
Injil Kerajaan = Injil Kasih Karunia Allah?
Ishak Natan
Bagian
I
Des.
2012, Sep. 2014, Mei 2020, Des 2021
Prakata
Jemaat tebusan
Tuhan pada umumnya percaya bahwa 'Injil' yang diberitakan oleh Yesus
dan para muridnya pra penyalibanNya sama
dengan
pemberitaan 'Injil' oleh rasul Paulus purna kebangkitanNya.
Pengantar
Artikel ini mendiskusikan judul diatas dalam dua
bagian. Diawali dengan pengertian hakiki dari
Injil
Kerajaan yang dikabarkan pertama-tama kepada ras manusia Yahudi, umat
pilihan
Tuhan. Bangsa Israel yang dijajah dibawah pemerintahan Pontius Pilatus.
Sabda
Tuhan diwahyukan secara progresif dan diaktualisasikan dengan
bergulirnya waktu.
Bangsa pilihan ini kemudian menolak Yesus dan menghukum mati Raja nya
melalui 'kaki - tangan' pemerintahan Romawi. Setelah kebangkitanNya,
berita Injil (Mar 16:15-18) diproklamasikan kembali oleh para pengikut
dan
muridNya kepada segala mahluk dan bangsa (Mat 28:18-20).
Dibagian
II, Tuhan Yesus diberitakan kepada
siapa saja yang mau menerima Dia sebagai juruslamat pribadinya dengan
inti
kandungan berita yang berbeda.
Pertama-tama kepada orang Yahudi yang masih menolakNya setelah
kebangkitanNya.
Sebelum
pembahasan, dua pendekatan akan dipakai yaitu: cara penafsiran dan
perbandingan.
Pertama,
metode
penafsiran secara harafiah (literal) daripada allegori/ metafora,
kecuali konteks disekitarnya mengindikasikan kelainan. Dr.
David L. Cooper, pendiri The Biblical Research Society, dengan
"Golden Rule of Interpretation" nya bilang: When
the plain sense of Scripture makes common sense, seek no other sense;
Therefore, take every word at its primary, ordinary, usual, literal
meaning unless the facts of the immediate context, studied in the
light of related passages and axiomatic and fundamental truths
indicate clearly otherwise.
Apa itu Injil Kerajaan
Allah/Sorga?
Gambaran
inti & corak masyarakat Kerajaan Allah diajarkan Yesus melalui
khotbahnya
diatas Bukit. Isi pelajaran paling jelas
dicatat oleh Matius dari pasal lima
sampai dengan tujuh (Matt 5:1-4 -- Matt 7:21-29). Sebutan Injil
Kerajaan
Allah/ Sorga dicatat pada ayat ayat dibawah;
Pertama-tama
Injil Kerajaan Ditujukan
Kepada Siapa?
Pembelajaran/ doktrin
'Kerajaan Allah' diberikan langsung oleh sang 'Raja' kepada umatnya
Israel. Analogi sebuah legenda.
Sebelum
Yesus tampil secara publik, Yohannes Pembaptis membuka jalan dengan
mengumumkan bahwa umat Yahudi perlu bertobat karena kerajaan Surga
sudah dekat (Matt 3:1-2), dan waktu Yesus memulai pelayananNya,
Yohannes Pembaptis memperkenalkan Dia sebagai Anak Domba Allah yang
menghapus
dosa dunia (Joh 1:29) dan menyaksikan bahwa Yesus adalah Anak Allah
(Joh 1:34).
Jemaat Tuhan perlu
menyadari bahwa Tuhan Yesus datang pertama kali lewat rahim seorang perawan Maryam dengan menjelma sebagai bayi manusia melalui
ras Yahudi. Jadi bangsa Israel adalah umat pilihan
TUHAN Allah.
Dia menyelinap 'masuk
kedalam teritorial musuh' sang Iblis.
Peristiwa Natalan selalu mengutip ayat-ayat;
6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah
diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai. 7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera
tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,
karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran
dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam
akan melakukan hal ini. Isaiah 9:6-7
Sesungguhnya
engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan
hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan
disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan
mengaruniakan kepada-Nya takhta
Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan
menjadi raja atas kaum keturunan Yakub [Israel]
sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
(Luke 1:31-33)
Kita
jangan lupa bahwa planet bumi ini secara de-fakto masih 'dikungkungi'
dan 'dikendalikan' oleh Iblis, walaupun secara de-jure adalah miliknya
Yesus sang
Pencipta. Yesus tidak menyangkal bahwa kekang kendali dunia kosmos
masih ditangan sang Iblis ;
Dari Popularitas ke Puncak Penolakan
Yesus sebagai rabbi (pengajar Israel) dengan
berkembangnya pelayanan amat disukai
masyarakat Yahudi kalangan bawah.
Seyogyanya majelis ulama Yahudi (Sanhedrin) sudah dapat menebak
identitasnya dari tulisan nabi Mikah (Mic5:2) Perjanjian
Lama; karena sekitar delapan abad sebelumnya, nabi Yesaya sudah
menulis bahwa Mesias akan memerintah diatas tahta kursi Daud
selamanya (Isa9:7) .
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (Isaiah 53:2)
Maksud dan tujuan tanda tanda mujijat antara pasal 4 sampai pasal 12 dikitab Matius untuk membuktikan bahwa Dialah Mesias dengan berita Injil KerajaanNya. Yesus mencela para pimpinan agamawan Yahudi karena mereka selalu menuntut lebih tanda tanda walaupun sudah ditampilkan berkali-kali. Pelbagai mujijat dirancang agar bangsa Israel mengambil sikap tentang diriNya termasuk para murid muridnya.
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. (Joh 14:11)
Sekalipun
Simon
Petrus lewat 'pencerahan' dari atas dan mengaku bahwa Yesus adalah
Mesias dan Anak Allah, ia malah menegor Yesus setelah diberitahu bahwa
kedatanganNya kedunia untuk mati di Yerusalem dan bangkit
kembali pada hari ketiga. Akibatnya Petrus balik ditegor sebagai Iblis
(Mt 16:13-23).
Puncak
penolakan terjadi
sesudah Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan, buta dan bisu
(Mt 12:22-37).
Ketika itu majelis ulama sebagai pimpinan rakyat Yahudi tertinggi
memutuskankan bahwa Yesus menyembuhkan dengan penghulu setan
Beelzebul. Pimpinan umat Yahudi melakukan dosa yang tiada ampun,
yaitu dosa menghujat Roh Kudus.
Catatan; Perlu
dipahami konteks
terjadinya penghujatan kepada Roh Kudus. Dosa ini bukan
dilakukan secara individu, melainkan secara kelompok oleh pimpinan
agama umat Israel sebagai dosa nasional. Jemaat
(Ekklesia) umat tebusan Tuhan
tidak akan bisa dan tidak mungkin menghujat Roh Kudus. Sayangnya jemaat
Tuhan dari kalangan 'kharismatik' sebagian ada yang tidak percaya akan
hal ini.
Yesus, Raja Yahudi
Tetap Ditolak Setelah KebangkitanNya
Sebelum penyaliban, Pontius Pilatus pemimpin sekuler/politik Romawi tertinggi ditanah Israel sempat memintai keterangan tentang identitas Yesus;
Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi sekarang Kerajaan-Ku bukan dari sini." Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. (John 18:33-38)
Meskipun Yesus dikabarkan telah bangkit dari kematian
menggenapi
'tanda' nabi Yunus (Matthew
12:39-40);
toh pimpinan masyarakat Yahudi bersikeras tidak percaya
dan menyogok para perajurit Romawi agar mereka menyiarkan berita
bahwa murid murid mencuri mayatNya (Matt 28:11-15). Dengan kata
lain Yesus tidak bangkit dari kematian.
Pertama-tama mereka takut pemerintahan agama dan pusat bangunan ibadah (Bait Allah) akan dirampas oleh pemerintahan Romawi. Konteksnya terkait dengan mujijat luar biasa tentang Lazarus yang dibangkitkan dari kematian setelah dikubur 4 hari;
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." (John 11:45-48)
Kedua berdasarkan Kitab Ulangan pasal 6 ayat 4 bahwasanya TUHAN
Allah itu
Esa adanya (De 6:4), namun
secara tidak langsung Yesus mengiakan bahwa dia
adalah Anak Allah
seperti yang
disaksikan sejak awal oleh Yohanes Pembaptis;
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (John 10:33-36)
Ketiga, Israel menolak Yesus karena mereka menantikan raja politik yang telah dijanjikan oleh para nabinya.
Sesungguhnya,
waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan
menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja
yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
(Jeremiah 23:5)
Mereka
mengharapkan kemerdekaan dari pemerintah Romawi. Mereka tidak memahami
pembebasan secara spiritual, pembebasan dari belenggu dosa Iblis.
Majelis ulama
Yahudi percaya bahwa dengan melakukan Hukum Taurat dan mematuhi Dasa
Titah (Ten Commandments) akan diperkenan oleh TUHAN Allah. Mengapa
harus menerima
Yesus sebagai Mesias? Sampai sampai Yohannes Pembaptis sendiri tidak
yakin akan Yesus;
Di
dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu
menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang
akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus
menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa
yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh
berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati
dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan
berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
(Matthew 11:2-6)
Dampak Penolakan
Israel Kepada Yesus
Saking frustasinya;
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (Matthew 11:20-21)
namun Yesus toh masih berbelas kasihan meratapi bangsa Yahudi, umat Israel yang dikasihinya;
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" (Matthew 23:37-39) (Luke 13:34-35)
Mengenapi nubuat Yesus pra kematianNya;
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)" Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. (Matthew 21:43-46)
Perkataan
'bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu' digenapi ditahun 70
pada waktu Bait Allah dimusnakan dan umatNya sebagai komunitas bangsa
tercerai berai keseluruh penjuru dunia (diaspora);
Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." (Matthew 24:1-2)
Akhirnya nubuatan Nabi Daniel di Perjanjian Lama juga menjadi
kenyataan;
Maka kemudian dari pada enam puluh dua sabat Almasih itu akan dihapuskan [mati tersalib], tetapi bukan karena dirinya sendiri, maka bangsa seorang raja, yang datang itu [Titus Vespasian], akan membinasakan negeri dan tempat suci itu, . . . (Da 9:26) TLama
Apakah TUHAN Allah benar benar telah meninggalkan keturunan Yakub (bangsa Israel) selama lamanya? Hal ini juga ditanyakan oleh para pengikutNya orang orang Yahudi menjelang kenaikanNya kesorga;
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Acts 1:6-8)
Perlu diingat bahwa Yesus mengutus para pengikutnya kepada domba domba Israel yang tersesat sebelum Dia mati disalib;
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Matthew 10:5-7)
Bahkan Yesus memakai kata 'anjing' pada waktu seorang wanita bukan Yahudi yang anaknya kerasukan setan datang dan minta tolong;
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Matthew 15:24-28)
Apa Kaitannya Dengan Amanat Agung?
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matthew 28:18-20)
Lalu,
Bagaimana Dengan Ayat Ini?
Dan Injil
Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia
menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba
kesudahannya." (Matthew 24:14)
Pada waktu
Yesus mengucapkan perkataan ini, Gereja, Jemaat Tuhan, tubuh Kristus,
Ras
Manusia Baru belum tercipta, belum lahir,
belum eksis karena Kristus belum
mati disalib, dikubur dan bangkit dari kematian.
Pembahasan terbitnya/ munculnya Era Jemaat Tuhan
= 'Church Age' ada di
Bagian II
Sementara itu diagram dibawah ini dapat dijadikan
sebagai preview untuk menjelaskan Matt 24:14;

dengan perkataan lain Jemaat Tuhan telah diamankan dari masa sengsara Yakub (Rev 6:1-22 - Rev 20:1-33) sebelum menimpa seluruh dunia;