Pembebasan Tubuh Kita

Ishak Natan
Feb 2016, Juli 2021

Pengantar
Kitab Roma adalah penjelasan doktrin keselamatan kekal yang ditulis oleh rasul Paulus. Pasal delapan kitab Roma adalah "intan paling gemerlap" dari seluruh Alkitab.

Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. (Ro 8:22-23)

Thema
 
Artikel ini membahas tubuh kemuliaan yang bakal diterima umat pilihanNya yaitu Ekklesia, Gereja yang Kudus dan Am dari semua bangsa yang telah mati maupun masih hidup dan yang telah ditebus oleh darah Yesus bagi barang siapa yang sudah menerima Dia sebagai juruslamat pribadinya.
Peristiwa 'pembebasan tubuh' itu akan terjadi pada waktu Tuhan Yesus datang kembali menjemput tunanganNya.
2 Corinthians 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
John 1:11-12 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu [Orang-orang Yahudi/ Israel]  tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Murid Murid Yesus Tidak Percaya KebangkitanNya

Ada dua kejadian yang dicatat Alkitab.
Yang pertama sewaktu dua orang dalam perjalanan ke Emaus dan dihampiri oleh Yesus secara menyamar dan menanyakan mengapa mereka sedang berduka. Satu bernama Kleopas menceritakan bahwa Yesus dari Nazaret sebagai nabi yang diharapkan membebaskan bani Israel telah disalib dan setelah tiga hari pada hari itu terdengar kabar bahwa kuburnya kosong. Diawali dengan teguran sebagai orang bodoh, Yesus mulai menjelaskan dari kitab Perjanjian Lama tentang Dia sendiri. Setelah sampai ditempat menjelang matahari terbenam, Yesus seolah olah mau terus pergi, tetapi dicegah dan diundang masuk untuk bermalam.
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lu 24:30-32)

Yang kedua sewaktu Yesus tampil ditengah tengah para muridNya kecuali Thomas dalam ruang tertutup. Mereka diminta meraba ketubuhNya karena semua mengira mereka melihat hantu yang tidak berdaging dan bertulang. Sewaktu Thomas diberi tahu, ia tidak percaya laporan mereka dan menolak; . . .
John 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Thomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, . . . Kemudian Ia berkata kepada Thomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Thomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Joh 20:26-29)

Ciri dan Sifat Tubuh Kebangkitan

Secara kontras dapat diperbandingkan dengan tubuh Lazarus yang dibangkitkan dari kematian oleh Yesus. Tubuh Lazarus mendadak keluar dari kubur dengan seluruh tubuhnya masih dibalut dengan kain kafan dari kaki sampai kepala.
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." (Joh 11:43-44)
Sedangkan pada kebangkitan Yesus, semua kain kafan pembalut tubuhNya masih tertinggal dalam kubur tanpa terurai. Hal ini berarti 'tubuh baru Nya' lolos lewat kain pembalutnya yang seperti 'kepompong' dan menerobos batu nisan penutup liang kubur.
Tubuh Lazarus yang dibangkitkan akhirnya juga mati lagi, sedangkan tubuh Yesus yang baru tidak bisa mati lagi karena menyandang ciri dan sifat tubuh kemuliaan. Tubuh yang seperti itulah yang telah disiapkan bagi orang-orang kudusNya (Ekklesia).
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (1Jo 3:2)

Maranatha.



Beranda