitab Roma adalah penjelasan doktrin keselamatan kekal yang ditulis oleh rasul
Paulus. Pasal delapan kitab Roma adalah "intan paling gemerlap" dari
seluruh Alkitab.
Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang
segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia
sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan
pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. (Ro
8:22-23)
Thema

Artikel ini membahas tubuh kemuliaan yang bakal diterima umat
pilihanNya yaitu Ekklesia, Gereja yang Kudus dan Am dari semua bangsa
yang telah mati maupun masih hidup dan yang telah ditebus oleh darah
Yesus bagi barang siapa yang sudah menerima Dia
sebagai juruslamat pribadinya.
Peristiwa 'pembebasan tubuh' itu akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus datang kembali menjemput tunanganNya.
2 Corinthians 11:2 Sebab
aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah
mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai
perawan suci kepada Kristus.
John 1:11-12 Ia datang kepada
milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu [Orang-orang
Yahudi/ Israel] tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang
percaya dalam nama-Nya;
Murid Murid Yesus Tidak Percaya
KebangkitanNya
Ada dua kejadian yang dicatat Alkitab.
Yang pertama sewaktu dua orang
dalam perjalanan ke Emaus dan dihampiri oleh Yesus secara menyamar dan
menanyakan mengapa mereka sedang berduka. Satu bernama Kleopas
menceritakan bahwa Yesus dari Nazaret sebagai nabi yang diharapkan
membebaskan bani Israel telah disalib dan setelah tiga hari pada hari
itu terdengar kabar bahwa kuburnya kosong. Diawali dengan teguran
sebagai orang bodoh, Yesus mulai menjelaskan dari kitab Perjanjian Lama
tentang Dia sendiri. Setelah sampai ditempat menjelang matahari
terbenam, Yesus seolah olah mau terus pergi, tetapi dicegah dan
diundang masuk untuk bermalam.
Waktu Ia duduk makan dengan
mereka, Ia
mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan
merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita
berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan
ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lu 24:30-32)
Yang kedua sewaktu Yesus tampil
ditengah tengah para muridNya kecuali
Thomas dalam ruang tertutup. Mereka diminta meraba ketubuhNya karena
semua mengira mereka melihat hantu yang tidak berdaging dan bertulang.
Sewaktu Thomas diberi tahu, ia tidak percaya laporan mereka dan
menolak;
. . .
John 20:25 Maka kata murid-murid
yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Thomas
berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya
dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan
mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan
percaya."
Delapan hari kemudian murid-murid
Yesus
berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama-sama dengan mereka.
Sementara pintu-pintu terkunci, . . . Kemudian Ia berkata kepada
Thomas:
"Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu
dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah." Thomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau
percaya. Berbahagialah mereka
yang tidak melihat, namun percaya." (Joh
20:26-29)
Ciri dan Sifat Tubuh Kebangkitan
Secara
kontras dapat diperbandingkan dengan tubuh Lazarus yang
dibangkitkan dari kematian oleh Yesus. Tubuh Lazarus mendadak keluar
dari kubur dengan seluruh tubuhnya masih dibalut dengan kain kafan dari
kaki sampai kepala.
Dan sesudah berkata demikian,
berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang
yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat
dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus
kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." (Joh
11:43-44)
Sedangkan pada kebangkitan Yesus, semua kain kafan pembalut
tubuhNya
masih tertinggal dalam kubur tanpa terurai. Hal ini berarti 'tubuh baru
Nya' lolos lewat kain pembalutnya yang seperti 'kepompong' dan
menerobos batu nisan penutup
liang kubur.
Tubuh Lazarus yang dibangkitkan akhirnya juga mati lagi, sedangkan
tubuh Yesus yang baru tidak bisa mati lagi karena menyandang ciri dan
sifat tubuh kemuliaan. Tubuh yang seperti itulah yang telah disiapkan
bagi orang-orang kudusNya (Ekklesia).
Saudara-saudaraku yang kekasih,
sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan
kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan
diri-Nya, kita akan menjadi
sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya
yang sebenarnya. (1Jo 3:2)
Maranatha.