Sekilas Sejarah Gereja Versi Kitab Wahyu
Part 2 of 3
Versi
kitab Wahyu pasal 2 & 3 dari Yesus yang berkata: "Aku telah mati, namun lihatlah,
Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut."
Surat keempat kepada jemaat Tiatira
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat
di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api
dan kaki-Nya bagaikan tembaga: Aku tahu segala pekerjaanmu: baik
kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu,
bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang
menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya
berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Dan Aku telah
memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari
zinahnya. Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang
sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke
dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari
perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan
Kumatikan dan
semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati
orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut
perbuatannya. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira,
yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang
mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau
menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu,
peganglah itu sampai Aku datang. Dan barangsiapa menang dan melakukan
pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa
atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi;
mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti
yang Kuterima dari Bapa-Ku-- dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang
timur. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan
Roh kepada jemaat-jemaat." (Revelation 2:18-29)
mengambarkan
era gereja amoral
serta memprediksi bahwa "Kekaisaran Romawi Suci" akan
berubah wujud sebagai
Gereja Kepausan yang berkuasa mengangkat dan menjatuhkan pimpinan
pimpinan
negara dan
kerajaan kerajaan, sama dengan pemerintahan Tuhan diatas bumi. Pengadilan gerejawi yang
didirikan oleh Paus Gregorius IX untuk penindasan bidat di Italia utara
dan Prancis selatan menjadi terkenal
karena penggunaan penyiksaan. Pada pertengahan abad ke-16 gereja menerbitkan Inkuisisi
untuk memerangi aliran Protestan yang dilancarkan oleh Martin Luther.
Gereja
juga mengintegrasi ritual peyembahan
berhala ke dalam ibadah Kristiani. Judul
"Ratu Surga" (Jer 7:18; Jer 44:16-19; Jer 44: 25-28) banyak umat
Katolik percaya Ratu Surga merujuk kepada Maria.
Di Perjanjian Lama, tokoh wanita
Jezebel
mengintrodusir peyembahan dewa Baal pada umat Israel
melalui perkawinannya dengan raja Ahab. (1Ki.16: 1-10 ; 1Ki. 21:1-10)
Tambahan pula karena karya Yesus
belum sempurna (digambarkan dengan salib yang masih ada sosok-nya),
maka iman Katolik Roma harus ditambah Perbuatan
Baik disertai menerima
ekaristi (Eucharist).
Misa kudus adalah puncaknya upacara
menerima keselamatan. Tata cara keagamaan yang diulang-ulang
setiap minggu demi penyelamatan dari hukuman kekal. Ekaristi dipercayai sebagai
sakramen suci dan bukan simbol peringatan.
Tubuh dan darah Yesus dipercayai berubah menjadi roti hosti dan anggur.
Dengan
perkataan lain, bulatan hosti dan anggur benar benar menjadi daging dan
darah nya tubuh Yesus yang disalib 2000 tahun yang lalu (doktrin
transubstansi). Tuhan
menyamakan penyembahan dan
makan makanan berhala dengan perselingkuhan
seksual.
https://en.wikipedia.org/wiki/Transubstantiation
Padahal
Alkitab menulis;
Dan
kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."
Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena
kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh
persembahan tubuh Yesus Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan
tiap-tiap hari pelayanannya dan
berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak
dapat menghapuskan dosa.
Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa,
Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia
hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan
tumpuan kaki-Nya. Sebab
oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya
mereka yang Ia kuduskan.
(Heb 10:9-14 Baru)
Dalam
Rev 2: 22-24 Tuhan memperingatkan bahwa jemaat Tiatira akan
memasuki kesusahan besar kalau tidak bertobat, namun ada
sebagian yang akan
diluputkan
dan
diselamatkan.

Surat kelima kejemaat di Sardis
(antara th 1520-1750)
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat
di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan
ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan
hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa
yang masih
tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu
Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana
engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!
Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti
pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang
kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak
mencemarkan
pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena
mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan
pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari
kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku
dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia
mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." (Revelation
3:1-6)
memasuki
era gereja era
Protestan/ Reformasi diawal
abad ke-16. Selama
1500 tahun kaum pemuka Kristen menyembunyikan Alkitab, Gereja
Katolik akhirnya ditantang oleh Martin
Luther. Ia berperang dan 'mencabut' pedang Roh dari (Ro 1:17)
"Orang
benar akan hidup oleh imannya," (Sola Fide) dan menyerukan kembali ke
Ajaran
Rahmat/ Kasih Karunia (Sola Gratia). Dan hanya melalui Kristus saja
(Sola Christo) dari satu sumber saja (Sola Scriptura) demi kemuliaan
TUHAN Allah (Soli Deo Gloria). Pada era ini diperkuat dengan munculnya Johannes
Calvin dengan risalah sistematika teologinya berfokus pada doktrin
predestinasi (Calvinism).
Namun
dalam perjalanan, tekad para penerusnya untuk mendapatkan kembali
Kebenaran
Tuhan secara makro mulai meluntur. Gereja-gereja protestan-reformasi
kehilangan
kuasa
Roh Tuhan. Disebut
memiliki
reputasi sebagai hidup tapi mati (rohani nya). Setelah
mengetahui apa yang Tuhan perintahkan namun mereka tidak sepenuhnya
memahami mengapa Dia minta untuk berjaga-jaga, mereka kehilangan kedua
duanya. Roh
dan Kebenaran. Berjaga-jaga agar tidak tertinggal.
Tuhan
masih memperingatkan mereka untuk bangun, dengan mengingat apa yang
mereka dengar, dan menaatinya. Mereka juga
telah
meninggalkan akar awal datangnya Keselamatan yang sumbernya adalah dari bangsa Yahudi
dengan
mengabaikan Perjanjian Lama dan meragukan isi kebenarannya.
Kata
Yesus kepadanya: "Percayalah
kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah
Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah
apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab
keselamatan datang dari
bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan
sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah
Bapa dalam roh dan kebenaran;
sebab Bapa menghendaki
penyembah-penyembah demikian. (John 4:21-23)
Umat
Israel secara ras sudah dianggap bukan lagi umat Allah karena mereka
menolak dan menyalibkan anakNya, dan telah digantikan dengan Israel
Baru yaitu jemaat gereja Tuhan yang mau menerima anakNya. Ini
awal munculnya ajaran teologi pergantian (Replacement Theology). Penjelasan lebih jauh klik disini.
Ingat
dan Patuhi Apa?
Ayat John 3:3
mengingatkan: "Tidak
ada yang bisa masuk Kerajaan Allah kecuali ia dilahirkan kembali."
Anda
jarang mendengar khotbah tentang ayat ini di gereja-gereja denominasi
utama sekarang. Namun seperti dalam surat kepada jemaat Tiatira,
beberapa
telah menemukan kebenaran dan dijanjikan pahala kepada yang percaya,
sementara yang lain
diperingatkan akan datangnya masa tribulasi (Kesengsaraan).
Demikian juga yang di Sardis. Ada beberapa yang 'berpakaian
putih' dan sebaliknya ada yang 'mencemarkan pakaiannya'.
Kedua
'anak' Tiatira dan Sardis mendefinisikan Kekristenan sampai awal abad
18 dan
saat saat itulah 'Gereja berfokuskan Injil & Misi'
lahir sebagai anak ke-3 dari Pergamus (unholy marriage) namanya
Filadelfia.