Tradisi Pernikahan Yahudi & Pengangkatan
Ishak
Natan
Nov. 2011, Jan 2021
Pengangkatan
sang
Mempelai Perempuan
Di bawah ini adalah
tradisi pernikahan Yahudi yang mendukung trilogi
menjelang kedatangan
Tuhan untuk gerejaNya /tubuhNya/ mempelaiNya.
[John 14:1-3; 1Thes
4:13-18; 1Cor
15:51-54]
Ada
beberapa pendapat yang berbeda tentang eskatologi Kitab Suci (peristiwa
akhir zaman). Artikel ini berkaitan dengan "pengangkatan", suatu
kejadian supranatural 'penjemputan'
umat Kristen dimasa
depan untuk dkumpulkan bersamaTuhan sebelum murka-Nya dicurahkan
keatas planet bumi.
Analogi ini menawarkan
beberapa informasi yang mendukung pengangkatan sebelum masa kesusahan
besar tiba. Seperti yang kita semua tahu, Allah menggunakan simbolisme
sangat sering dalam Kitab Suci untuk menyampaikan arti spiritual. Kita
juga tahu bahwa Allah memanggil gereja "The Bride" atau "Pengantin
Kristus" (Eph 5:22-33; 2Cor 11:2-3). Dalam konteks inilah kita akan
melihat kebiasaan pernikahan Yahudi pada zamannya Yesus itu dan
menganalisa persamaan nya dengan pengantin gereja.
... Di rumah Bapa-Ku banyak
tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Aku pergi untuk menyiapkan tempat bagi Anda. Dan jika aku pergi dan
menyiapkan tempat bagimu, Aku akan datang kembali, dan menerima Anda
kepada diri-Ku sendiri, bahwa di mana Aku berada, kamu juga ada. (Joh
14:1-3)
ANALOGI
DARI KEBIASAAN PERNIKAHAN YAHUDI
- Pengantin laki-laki
Yahudi mengambil inisiatif dalam perkawinan dengan meninggalkan rumah
ayahnya dan bepergian ke rumah calon pengantin.
Demikian
juga Yesus meninggalkan rumah Bapa-Nya di surga dan melakukan
perjalanan ke bumi; rumah calon Gereja-Nya (mempelai wanita) [Joh
6:32-33; 6:51]. Yesus datang ke bumi untuk mendapatkan gereja
(pengantin wanita) melalui pembentukan perjanjian.
Pada malam yang sama Yesus
membuat janji-Nya dalam Yohanes 14, Dia melembagakan komuni. Dalam
persekutuan ini, ia melewatkan cangkir anggur kepada murid-murid
mengatakan: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku."
(1Corinthian 11:25)
- Di rumah calon
pengantin, pengantin laki-laki Yahudi akan bernegosiasi dengan ayahnya
untuk menentukan harga (mohar) ia harus membayar untuk membeli istrinya.
Yesus
membayar harga untuk membeli gereja (mempelai wanita). Harga yang
dibayarkan adalah darah Dia, hidup-Nya. (Acts 20:28; 1Cor 6:19-20)
- Setelah mempelai
laki-laki membayar harga pembelian, perjanjian pernikahan didirikan.
Sang pria muda dan gadis itu dianggap sebagai suami dan istri. Sejak
saat itu, pengantin wanita dinyatakan kudus atau dikuduskan; terpisah
khusus untuk mempelai pria.
Jadi
gereja dikatakan dikuduskan dan ditetapkan /disendirikan secara
eksklusif bagi Kristus.
(Eph 5:25-27; 1Cor 1: 2;6:11, Heb 10:10; 13:12)
- Sebagai simbol dari
hubungan perjanjian, pengantin pria dan pengantin wanita akan minum
dari cangkir anggur di mana berkat pertunangan telah diucapkan.
Cangkir persekutuan berfungsi
sebagai lambang perjanjian melalui mana Kristus telah memperoleh gereja
(mempelai wanita). (1 Cor 11: 25)
- Jadi langkah besar
pertama dalam pernikahan Yahudi adalah hari pertunangannya. Ini
mendirikan perjanjian pernikahan.
Yesus membentuk sebuah
perjanjian yang kekal melalui darah-Nya. Roh Kudus-Nya seolah olah
simbul "cincin kawin" pada zaman modern - yaitu 'penyegelan'
atau pematereian pengantin wanita dengan jaminan bahwa Dia akan
kembali untuknya. (Heb 13:20, Luk 22:20, Eph 1:13)
- Setelah perjanjian
pernikahan didirikan, pengantin pria akan meninggalkan rumah pengantin
perempuan dan kembali ke rumah ayahnya. Di sana ia akan tetap terpisah
dari istrinya untuk jangka waktu sekitar 12 bulan.
Sama
seperti pengantin pria Yahudi meninggalkan rumah istrinya dan kembali
ke rumah ayahnya, demikian juga Yesus meninggalkan bumi, rumah dari
gereja (mempelai wanita) dan kembali ke rumah Bapa-Nya di surga setelah
Dia mendirikan perjanjian baru dan bangkit dari kematian.
Gereja saat ini tinggal di
periode 'pemisahan' menunggu kedatangan Kristus. (2 Cor 11:2)
- Selama periode
pemisahan pengantin wanita Yahudi menggunakan waktu ini untuk
mengumpulkan baju pengantinnya dan mempersiapkan diri untuk kehidupan
pernikahannya.(Col 3:1-3)
- Pengantin pria juga
menyibukkan diri dengan persiapan akomodasi tinggal di rumah ayahnya di
mana ia akan membawa istrinya.
Sejalan
dengan kebiasaan pengantin pria Yahudi mempersiapkan akomodasi hidup
bagi istrinya di rumah ayahnya, demikian juga Kristus mempersiapkan
akomodasi hidup bagi gereja di dalam rumah Bapa-Nya di surga. (John
14:2)
- Pada akhir periode
pemisahan, pengantin pria akan datang mengambil mempelai wanita untuk
tinggal bersamanya. Pengambilan pengantin wanita biasanya berlangsung
pada malam hari.
Jadi
Kristus akan datang kembali mengambil gereja (pengantin wanita) untuk
hidup bersama-Nya di akhir periode pemisahan. (John 14:3)
- Mempelai pria, pria
terbaik (best man) dan pendamping laki-laki lain akan meninggalkan
rumah ayah pengantin laki-laki Yahudi dan melakukan prosesi cahaya obor
ke rumah pengantin wanita.
Sama
seperti mengambil pengantin wanita Yahudi dicapai dengan prosesi
pengantin pria dan pendamping pria dari rumah ayah ke rumah pengantin
wanita, demikian pula proses pengambilan gereja (pengantin) akan
dilakukan dengan prosesi Kristus dengan pengawalan malaikat dari surga.
(1 Thes 4:16)
- Meskipun pengantin
wanita Yahudi mengharapkan pengantin pria datang untuknya, dia tidak
tahu waktu yang tepat dari kedatangan-Nya.
Jadi
gereja (pengantin wanita) tidak mengetahui waktu yang tepat kedatangan
Kristus untuknya. (Matt 25:1-13, Rev 3:2-3;3:11)
Kedatangan mempelai pria akan
didahului dengan teriakan. Teriakan ini akan memperingatkan pengantin
harus siap untuk kedatangan pengantin pria dengan memasang cadarnya.
Demikian juga kedatangan Kristus
akan didahului oleh teriakan. (1 Thes 4:16)
- Setelah pengantin pria Yahudi menerima pengantin wanita
bersama-sama dengan pembantu perempuannya, rombongan pesta menjadi
makin besar dan berangkat bersama-sama kembali dari rumah pengantin
wanita ke rumah ayah pengantin pria itu.
Demikian
pula, gereja (mempelai wanita) akan kembali dengan Kristus ke rumah
Bapa-Nya di surga setelah ia diambil dari bumi untuk bertemu
dengan-Nya. (1 Thes 4:17, Joh 14:2-3)
- Setibanya di sana,
rombongan pengantin menemukan
bahwa para tamu telah
berkumpul untuk pesta
pernikahan.
Demikian
juga, Kristus dan gereja (mempelai wanita) akan menemukan jiwa
orang-orang kudus di Perjanjian Lama yang sudah berkumpul di surga
ketika mereka tiba. Jiwa-jiwa ini berfungsi sebagai tamu pernikahan.
- Tak lama setelah
kedatangan, pengantin wanita (masih bercadar) dan pengantin pria akan
dikawal oleh anggota panitia dari pesta pernikahan ke kamar
pengantin (huppah)
Sementara
pengiring pria dan pengiring wanita menunggu di luar, pasangan
pengantin memasuki kamar pengantin berdua saja. Didalam kamar
pengantin mereka akan masuk ke dalam kesatuan fisik untuk pertama
kalinya menuntaskan perjanjian pernikahan (pertunangan) yang dijanjikan
sebelumnya.
Demikian juga Kristus dan
gereja (mempelai wanita) akan mengalami kesatuan spiritual setelah
kedatangan mereka di surga.
- Setelah pernikahan
dilaksanakan, pengantin pria akan mengumumkan penuntasan kawin kepada
anggota panitia dari pesta pernikahan yang sedang menunggu di luar
kamar. Pada gilirannya mereka menyampaikan berita ini kepada
para tamu pernikahan. Setelah mendengar kabar baik ini, para
tamu mulai pesta dan berpesta selama 7 hari berikutnya.
Selama 7 hari dari perayaan
pernikahan (disebut "7 hari huppah"), mempelai wanita tetap tersembunyi
di kamar pengantin. Paralel
dengan tradisi pengantin wanita Yahudi yang tersembunyi di kamar
pengantin selama 7 hari setelah tiba di rumah ayah mempelai pria,
demikian juga gereja (pengantin) akan tetap tersembunyi selama 7 tahun
setelah tiba di surga.
Sementara itu masa kesusahan
besar 7 tahun berlangsung di bumi, gereja akan disembunyikan dari
pandangan mereka yang hidup di bumi. [Dan 9:25-27]
- Pada akhir dari 7 hari,
pengantin pria akan membawa mempelainya keluar dari kamar pengantin,
dan sekarang dengan kerudungnya dilepas, sehingga semua bisa melihat
siapa istrinya itu.