Injil Kerajaan = Injil Kasih Karunia Allah?

Ishak Natan

Bagian I
Des. 2012, Sep. 2014, Mei 2020, Des 2021


Prakata
Jemaat tebusan Tuhan pada umumnya percaya bahwa 'Injil' yang diberitakan oleh Yesus dan para muridnya pra penyalibanNya sama dengan pemberitaan 'Injil' oleh rasul Paulus purna kebangkitanNya.

Pengantar
Artikel ini mendiskusikan judul diatas dalam dua bagian. Diawali dengan pengertian hakiki dari Injil Kerajaan yang dikabarkan pertama-tama kepada ras manusia Yahudi, umat pilihan Tuhan. Bangsa Israel yang dijajah dibawah pemerintahan Pontius Pilatus.
Sabda Tuhan diwahyukan secara progresif dan diaktualisasikan dengan bergulirnya waktu.  Bangsa pilihan ini kemudian menolak Yesus dan menghukum mati Raja nya melalui 'kaki - tangan' pemerintahan Romawi. Setelah kebangkitanNya, berita Injil (Mar 16:15-18) diproklamasikan kembali oleh para pengikut dan muridNya kepada segala mahluk dan bangsa (Mat 28:18-20).

Dibagian II, Tuhan Yesus diberitakan kepada siapa saja yang mau menerima Dia sebagai juruslamat pribadinya dengan inti kandungan berita yang berbeda. Pertama-tama kepada orang Yahudi yang masih menolakNya setelah kebangkitanNya.

Sebelum pembahasan, dua pendekatan akan dipakai yaitu: cara penafsiran dan perbandingan.

Pertama, metode penafsiran secara harafiah (literal) daripada allegori/ metafora, kecuali konteks disekitarnya mengindikasikan kelainan. Dr. David L. Cooper, pendiri The Biblical Research Society, dengan "Golden Rule of Interpretation" nya bilang: When the plain sense of Scripture makes common sense, seek no other sense; Therefore, take every word at its primary, ordinary, usual, literal meaning unless the facts of the immediate context, studied in the light of related passages and axiomatic and fundamental truths indicate clearly otherwise.

Kedua: These things we also speak, not in words which man's wisdom teaches, but which the Holy Spirit teaches, comparing spiritual things with spiritual.(1Co 2:13). Sayangnya diterjemahan baru bahasa Indonesia "membandingkan perkara perkara rohani dengan rohani" tidak terlihat. Di Terjemahan Lama lebih jelas.
Maka barang yang kami katakan itu pun bukannya dengan pengajaran manusia, melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan rohani. (1 Corinthians 2:13 TLama) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. (1 Corinthians 2:13 TBaru)


Apa itu Injil Kerajaan Allah/Sorga?
Gambaran inti & corak masyarakat Kerajaan Allah diajarkan Yesus melalui khotbahnya diatas Bukit. Isi pelajaran paling jelas dicatat oleh Matius dari pasal lima sampai dengan tujuh (Matt 5:1-4 -- Matt 7:21-29). Sebutan Injil Kerajaan Allah/ Sorga  dicatat pada ayat ayat dibawah;

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Mt 4:23)
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. (Mt 9:35)
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. (Mt 12:28)
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Mt 24:14)
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Mr 1:15)
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. (Lu 10:9)
Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. (Lu 10:11)
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. (Lu 11:20)

Pertama-tama Injil Kerajaan Ditujukan Kepada Siapa?
Pembelajaran/ doktrin 'Kerajaan Allah' diberikan langsung oleh sang 'Raja' kepada umatnya Israel. Analogi sebuah legenda.
Sebelum Yesus tampil secara publik, Yohannes Pembaptis membuka jalan dengan mengumumkan bahwa umat Yahudi perlu bertobat karena kerajaan Surga sudah dekat (Matt 3:1-2), dan waktu Yesus memulai pelayananNya, Yohannes Pembaptis memperkenalkan Dia sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Joh 1:29) dan menyaksikan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Joh 1:34).
Jemaat Tuhan perlu menyadari bahwa Tuhan Yesus datang pertama kali
lewat rahim seorang perawan Maryam dengan menjelma sebagai bayi manusia melalui ras Yahudi. Jadi bangsa Israel adalah umat pilihan TUHAN Allah.

Dia menyelinap 'masuk kedalam teritorial musuh' sang Iblis.
Peristiwa Natalan selalu mengutip ayat-ayat;
6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Isaiah 9:6-7
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub [Israel] sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Luke 1:31-33)
Kita jangan lupa bahwa planet bumi ini secara de-fakto masih 'dikungkungi' dan 'dikendalikan' oleh Iblis, walaupun secara de-jure adalah miliknya Yesus sang Pencipta. Yesus tidak menyangkal bahwa kekang kendali dunia kosmos masih ditangan sang Iblis ;

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (Matthew 4:8-11)

Dari Popularitas ke Puncak Penolakan

Yesus sebagai rabbi (pengajar Israel) dengan berkembangnya pelayanan amat disukai masyarakat Yahudi kalangan bawah. Seyogyanya majelis ulama Yahudi (Sanhedrin) sudah dapat menebak identitasnya dari tulisan nabi Mikah (Mic5:2) Perjanjian Lama; karena sekitar delapan abad sebelumnya, nabi Yesaya sudah menulis bahwa Mesias akan memerintah diatas tahta kursi Daud selamanya (Isa9:7) .

Meskipun mereka melihat kesaksian Yohannes Pembaptis dan tanda tanda mujijat Yesus dalam pelayananNya, toh majelis ulama (Sanhedrin) menolak Dia sebagai Mesias (Kristus). Mesias artinya yang diurapi, yang dipilih TUHAN Allah sebagai raja mereka. Mereka melihat sosok penampilan Yesus yang tidak cocok sebagai seorang raja yang mampu memimpin dan membebaskan dari pemerintahan Romawi;

Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (Isaiah 53:2)

Maksud dan tujuan tanda tanda mujijat antara pasal 4 sampai pasal 12 dikitab Matius untuk membuktikan bahwa Dialah Mesias dengan berita Injil KerajaanNya. Yesus mencela para pimpinan agamawan Yahudi karena mereka selalu menuntut lebih tanda tanda  walaupun sudah ditampilkan berkali-kali. Pelbagai mujijat dirancang agar bangsa Israel mengambil sikap tentang diriNya termasuk para murid muridnya. 

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. (Joh 14:11)

Sekalipun Simon Petrus lewat 'pencerahan' dari atas dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah, ia malah menegor Yesus setelah diberitahu bahwa kedatanganNya kedunia untuk mati di Yerusalem dan bangkit kembali pada hari ketiga. Akibatnya Petrus balik ditegor sebagai Iblis (Mt 16:13-23).

Puncak penolakan terjadi sesudah Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan, buta dan bisu (Mt 12:22-37).
Ketika itu majelis ulama sebagai pimpinan rakyat Yahudi tertinggi memutuskankan bahwa Yesus menyembuhkan dengan  penghulu setan Beelzebul. Pimpinan umat Yahudi melakukan dosa yang tiada ampun, yaitu dosa menghujat Roh Kudus. 

Catatan; Perlu dipahami konteks terjadinya penghujatan kepada Roh Kudus. Dosa ini bukan dilakukan secara individu, melainkan secara kelompok oleh pimpinan agama umat Israel sebagai dosa nasional. Jemaat (Ekklesia) umat tebusan Tuhan tidak akan bisa dan tidak mungkin menghujat Roh Kudus. Sayangnya jemaat Tuhan dari kalangan 'kharismatik' sebagian ada yang tidak percaya akan hal ini.

Yesus, Raja Yahudi Tetap Ditolak Setelah KebangkitanNya

Sebelum penyaliban, Pontius Pilatus pemimpin sekuler/politik Romawi tertinggi ditanah Israel sempat memintai keterangan tentang identitas Yesus;

Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi sekarang Kerajaan-Ku bukan dari sini." Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. (John 18:33-38)

Meskipun Yesus dikabarkan telah bangkit dari kematian menggenapi  'tanda' nabi Yunus (Matthew 12:39-40);
toh pimpinan masyarakat Yahudi bersikeras tidak percaya dan menyogok para perajurit Romawi agar mereka menyiarkan berita bahwa murid murid mencuri mayatNya  (Matt 28:11-15). Dengan kata lain Yesus tidak bangkit dari kematian.


Apa Alasan Bangsa Israel Menolak Yesus?

Pertama-tama mereka takut pemerintahan agama dan pusat bangunan ibadah (Bait Allah) akan dirampas oleh pemerintahan Romawi. Konteksnya terkait dengan mujijat luar biasa tentang Lazarus yang dibangkitkan dari kematian setelah dikubur 4 hari;

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." (John 11:45-48)

Kedua berdasarkan Kitab Ulangan pasal 6 ayat 4 bahwasanya TUHAN Allah itu Esa adanya (De 6:4), namun secara tidak langsung Yesus mengiakan bahwa dia adalah Anak Allah seperti yang disaksikan sejak awal oleh Yohanes Pembaptis;

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (John 10:33-36)

Ketiga, Israel menolak Yesus karena mereka menantikan raja politik yang telah dijanjikan oleh para nabinya.

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (Jeremiah 23:5)

Mereka mengharapkan kemerdekaan dari pemerintah Romawi. Mereka tidak memahami pembebasan secara spiritual, pembebasan dari  belenggu dosa Iblis. Majelis ulama Yahudi percaya bahwa dengan melakukan Hukum Taurat dan mematuhi Dasa Titah (Ten Commandments) akan diperkenan oleh TUHAN Allah. Mengapa harus menerima Yesus sebagai Mesias? Sampai sampai Yohannes Pembaptis sendiri tidak yakin akan Yesus;
Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." (Matthew 11:2-6)

Dampak Penolakan Israel Kepada Yesus

Saking frustasinya;

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (Matthew 11:20-21)

namun Yesus toh masih berbelas kasihan meratapi bangsa Yahudi, umat Israel yang dikasihinya;

Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!" (Matthew 23:37-39) (Luke 13:34-35)

Mengenapi nubuat Yesus pra kematianNya;

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)" Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. (Matthew 21:43-46)

Perkataan 'bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu' digenapi ditahun 70 pada waktu Bait Allah dimusnakan dan umatNya sebagai komunitas bangsa tercerai berai keseluruh penjuru dunia (diaspora);

Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." (Matthew 24:1-2)

Akhirnya nubuatan Nabi Daniel di Perjanjian Lama juga menjadi kenyataan;

Maka kemudian dari pada enam puluh dua sabat Almasih itu akan dihapuskan [mati tersalib], tetapi bukan karena dirinya sendiri, maka bangsa seorang raja, yang datang itu [Titus Vespasian], akan membinasakan negeri dan tempat suci itu, . . . (Da 9:26) TLama


Apakah Bangsa Israel Dibuang Selamanya?

Apakah TUHAN Allah benar benar telah meninggalkan keturunan Yakub (bangsa Israel) selama lamanya? Hal ini juga ditanyakan oleh para pengikutNya orang orang Yahudi menjelang kenaikanNya kesorga;

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Acts 1:6-8)

Perlu diingat bahwa Yesus mengutus para pengikutnya kepada domba domba Israel yang tersesat sebelum Dia mati disalib;

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Matthew 10:5-7)

Bahkan Yesus memakai kata 'anjing' pada waktu seorang wanita bukan Yahudi yang anaknya kerasukan setan datang dan minta tolong;

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (Matthew 15:24-28)


Apa Kaitannya Dengan Amanat Agung?

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matthew 28:18-20)

Pada waktu Yesus berkeliling ditanah Israel memberitakan Injil Kerajaan Allah, fokus beritanya kepada DiriNya sendiri bahwa Dia lah yang diharapkan dan dinantikan oleh umat Yahudi. Nabi Musa telah menuliskannya dikitab Taurat.
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (Deuteronomy 18:15-18)
Setelah Yesus disalib sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia dan bangkit kembali, barulah Yesus menginstruksikan para pengikutnya agar memuridkan segala bangsa, bukan hanya bangsa Yahudi saja. Karena apa ?
Sebab Iblis sudah dikalahkan tuntas oleh karya Kristus dikayu salib. Keselamatan cuma cuma tanpa harus menjalankan hukum Taurat Yahudi dengan korban sembelihan darah binatang-binatang sudah dituntaskan oleh darah Yesus. KemenanganNya atas dunia maut yang dikuasai Iblis wajib diberitakan kesegala mahluk (Mark 16:15). Alasannya?
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (Hebrews 2:14-15 )


Lalu, Bagaimana Dengan Ayat Ini?
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matthew 24:14)
Pada waktu Yesus mengucapkan perkataan ini, Gereja, Jemaat Tuhan, tubuh Kristus, Ras Manusia Baru belum tercipta, belum lahir, belum eksis karena Kristus belum mati disalib, dikubur dan bangkit dari kematian.
Pembahasan terbitnya/ munculnya
Era Jemaat Tuhan = 'Church Age'  ada di Bagian II
Sementara itu diagram dibawah ini dapat dijadikan sebagai preview untuk menjelaskan Matt 24:14;

Kerajaan diberitakan lagi
Di masa sengsara Yakub (Readiness/ Tribulation), yang akan datang, Injil kerajaan diberitakan kembali oleh 144000 misionaris dari suku suku Israel (Rev 7:1-8), 2 nabi Israel dengan mujijat-mujijat di Jerusalem (Rev 11:1-19) dan kotbah Injil kekal dari langit oleh malaikat (Rev 14:6). Injil Kerajaan disiarkan ulang menggenapi Matt 24:14.
Oleh pemberitaan itu aneka suku dan bangsa bangsa dibumi akan bertobat dan sebagian besar akan kehilangan nyawanya. (Rev 7:9-17; Rev 20:4) sedangkan Jemaat Tuhan (Ekklesia) dari berbagai suku & bangsa sudah diangkat (Rapture) dari muka bumi sebelumnya, beralaskan:
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1 Thes 4:14-17)

dengan perkataan lain Jemaat Tuhan telah diamankan dari masa sengsara Yakub (Rev 6:1-22 - Rev 20:1-33)  sebelum menimpa seluruh dunia;

dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang (1 Thes 1:10). Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Thes 5:9).

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." (Revelation 12:11-12)

Kesimpulan
Banyak yang masih percaya bahwasanya Kerajaan Allah sudah ada didunia dan sifat pemerintahannya rohani/ spiritual, bukan dimengerti secara jasmaniah dengan kasat mata.  Berbagai denominasi jemaat Tuhan umumnya berkepercayaan demikian. Kerajaan Allah harus ditafsirkan secara metafora dan bukan harafiah.  Padahal faktanya, para pemimpin negara negara diplanet bumi ini bukanlah orang-orang yang percaya Tuhan Yesus (Kristen). Pemimpin 'tertinggi' didunia ini masih si Iblis. 
Kerajaan Allah tidak mungkin berdampingan pada saat yang sama dengan 'pemerintahan' Setan yang masih mempunyai adi daya (Eph6:12) serta hak pemilikan dunia (Mat 4:8-11).
Akhirnya, pemerintahan Kerajaan Allah akan diperintah oleh seorang Raja. Bersifat universal, tidak terbatas dan kekal. Kerajaan Allah sebagai habitat setiap manusia percaya. Meresponsi Nikodemus (guru Yahudi) tentang "Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya?" ;
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air [Firman] dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. (Joh 3:5-7)


kebagian II