Kedudukan Pustakawan dalam Dunia Cyber

Sampai saat ini mungkin kegagapan teknologi oleh pustakawan disebabkan tidak tahunya kedudukan mereka dalam kancah dunia cyber. Satu masalah takut kehilangan lahan adalah utama. Maka dari itu pustakawan yang konservatif tetap mempertahankan status quo yang ada. Maka muncullah imej pustakawan adalah orang kolot teknologi.

Sebenarnya, bagaimana sih kedudukan pustakawan dalam dunia yang serba cyber dan elektronis seperti saat ini? Programmer jelas bertindak sebagai pembuat program. Rancang bangun program ini tidak sembarangan, biasanya seorang programmer komputer selalu mengadakan konsultasi dengan bidang yang berhubungan dengan masalah tersebut. Sebut saja dalam dunia Web site khusus masalah konten atau isi web site mereka harus mengadakan brainstorming dengan pihak yang dianggap ahli, yakni Pustakawan.

Hal ini disebabkan pustakawanlah yang paling tahu dalam hal penelusuran dan kemauan netter atau penelusur. Maka jelas para ahli IT hanya bisa membuat system programnya, tetapi bukan isinya. Kemampuan mengkategori, memfiling dokumen file adalah kemampuan pustakawan yang sangat diandalkan. Pembagian nama domain untuk file, lokasi koding bahkan sampai bentuk format penyimpanan metadatya sangat tergantung pada pustakawan.

Jadi secara sederhana programmer yang membuat kerangka, dan pustakawanlah yang mengisi konten dengan policy dari pihak redaksional. Pemasukkan conten data ini sangat tergantung kemampuan knowledge si pustakawan tersebut. Misalnya seorang setelah membrowsing internet didapat bahan yang bagus dapat dimasukkan ke dalam alamat email atau engine (data entri) kepada reporter. Bila tidak ada yang berbasis web dapat discan dari buku atau majalah. Lalu si reporter membuat berita dengan bimbingan pustakawan.

Kemudian pustakawan juga mulai mendata semua bahan yang pernah fetch (tampil) di web site dan dikemasulang dalam CD, baik dalam bentuk data teks, gambar, ataupun MP3 atau MPVG dan lain-lain. Sangat praktis bukan? Nah di sini sangat jelas sekali bahwa tugas pustakawan mengalami pergeseran yang sangat drastic, bahwa mereka memiliki tugas yang sangat berat, sebagai tulang punggung pemberitaan dan redaksional. Bukan seperti yang dibayangkan selalu duduk dan menunggu pemakai pustakawan. Sedangkan lahan data (konten) dapat dipegang orang lain atau profesi lain, sepertinya masih jauh diharapkan. Kemampuan filing (mengkategori) inilah yang masih diandalkan bagi seorang pustakawan. Tetapi bagaimana bila pustakawannya gagap teknologi yang pasti sangat sulit untuk beradaptasi bekerja efisien seperti itu? AP/24-4-2001 

BACK TO MAIN

BERITA UTAMA LAIN:

  1. KETAKUTAN AKAN LOST GENERATION ...Apakah Akan Benar-Benar Terjadi Pada Pustakawan?...(Lengkap)

  2. PUSTAKAWAN, ILMUWAN DAN DIALOG INTERAKTIF METRO TV.....Silahkan lihat pustakawan masih terlihat sangat kurang kooperatif dengan pemakai...(Lengkap)

  3. Bagaimana Kalo Mati Lampu??....(lengkap)

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1