Hakekat
Keselamatan Kekal
Ishak Natan
Mar 2020, Okt 2020, Nov
2021
Pengantar
Ada tiga pemahaman didunia Kekristenan/Christendom.
Pertama, menurut pemahaman Gereja Suci
Katolik >
Tidak ada Jaminan Kepastian
Pembelajaran umat menekankan bahwa seseorang yang menerima dan percaya
Yesus sebagai juruslamat pribadinya tidak boleh 'membabi buta'
bahwasanya dia telah dan sudah mendapatkan 'hidup yang
kekal' dan setelah mati akan hidup bersama Tuhan Yesus di surga. Kalau
dia
ngotot berkata telah memilikinya, maka dia telah
berbuat 'dosa anggapan' (sin of presumption) dan biarkan 'dia laknat'
atau terkutuk. Merujuk . . . Hukum Kanon Gereja Roma Katolik
>>https://history.hanover.edu/texts/trent/ct06jc.html
- CANON XXIV.-Jika ada yang mengatakan, bahwa pembenaran yang
diterima
tidak dipertahankan melalui perbuatan baik; dan percaya bahwa
karya-karya perbuatan baik itu hanyalah buah-buah dan tanda-tanda
Pembenaran yang diperoleh, biarkan dia laknat.
- CANON XXIX.-Jika ada yang mengatakan, bahwa setelah
pembaptisan
jatuh
berdosa, namun karena anugerah Allah bangkit kembali; . . .
hanya dengan iman saja tanpa sakramen Tobat, bertentangan dengan apa
yang diajarkan oleh Romawi yang kudus dan Gereja universal oleh Kristus
dan para Rasul-Nya - . . .
biarkan dia laknat.
- CANON XXX.-Jika ada yang mengatakan, bahwa, setelah rahmat
Pembenaran
diterima, bagi setiap orang yang berdosa, kesalahannya
dilepaskan, dan utang hukuman kekal dihapuskan . . . atau yang
berikutnya di Api Penyucian, sebelum pintu
masuk ke kerajaan surga dapat dibuka (kepadanya); biarkan dia laknat.
Memang Umat Katolik Memiliki
Jaminan Keselamatan, tetapi Bukan Jaminan
Mutlak
http://shamelesspopery.com/assurance-of-salvation-and-the-sin-of-presumption/
Lagi pula iman doang berdasarkan kasih karunia saja tidak cukup, harus
rajin menerima sakramen ekaristi termasuk mengenapi
sakremen
lain yang diharuskan.
https://www.catholic.com/magazine/online-edition/can-we-know-that-we-have-eternal-life
Bahkan rasul Paulus pun di isukan tidak yakin akan keselamatan kekal
nya . . .
https://www.defendingthebride.com/mo/salvation.html#paul
Masih banyak ayat-ayat yang dikutip sebagai penolakan 'kepastian
keselamatan kekal'
antara lain . . .
- Tetapi
aku [Paulus] melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya
sesudah
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1Co
9:27)
Pengertian Alkitabiah 'ditolak' adalah hasil pelayanan Paulus setelah
diselamatkan dan bukan
keselamatannya sendiri. Kalau bagus pelayanan nya, akan terima pahala,
sebaliknya akan 'terbakar' seperti melalui api.
Karena
tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada
dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang
membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu,
rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang
akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak
dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh
api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan
mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian,
tetapi ia sendiri akan
diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1Co
3:11-15)
- Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan
selamat. (Mt 24:13)
Konteksnya pada masa tribulasi, masa aniaya bangsa Israel (Yakub)
dimasa depan
berkenaan dengan orang-orang umat pilihan Tuhan yaitu etnis Yahudi.
Penjelasan lebih jauh klik disini.
Kedua, menurut
pemahaman
denominasi-denominasi Protestan & Reformasi > Sebagian kecil
percaya bahwa 'Keselamatan Kekal' dapat dicopot.
Hadiah Keselamatan Kekal bisa
ditarik kembali jika prilaku kebaikannya dikalahkan oleh perbuatan
buruknya. Tambahan
pula mereka dianjurkan mendapatkan karunia-karunia rohani sebagai tanda
bukti yang dirasakan seperti berbahasa lidah dll; Atau
merasakan
berkat Ilahi dari segi kesehatan dan
kesejahteraan sosial-ekonomi karena mereka telah memelihara iman
dengan
perbuatan-perbuatan baiknya.
Menjelang akhir kehidupan rasul Paulus di bumi, memang dia berbicara
tentang "memelihara iman". Implikasinya adalah bahwa
jika dia tidak bertekun memelihara imannya, dia akan kehilangan
keselamatannya (2 Tim 4:6-8) ?
Apa betul demikian?
Paulus berbicara tentang mahkota
kebenaran yang akan ia terima.
Hal itu ditulis setelah ia
"menyelesaikan lomba" sebelum
ia menjadi martir. Dia menulis seperti itu untuk menguatkan jemaat
Tuhan bertekun dalam iman dan meletakkan pengharapan mereka di dalam
Kristus Yesus Tuhan saja.
Tetapi
dalam semuanya itu kita lebih
dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi
kita. (Ro 8:37)
sebab
semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan
yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia,
selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
(1Jo 5:4-5)
Karena barang apa pun yang
berasal daripada Allah mengalahkan dunia; maka inilah kemenangan yang
mengalahkan dunia, yaitu iman kita. Siapakah dia yang mengalahkan dunia
ini, melainkan hanya orang yang percaya bahwa Yesus itu Anak Allah? (1Jo 5:4-5 TLama)
. . . Dan segala sesuatu yang
tidak berdasarkan iman, adalah
dosa. (Ro 14:23)
. . . Maka barang sesuatu
yang tiada beralaskan iman,
itu dosa. (Ro
14:23 TLama)
Ketiga, menurut pemahaman
Alkitab > Keselamatan
sebagai anugrah tidak dapat ditarik kembali dan dimiliki terus setelah
kematian dan kekal selamanya.
Segala
perkara ini telah kusuratkan kepadamu supaya kamu mengetahui
[bukan
semoga], bahwa
kamu beroleh hidup yang kekal, yaitu kamu yang percaya akan nama Anak
Allah. (1Jo 5:13 TLama)
Semuanya itu kutuliskan
kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu [so
pasti],
bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. (1Jo 5:13)
Bagaimana Dengan Pendeta Cabul ?
https://www.youtube.com/watch?v=xnBusDmVZAY
https://www.riauonline.co.id/nasional/read/2020/03/07/penampakan-hl-pendeta-yang-rudapaksa-jemaatnya
Kasus serupa dibahas juga
disurat Paulus kepada jemaat dikota Korintus;
Memang
orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan
yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan
isteri ayahnya.
Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita
dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani
hadir, aku--sama seperti aku hadir--telah menjatuhkan hukuman atas dia,
yang telah melakukan hal yang semacam itu. Bilamana kita berkumpul
dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan
kita, orang itu harus kita
serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya,
agar rohnya diselamatkan pada hari
Tuhan. (1Co 5:1-5)
Perspektif Allah vs Perspektif Manusia
*
Pertama, perhatikan bahwa keamanan abadi adalah
obyektif; jaminan keselamatan bersifat subyektif.
* Kedua, keamanan abadi adalah keselamatan
pribadi seseorang dilihat dari perspektif Tuhan; jaminan keselamatan
adalah keselamatan pribadi seseorang dilihat dari perspektif mereka.
* Ketiga, ketika orang Kristen mendasarkan
perspektif mereka pada perspektif Allah, mereka akan mengalami jaminan
keselamatan mereka; ketika orang Kristen mendasarkan perspektif mereka
pada pengganti Tuhan, mereka akan sering meragukan keselamatan mereka.
* Keempat, ketika orang non-Kristen
mendasarkan perspektif mereka pada pengganti Tuhan, mereka mungkin
berpikir mereka diselamatkan.
* Kelima, ketika seorang non-Kristen
mendasarkan perspektif mereka pada perspektif Tuhan, mereka akan
mengenali kebutuhan yang
sebenarnya akan keselamatan.
https://eternalsecurity.info/eternal-security-once-saved-always-saved/
https://www.biblesprout.com/articles/salvation/eternal-security/
No condemnation -
No separation
Demikianlah sekarang tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada di
dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu
dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Ro 8:1-2)
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat,
maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan
datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah,
ataupun sesuatu makhluk lain, tidak
akan dapat memisahkan kita dari
kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Ro 8:38-39)
Kesaksian Allah vs Kesaksian Manusia (Takhta Suci)
Barangsiapa
percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya;
barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi
pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah
tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan
hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia
memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki
hidup. (1Jo 5:10-12)
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian
keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran,
seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan
seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. (Isa 61:10)
Domba-domba-Ku
mendengarkan
suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku
memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan
binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka
dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih
besar dari pada siapapun, dan seorangpun
tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."
(Joh 10:27-30)
Kesimpulan
Tradisi Katolik Roma
berpegang pada sinergisme perbuatan baik dengan
keselamatan dan memandang doktrin keamanan kekal sebagai
bidat.
Sebagian aliran
Protestan dipihak lain mengajarkan bahwa keselamatan seseorang harus
dijaga dengan
perbuatan baik, hidup kudus, dan penghindaran dosa agar keselamatan
abadinya tidak hilang.
Kristen Alkitabiah percaya bahwa anugrah keselamatan adalah kasih
karunia semata-mata yang diterima melalui iman saja. Sebab
karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian
Allah (Eph 2:8).
Hasil usaha adalah dampak dari kehidupan baru yang bersyukur karena
sudah diselamatkan dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan Allah.
Maranatha
______________________
https://gerejaorthodoxindonesia.org/page/5/keyakinan
https://www.catholic.com/magazine/print-edition/anathema
https://carm.org/catholic/council-trent-canons-justification
https://history.hanover.edu/texts/trent.html
https://www.neverthirsty.org/seeking-god/marks-of-a-christian/one-becomes-a-christian-when/
https://eternalsecurity.info/eternal-security-once-saved-always-saved/
https://www.biblesprout.com/articles/salvation/eternal-security/
https://www.wayoflife.org/database/reaffirmsheresies.html
http://reformedanswers.org/answer.asp/file/43371
https://www.catholic.com/magazine/online-edition/yes-christians-do-have-an-assurance-but-not-an-absolute-assurance-of