Menu

 

Intro

 

History

 

The Name

 

Autobiographical Press Release #1

www.sindentosca.listen.to | [email protected]

 

 

 

About sindentosca History sebelum sindentosca terbentuk

 

 

4 tahun sebelum sindentosca terbentuk, tepatnya 1995, saya sebenarnya baru mengenal musik, karena dari kecil "keahlian" saya cuma menggambar. Saya masih ingat pertama kali membeli kaset, yaitu kaset Michael Jackson. Oh yea, saya dulu pecinta berat si King of Pop itu. Sampai ngulik gerakannya segala, Moonwalk? bisa. Ya standar anak kecil lah, semua diperbuas. :) Saya pun mulai belajar gitar dan piano kecil duit sunatan, namun sebelum mahir saya sudah diberi bejibun ilham berupa nada-nada lagu yang terus berputar di kepala saya, oleh karena itu belajar gitar dan piano kecil menjadi terganggu karena saya mulai membuat lagu di komputer. Software Cakewalk 3.0 di PC Intel 486 menjadi langkah pertama saya memasuki dunia musik digital. mulai 1996 lagu yang saya bikin mulai "meneror" saya, bertubi-tubi menghantui kepala saya. Kadang dalam sehari bisa bikin 3 lagu, dalam sebulan bisa 1 album udah full dengan lirik dan aransemennya, dari mulai ketukan drum, bass, gitar, vocal, dll. Mengingat betapa bejibunnya lagu yang saya buat, saya berfikir mungkin ini jalan saya, di musik. Barulah sewaktu saya di SMU (SMSR) saya membuat band, namanya Labyrinth. Personilnya ada...saya di vokal & gitar, Odieq di drum, Asep "lalaunan" di Bass, juga ada Hendrik Cepi di drum pengganti Odieq. Kita dulu udah maenin lagu sendiri, ya lagu yang saya buat itu, juga bawain Cranberries. Tetep. Pokoknya semenjak denger Cranberries saya lupa akan Michael Jackson. :) Namun Labyrinth tidak bertahan lama, manggung pun cuma 1 kali. Dan itu merupakan pertama kalinya saya tampil ngeband di panggung. Oh iya, sebelum ngeband saya pernah menciptakan beberapa lagu di piano kecil yang sangat bernuansa classic, jamannya Mozart, Bach, kayak gitu. Tapi gak sebagus mereka lah. Kamu harus denger kapan-kapan. Lagu-lagu saya sebelum sindentosca lahir lebih original, dan lebih mendalam menurut saya. Karena pada waktu itu saya masih bau kencur, masih sangat egois, dan masih sangat INILAH GUE GITU LOH! Hahaha. Tak seperti sekarang yang sudah mulai memikirkan orang lain, audience, additional, teman-teman dekat, lingkungan, pasar, dan sebagainya. Sometimes I miss my "Original Me" :) ...narsis lagiiii!

 

NB: miss or missed sih? Englishku...

 

<< Back

 

 

 

 

Copyright 2004 sindentosca Digital Handmade

Optimized for 1024x768

Hosted by www.Geocities.ws

1