Home About Me Literature Send Your Opinion Topik 2 Topik 3


White Word

 

Meng-HRD-Kan Personalia

Disuatu perusahaan acap kali terlihat bagian yang bernama Human Resource Development atau Human Resource Department (HRD). Sekilas nama keduanya sama tapi bisa-bisa punya "Pekerjaan" yang lain.

Arti Human Resources Department bisa juga terdiri dari kumpulan orang-orang personalia layaknya bagian Tata Usaha di sebuah sekolahan. Tugasnya tidak lain hanyalah ,melakukan rekruitmen pegawai, mengurus gaji pegawai, mengeluarkan surat peringatan sampai pememecatan pegawai , mengurusi absensi pegawai, dan hal-hal administrasi standar lainnya. Tidak kurang dan tidak lebih disekitar itu. Itulah PERSONALIA bukan merupakan Human Resource Development.

Human Resource Development, sesuai namanya dengan kata "Development" terkesan lebih mendidik, mengatur kepada arah yang benar dan terkesan lebih "Smart" ketimbang Personalia semata. HRD yang jenis ini tidak serta merta sebagai eksekutor amatir semacam personalia, namun lebih mengutamakan tentang proses pengembangan karyawan dan menganggap karyawan adalah aset bukan pembantu yang membutuhkan pekerjaan di sebuah perusahaan. Pekerjaannuya tidak hanya melakukan rutinitas penggajian saja tapi juga melakukan pemantauan kelayakan standar gaji karyawan dengan membuat komparasi dengan perusahaan tetangga sejenis, bahkan HRD sejati tidak semena-mena melakukan pemecatan karyawan tapi lebih pada memberikan "Perhatian Ekstra" dalam membina dan mengarahkan karyawan untuk menjadi lebih baik, misalkan justru dengan mengkursuskannya atau memberikan buku-buku panduan yang disesuaikan dengan sisi "Kelemahan" karyawan tersebut dll. Itulah HRD yang menganggap karyawan sebagai aset.

Jika anda ragu seperti apa HRD ditempat anda, apakah berfungsi sebagai Personalia atau sebagai Employ development, maka anda bisa secara individu mengasesment HRD anda. Jika HRD anda terdiri dari kumpulan orang-orang yang berpendidikan biasa saja dan untuk mengatasi kekurangannya mereka berpenampilan sebagai "Raja" atau "Yang punya perusahaan" dan kebijakannya melulu masalah "Punishment" dan "Rutinitas" maka bisa sedikit dipastikan HRD ditempat anda hanyalah Personalia semata. Jangan berharap lebih. Tapi jika HRD di perusahaan tempat anda bekrja terdiri dari orang-orang yang "Smart", punya jenjang pendidikan yang sesuai dengan main core perusahaan, berpenampilan sebagai rekan sejajar dengan karyawan (mensupport) dan lebih mengutamakan kegiatan pengembangan karyawan seperti kursus, inhouse training, mengadakan seminar, Outbond, dan memiliki ruang pendapat terbuka untuk karyawan tanpa karyawan harus merasa terintimidasi, bahkan mengadakan  "Man of the Month" yang lebih pada mensupport karyawan,  maka anda bisa mengasumsikan HRD anda adalah tipikal employ development. Beruntunglah anda.

Aktor-aktor dibalik bagian Personalia juga umumnya bersifat pilah-pilih dalam memberikan punishment. Umumnya mereka tidak cukup berani memberikan, bahkan, hanya melayangkan surat peringatan/teguran kepada kepala bagian keatas yang melakukan kesalahan. Pendidikan mereka yang tidak cukup tinggi mungkin yang membuat mereka tidak mempunyai nilai tawar diluar perusahaan, sehingga mereka sangat ketakutan memberikan teguran terhadap pejabat-pejabat disebuah perusahaan. Jangan-jangan nanti malah dipecat.

Chief executive officer (C.E.O) di sebuah perusahaan perangkat lunak besar pernah melansir tentang kebijakannya mengenai punishment di perusahannya. Dia mengatakan bahwa, "I don't punish our employ before we know the reward for it" atau arti harfiahnya, saya tidak akan menghukum seseorang atas suatu sebab sebelum saya menemukan hadiah bagi orang yang tidak melakukan sebab itu. Dari situ jelas, jika ada seseorang terlambat masuk kerja karena suatu hal maka dia tidak akan dihukum dalam perusahaan tersebut sebelum perusahaan bisa memberikan hadiah (reward) bagi orang yang sangat rajin/tidak pernah terlambat masuk kerja dalam jangka waktu tertentu. Sportif dan gentelman.

Dari ini semua silakan anda review aturan kerja diperusahaan anda, berapa persen reward dan berapa persen punishmentnya. Berapa persen bersifat tentang Employment supporting dan berapa persen tentang Employment punishement. Secara sekilas anda bisa menilai siapa HRD dan management anda.

Meng-HRD-kan personalia berarti harus merombak para pengurus personalia yang bersifat seperti diatas dengan orang-orang yang bersifat employ development seperti diatas (juga).

Wassalam

 
Hosted by www.Geocities.ws

1