Hakekat Keselamatan Kekal

Ishak Natan
Mar 2020
, Okt 2020, Nov 2021

Pengantar
Ada tiga pemahaman didunia Kekristenan/Christendom.

Pertama, menurut pemahaman Gereja Suci Katolik  > Tidak ada Jaminan Kepastian

Pembelajaran umat menekankan bahwa seseorang yang menerima dan percaya Yesus sebagai juruslamat pribadinya tidak boleh 'membabi buta' bahwasanya dia telah dan sudah mendapatkan 'hidup yang kekal' dan setelah mati akan hidup bersama Tuhan Yesus di surga. Kalau dia ngotot berkata telah memilikinya, maka dia telah berbuat 'dosa anggapan' (sin of presumption) dan biarkan 'dia laknat' atau terkutuk. Merujuk . . .  Hukum Kanon Gereja Roma Katolik >>https://history.hanover.edu/texts/trent/ct06jc.html
Memang Umat Katolik Memiliki Jaminan Keselamatan, tetapi Bukan Jaminan Mutlak
http://shamelesspopery.com/assurance-of-salvation-and-the-sin-of-presumption/
Lagi pula iman doang berdasarkan kasih karunia saja tidak cukup, harus rajin menerima sakramen ekaristi termasuk mengenapi sakremen lain yang diharuskan.
https://www.catholic.com/magazine/online-edition/can-we-know-that-we-have-eternal-life
Bahkan rasul Paulus pun di isukan tidak yakin akan keselamatan kekal nya . . .
 https://www.defendingthebride.com/mo/salvation.html#paul
Masih banyak ayat-ayat yang dikutip sebagai penolakan 'kepastian keselamatan kekal' antara lain . . .
Pengertian Alkitabiah 'ditolak' adalah hasil pelayanan Paulus setelah diselamatkan dan bukan keselamatannya sendiri. Kalau bagus pelayanan nya, akan terima pahala, sebaliknya akan 'terbakar' seperti melalui api.
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1Co 3:11-15)
Konteksnya pada masa tribulasi, masa aniaya bangsa Israel (Yakub) dimasa depan berkenaan dengan orang-orang umat pilihan Tuhan yaitu etnis Yahudi. Penjelasan lebih jauh klik disini.

Kedua, menurut pemahaman denominasi-denominasi Protestan & Reformasi > Sebagian kecil percaya bahwa 'Keselamatan Kekal' dapat dicopot. Hadiah Keselamatan Kekal bisa ditarik kembali jika prilaku kebaikannya dikalahkan oleh perbuatan buruknya. Tambahan pula mereka dianjurkan mendapatkan karunia-karunia rohani sebagai tanda bukti yang dirasakan seperti berbahasa lidah dll; Atau merasakan berkat Ilahi dari segi kesehatan dan kesejahteraan sosial-ekonomi karena mereka telah memelihara iman dengan  perbuatan-perbuatan baiknya.
Menjelang akhir kehidupan rasul Paulus di bumi, memang dia berbicara tentang "memelihara iman". Implikasinya adalah bahwa jika dia tidak bertekun memelihara imannya, dia akan kehilangan keselamatannya (2 Tim 4:6-8) ? Apa betul demikian?
Paulus berbicara tentang mahkota kebenaran yang akan ia terima. Hal itu ditulis setelah ia "menyelesaikan lomba" sebelum ia menjadi martir. Dia menulis seperti itu untuk menguatkan jemaat Tuhan bertekun dalam iman dan meletakkan pengharapan mereka di dalam Kristus Yesus Tuhan saja.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (Ro 8:37)
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1Jo 5:4-5)
Karena barang apa pun yang berasal daripada Allah mengalahkan dunia; maka inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yaitu iman kita. Siapakah dia yang mengalahkan dunia ini, melainkan hanya orang yang percaya bahwa Yesus itu Anak Allah? (1Jo 5:4-5 TLama)
. . . Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. (Ro 14:23)
. . . Maka barang sesuatu yang tiada beralaskan iman, itu dosa. (Ro 14:23 TLama)

Ketiga, menurut pemahaman Alkitab > Keselamatan sebagai anugrah tidak dapat ditarik kembali dan dimiliki terus setelah kematian dan kekal selamanya.
Segala perkara ini telah kusuratkan kepadamu supaya kamu mengetahui [bukan semoga], bahwa kamu beroleh hidup yang kekal, yaitu kamu yang percaya akan nama Anak Allah. (1Jo 5:13 TLama)
Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu [so pasti], bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. (1Jo 5:13)

Bagaimana Dengan Pendeta Cabul ?
https://www.youtube.com/watch?v=xnBusDmVZAY
https://www.riauonline.co.id/nasional/read/2020/03/07/penampakan-hl-pendeta-yang-rudapaksa-jemaatnya

Kasus serupa dibahas juga disurat Paulus kepada jemaat dikota Korintus;
Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku--sama seperti aku hadir--telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. (1Co 5:1-5)

Perspektif Allah vs Perspektif Manusia
  * Pertama, perhatikan bahwa keamanan abadi adalah obyektif; jaminan keselamatan bersifat subyektif.
  * Kedua, keamanan abadi adalah keselamatan pribadi seseorang dilihat dari perspektif Tuhan; jaminan keselamatan adalah keselamatan pribadi seseorang dilihat dari perspektif mereka.
   * Ketiga, ketika orang Kristen mendasarkan perspektif mereka pada perspektif Allah, mereka akan mengalami jaminan keselamatan mereka; ketika orang Kristen mendasarkan perspektif mereka pada pengganti Tuhan, mereka akan sering meragukan keselamatan mereka.
    * Keempat, ketika orang non-Kristen mendasarkan perspektif mereka pada pengganti Tuhan, mereka mungkin berpikir mereka diselamatkan.

* Kelima, ketika seorang non-Kristen mendasarkan perspektif mereka pada perspektif Tuhan, mereka akan mengenali kebutuhan yang sebenarnya akan keselamatan.
https://eternalsecurity.info/eternal-security-once-saved-always-saved/
https://www.biblesprout.com/articles/salvation/eternal-security/

No condemnation -
No separation
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Ro 8:1-2)
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Ro 8:38-39)

Kesaksian Allah vs Kesaksian Manusia (Takhta Suci)
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (1Jo 5:10-12)
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. (Isa 61:10)
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu." (Joh 10:27-30)

Kesimpulan

Tradisi Katolik Roma berpegang pada sinergisme perbuatan baik dengan keselamatan dan memandang doktrin keamanan kekal sebagai bidat.
Sebagian aliran Protestan dipihak lain mengajarkan bahwa keselamatan seseorang harus dijaga dengan perbuatan baik, hidup kudus, dan penghindaran dosa agar keselamatan abadinya tidak hilang.
Kristen Alkitabiah percaya bahwa anugrah keselamatan adalah kasih karunia semata-mata yang diterima melalui iman saja.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Eph 2:8).
Hasil usaha adalah dampak dari kehidupan baru yang bersyukur karena sudah diselamatkan dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan Allah.

Maranatha

______________________
https://gerejaorthodoxindonesia.org/page/5/keyakinan
https://www.catholic.com/magazine/print-edition/anathema
https://carm.org/catholic/council-trent-canons-justification
https://history.hanover.edu/texts/trent.html
https://www.neverthirsty.org/seeking-god/marks-of-a-christian/one-becomes-a-christian-when/
https://eternalsecurity.info/eternal-security-once-saved-always-saved/
https://www.biblesprout.com/articles/salvation/eternal-security/
https://www.wayoflife.org/database/reaffirmsheresies.html
http://reformedanswers.org/answer.asp/file/43371
https://www.catholic.com/magazine/online-edition/yes-christians-do-have-an-assurance-but-not-an-absolute-assurance-of


Beranda