|
Menu
Intro
Autobiographical Press Release #1 |
www.sindentosca.listen.to
| [email protected]
About Introduction
Here I am, a 23 years old person yang menghabiskan 75% hidupnya di kamar tidur. Hanya untuk tidurkah? Nop! I guess comfort in doing something menjadi konsep kerjaku, dalam bermusik dan desain khususnya. Agustus 2004 ini umurku 24, tetapi selama itu pula belum memahami apa arti bermusik yang sesungguhnya. Yang aku tahu setiap manusia memiliki sense of art yang bertumpu pada satu enigma, yaitu perasaan. Enigma perasaan bukanlah sesuatu yang mudah ditelaah dan diungkap, ditambah sifat manusia yang terkadang abstrak dan tak mudah ditebak. Semua ini butuh proses pembelajaran, proses itu sendiri membutuhkan suatu wadah. Sayangnya wadah yang aku butuhkan tidak semudah yang aku bayangkan. Karena di Indonesia sangat sulit untuk menemukan wadah yang aku cari, maka aku merancang sindentosca. Tempat dimana aku bisa mencurahkan segala bentuk enigma perasaanku tanpa terkecuali. Tempat dimana aku menguak siapa aku sebenarnya. Tempat dimana cita rasa seni yang esensial muncul perlahan-lahan ke permukaan melalui proses yang sesederhana mungkin dan pengetahuan seminim mungkin. Terlalu banyak pengetahuan dan pengalaman mengikis originalitas.
|
|
|
|
Sebut
aku aneh, tapi aku tidak suka cara orang kota bermusik. Aku lebih nyaman
mendengarkan sekelompok orang-orang pedalaman yang memainkan musiknya,
lebih orisinil, lebih tulus, jujur, apa adanya, jauh dari segala politik
dagang yang selalu mengekang kreatifitas dan ketulusan bermusik di kota.
Aku merancang sindentosca agar bisa lolos dari politik dagang semacam ini,
dan terbukti dari tahun 1996 sampai sekarang aku sudah menghasilkan lebih
dari 648 lagu yang bisa disebut bebas produser. Yap, bukankah biasanya
produserlah yang mengubah semua ketulusan bermusik para musisi kita? Namun
ada saja lagu sindentosca yang komersil. Itupun tercipta setelah aku
ditawari masuk major label yang mengharuskan aku untuk membuat 4 lagu
tentang cinta, biar bisa laku dipasaran, salah satunya berjudul Sebatas
Teman. Familiar dengan lagu ini? Tapi akhirnya aku mengundurkan diri
karena aku tidak nyaman. Lagi-lagi kenyamananlah yang aku prioritaskan.
Jangan dianggap sepele lho, kenyamanan itu sangat penting agar kita lebih
tulus dan jujur juga tahan banting dalam mencapai sesuatu. Lihatlah
sekeliling desain website ini, 90% pengerjaannya sambil tiduran. Cara aku
membuat lagu pun sering sambil tiduran. Untuk aku, sindentosca adalah gaya
hidup paling ngalindur…eh, nyaman. Hehe...narsis gitu loh! Jalu | suatu malam, 11 mei 2004
|
|||
|
Copyright 2004 sindentosca Digital Handmade Optimized for 1024x768 |
|||