Sekilas Sejarah Gereja Versi Kitab Wahyu
Part 3 of 3
Versi
kitab Wahyu pasal 2 & 3 dari Yesus yang berkata: "Aku telah mati, namun lihatlah,
Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut."
Surat
keenam kepada jemaat Philadelphia
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari
Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka,
tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat
membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu
bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa
kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau
tidak menyangkal nama-Ku. Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis,
yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya
tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu.
Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan
kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti
firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi
engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk
mencobai mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa
yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci
Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan
Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru,
yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Siapa
bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada
jemaat-jemaat." (Revelation 3:7-13)
mengambarkan era gereja misionaris
yang lahir diawal abad ke-18. Disebut
"Kebangkitan Besar" oleh sejarawan gereja. Berita
Injil disebarkan keseluruh dunia melalui badan badan misi. Alkitab
bahasa Inggris King James Version (1611) diterjemahkan keberbagai
bahasa
bahasa diantara bangsa bangsa yang menerima Injil. Beriringan dengan
itu bergolak keinginan untuk kembali ke
penafsiran literal (harafiah) setelah
selama
berabad-abad para pemuka Kristen mengajarkan interpretasi alegoris
(lambang, ibarat atau kias)
tentang isinya kitab suci. Penafsiran
Alkitab yang lazim selama awal abad permulaan adalah
harafiah. Kemudian
ditinggalkan dan beralih dengan penafsiran alegoris oleh para bapak
gereja. Pelopor utamanya Agustinus dengan karangan
bukunya yang termasyur "The City of God". Penafsiran alegoris terbit
setelah agama Kristen
dijadikan sebagai agama resmi negara kekaisaran Romawi.
Pengangkatan
jemaat pra-Kesengsaraan (1Thes 4:15-18), nubuatan akan masa depan yang
akan datang
(Eschatology) dan pemerintahan Tuhan selama 1000
tahun (millennial) diatas
Bumi
sekali lagi menjadi topik populer
(Rev 20:4).
Pada era ini
sistematika teologi despensasi mencuat seiring dengan
sistem teologi covenant yang telah terbit pada era gereja Sardis
sebelumnya (Era Protestantism dan Reformasi).
If you
have heard of the dispensation
of the grace of God which is given me toward you: (Ephesians
3:2)
(kamu memang sudah mendengar dari hal peraturan menjalankan anugerah
Allah, yang dikaruniakan kepadaku untuk kamu), (Ephesians 3:2)
Terjemahan Lama
--memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih
karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, (Ephesians
3:2) Terjemahan Baru
Tidak ada kritikan terhadap gereja di Philadelphia, bagi
mereka yang memperoleh keselamatan oleh kasih karunia saja melalui iman
saja oleh Yesus saja. Plus,
janji paling jelas dalam seluruh Kitab Suci bahwa orang percaya sejati
tidak akan memasuki masa Kesengsaraan Besar (Jacob's Trouble) dihari
mendatang, melainkan
diluputkan untuk diam dalam Rumah Tuhan selamanya beralaskan;
Karena
engkau menuruti firman-Ku, untuk
tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari
hari
pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka
yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada
padamu,
supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu. Barangsiapa menang, ia
akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan
keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama
kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari
Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. (Revelation 3:10-12).
Pada era ini ibadah dengan nyanyian
kidung
agung timbul menggantikan nyanyian bernada liturgi
kesedihan
dari era Protestan/ Reformasi bernuansa 'rohani
yang mati'. Sebaliknya lagu-lagu kidung (hymnal songs) dan liriknya
mampu membangkitkan rohani yang mati (inteligent worship). Kidung lagu
karangan dua bersaudara John & Charles
Wesley amat populer karena mengandung cuplikan ayat-ayat Alkitab. Pada
era itu rakyat jelata tidak memiliki Kitab Suci dirumahnya.
Sayangnya memasuki
era Laodikia nyanyian
kidung agung mulai dibajak dengan lagu-lagu kontemporer yang lebih
menekankan
pengulangan kata-kata (repetisi) dan perasaan. Feeling oriented
ketimbang inteligent
worship (ibadah yang cerdas) .
Surat
ketujuh kepada jemaat di Laodikia (sekitar tahun 1900-sekarang)
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari
Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku
tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah
baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam
kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari
mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan
diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu,
bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah
dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih,
supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang
memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat
melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu
relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan
mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan
pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan
dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan
Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana
Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas
takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang
dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." (Revelation 3:14-22)
Jemaat Laodikia
merupakan ciri ciri gereja diakhir zaman. Dikontraskan
dengan Gereja Philadelphia yang mana semua dijanjikan diluputkan dari
masa
Kesengsaraan, di Laodikia semua ditegur dan didisiplin. Individu
yang mendengar panggilan Tuhan dan meresponinya akan memperoleh
persekutuan dengan Dia, tetapi
sisanya tidak akan luput dari Kesengsaraan mendatang.
Mereka kaya secara materi, namun melarat, miskin, buta dan
telanjang secara rohani. Pro
aborsi, homoseks dengan segala variannya (LGBTQ), Inter-faith dialog
dsb. Itu
gambaran gereja gereja liberal hari ini, dan akan menjadi lebih
gawat lagi menjelang orang percaya sejati dipisahkan dan dibawa dalam
pengangkatan.
Yang
menentukan adalah kondisi rohani hati dimasing masing individunya.
Jangan lupa bahwasanya keselamatan adalah masalah individu dan bukan
keanggotaan organisasi
gereja
tertentu,
tidak
peduli apakah nama nama model gerejanya terkenal dan banyak anggotanya.
Ringkasan
Artikel ini
berfokus pada tujuh surat kenabian kitab Wahyu 2-3. Hanya
dua surat yang tidak menuai kritikan yaitu jemaat Smirna dan
Filafelfia. Semua
surat dialamatkan bagi semua jemaat sepanjang zaman gereja dan untuk
setiap anggota jemaat mereka. Itulah
sebabnya ada janji khusus, hanya dikitab Wahyu saja:
Berbahagialah
ia yang membacakan dan
mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa
yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Revelation
1:3)
Janji akan kedatanganNya dan tantangan mengakhiri tiap tiap surat,
sehingga kritik yang ditemukan dalam surat-surat yang dimaksud harus
diambil secara pribadi. Di
tingkat jemaat, penting untuk melihat gereja-gereja secara simbolis
yang berfokuskan pada empat "anak-anak" Tiatira, Sardis,
Filadelfia, dan
Laodikia. Secara berurutan
adalah gambaran
umum dari gereja-gereja Katolik Roma & Orthodox, umat Main-line
Protestan & Reformasi,
umat Injili dan misionari, dan umat Liberal Sosial &
"Zaman Baru Kharismatik Ekumenikal".
Jika
setiap surat dimaksudkan untuk semua jemaat, dan jika tantangan dan
janji ditujukan untuk individu, maka kelompok-kelompok umat gereja
gereja terkini
mengandung juga anggota anggota orang percaya sejati dari semua empat
model
gereja simbolis tersebut diatas.
Ciri
ciri penyesatan dari Ajaran Kristen Standard adalah
legalisme ekstrim dari beberapa kalangan fundamentalis, penelusuran
akan
tanda tanda mujijat di
kalangan Karismatik, Kristen
Celebritis berteologi sukses melalui tayangan televisi, penolakan akan
nubuatan Tuhan tentang
Akhir
Zaman.
Anda
juga akan menemukan setiap jenis dosa seperti pernikahan yang hancur,
perselingkuhan, homoseks dikalangan clergy, keserakahan materi, cinta
uang, haus kedudukan &
kekuasaan, pengguna narkotika, mempercayai diri sendiri (believe in
yourself) didalam keempat model jemaat
diatas. Semuanya telah dirumuskan oleh Paulus dalam suratnya ke
Timotius, 2 Tim
3:1-7.
Apa
Agama Anda?
Amat
mudah bagi kita untuk memberi cap akan iman seorang dan
menghakimi mereka karena afiliasi mereka. Namun
dalam suratNya ke Tiatira, Tuhan menjelaskan diri-Nya sebagai "Dia yang
mencari hati dan pikiran" mengkritik praktek-praktek tertentu, serta
mendorong yang lain untuk "berpegang pada apa yang Anda miliki sampai
Aku datang." Berarti
dijemaat model Tiatira ada sebagian besar 'diserahkan' keinginan
hati mereka ke peyembahan berhala, sedangkan yang
setia masih ada
dan tidak mencemarkan dirinya. Dia
dan hanya Dia yang dapat melihat ke dalam lubuk batin seseorang apakah
yang bersangkutan milikNya atau tidak (1 Cor 4:5, Hebr 4:12).
Tuhan
juga membuat perbedaan yang sama dalam suratNya ke Sardis,
memperingatkan untuk bangun dan menuruti apa yang mereka telah terima
dan mendengarnya. Dalam
kedua surat Tiatira dan Sardis , Dia membedakan orang tidak percaya
(kafir) dari orang
percaya serta memperingatkan beberapa akan masuk era Kesusahan besar
dan
beberapa dijanjikan diluputkan.
Pengunjung
Gereja di Laodikia menutup pintu hatinya, berpikir bahwa mereka tidak
membutuhkan
sang Juruselamat dan itulah sebabnya Tuhan memanggil mereka
suam-hangat dan meludahkan mereka keluar.
Beberapa akan bertobat dan diselamatkan pada masa Tribulasi/
Kesengsaraan dan kemungkinan besar mereka akan mati sebagai
martir 'tribulation saints"
(orang kudus mati sahid).
Dan
seorang dari antara tua-tua itu
berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan
dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan
mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah
mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Revelation
7:13-14)
Gereja
di Philadelphia tidak menerima kritik dan tidak ada ancaman
hukuman, Hanya satu hal yang membedakan orang percaya dari
kafir, "berpegang pada apa yang Anda miliki.". Ini bagian dari John
3:3-18. Ini
berarti semua orang berdosa, terasing dari Allah, tidak
berdaya untuk menebus diri dari dosa, dan dijatuhi hukuman mati
kekal. Tetapi
dengan percaya bahwa kematian-Nya di kayu salib telah membayar hukuman
penuh untuk semua dosa kita, kita dilahirkan kembali dan mewarisi hidup
yang kekal.
Sebab
jika kamu mengaku dengan mulutmu,
bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah
membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang
mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang
percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." (Romans 10:9-11)
Sebab
upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam
Kristus Yesus, Tuhan kita. (Ro 6:23)
Maranatha
_____________________
Sumber kepustakaan:
Butler, M.A. The
BIG Picture of Chruch History (The Herald of Hope Inc., Marayong
NSW 2800, 2002) - http://www.heraldofhope.org.au/
Fructenbaum, Arnold G. Footsteps of the Messiah
(Ariel Ministry, Tustin, CA 92781, 2002) - www.ariel.org.nz
Epp, Theodore H. Christ
Speaks to the Church - Letters to The Seven
Churches (Back To The Bible Publishers, Lincoln 1, Nebraska,
1960)
Broadbent, E.H. THE
PILGRIM CHURCH (Pickering & Inglis Ltd, London, 1955)
Miller, Andrew Short
Papers on Church History (Published in London, c. 1881) - http://www.swordsearcher.com/bible-study-library/miller-church-history.html
Halley, Henry H. Halley's
BIBLE HANDBOOK (Zondervan, Grand Rapids, Michigan, 1965)
Unger, Merrill F. Unger's
Bible Handbook (Moody Press Chicago, 1979)
http://gracethrufaith.com/category/selah/seven-churches-of-rev-2-and-3/
Hislop, Alexander The Two Babylons
(LOIZEAUX BROTHERS, New Jersey, 1959)
Schaff,
Philip History
Of
The Christian Church (Book
Module- eSword Bible Software
Version 7.6.1) - http://www.e-sword.net/
https://churchages.net/