Menjawab Seorang Demi Seorang DALAM bab di atas saya telah menjawab secara umum, pada dasarnya penjelasan di atas telah menjawab secara keseluruhan, tetapi manusia adalah makhluk ego yang meminta perhatian tersendiri. Saya pun demikian bila menanggapi pendapat seseorang sangat mengharapkan bagaimana reaksi dan tanggapan balik sebagai jawaban agar niat menanggapi tercapai. Jawaban saya atas tanggapan sejumlah tokoh merupakan komunikasi dua arah untuk saling memahami jalan pikiran satu terhadap lainnya, artinya saya bisa memahami pikiran para penanggap, begitu pula sebaliknya.
Selain itu para pembaca Suara Maluku dan telah sempat memiliki buku yang katanya kontroversial itu pasti ingin mengetahui bagaimana jawaban saya, apalagi saya pun berkepentingan untuk menyatakan bahwa yang saya tulis dalam buku itu benar adanya.
Mereka yang ingin mendalami sebab musabab serta berbagai aspek yang terdapat dalam konflik besar kedua masyarakat yang berbeda agama itu sehingga tidak berhasil diselesaikan setahun lebih. Buku itu adalah sarana informasi akurat yang pertama secara terbuka hadir di tengah masya-rakat yang sebagian besar perlu membuat jawaban tertulis dalam satu naskah sebagai pertanggung jawaban saya atas keamanan isi buku itu dan sekali lagi saya nyatakan bahwa buku itu dibuat walaupun untuk pembelaan diri atas pendzaliman pihak Kristen tetapi sekaligus ikut membuka mata pihak Kristen bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan terbesar pada abad 20 yang lalu dan terus mem-bekas di awal abad 21 ini. Karena itu tidak pantas ditanggapi secara emosional dan lupa diri.
Kalau menurut pendapat Bung Sayuti Asyatri, wakil sekretaris Presiden bahwa kalau buku itu dilarang maka akan bertambah laris karena banyak orang mencarinya. Pendapat itu ternyata jitu sekali terbukti dengan telah tersalur 1000 eksemplar di kota Ambon saja sebagai akibat banyaknya tang-gapan dan cukup keras yang cenderung emosional belum sempat mengendapkan duduk permasalahannya, saya tidak tahu akan menjawab siapa lebih dulu karena klipping yang dikirim via pos kepada saya tidak dicatat tanggalnya. Jadi kalau ada yang seharusnya lebih dulu saya jawab ternyata menjadi di belakang tentu saya mohon maaf karena alasan diatas.
Pilihan jawaban pertama sebaiknya diberikan kepada Suara Maluku karena pasti mewakili seluruh pembacanya, sekaligus sebagai penghargaan dan rasa terima kasih atas dipopulerkan buku saya oleh Suara Maluku sehingga begitu banyak permintaan tambahan dari Ambon. Itu artinya buku itu akan terus mengemban tugasnya sebagai agent of information dan agent to become reconsiliation lebih berhasil lagi. Mudah-mudahan jawaban saya memadai memberikan kejelasan duduk perbedaan pendapat kita tanpa memaksa untuk diterima.
Harian Umum Suara Maluku PADA salah satu terbitan Harian Suara Maluku foto saya dipamerkan begitu besar. Itulah foto saya ketika begitu dekat dengan Harian Suara Maluku sampai diundang berbuka puasa bersama dilanjutkan shalat Tarawih.
Keakraban itu karena ada kepentingan masing-masing. Suara Maluku mengharapkan pikiran saya sebagai seorang militer dengan artikel-artikel pendek yang membuat saya jadi senang menulis dan mungkin ada kepentingan yang lain, saya tidak faham. Saya sendiri punya kepentingan yang bukan bersifat pribadi tetapi aspirasi dan harapan banyak pihak kepada Suara Maluku yang selalu hadir di pagi hari dengan berita pilihan.aya bermaksud melalui tulisan maupun kontak pribadi ini mengajak Suara Maluku lebih obyektif dan berperan sebagai agen pembangunan di daerah seribu pulau ini khususnya sikap mental kita di Maluku menang-gapi perkembangan nasional di era reformasi yang penuh huru-hara dimana-mana.
Keseluruhan tulisan saya mengarah tajam pada ajakan segenap masyarakat untuk membentuk secara mental suatu security belt dan security net agar kita dapat mencegah para provokator dan kaum perusuh. Jadi sekali lagi saya ingin menghidup-hidupkan semangat bela negara sebagai suatu kewajiban dan hak setiap WNI yang diatur dalam UUD ’45 pasal 30.
Mengapa begitu spesifik rencana saya ? Tiada lain karena penampilan Suara Maluku sangat mencurigakan. Silahkan buka lagi terbitan menjelang peristiwa Batu Gajah berdarah dan seterusnya. Dapatkah Suara Maluku membenarkan tulisan yang begitu keras, kasar dan tak bermoral terhadap ABRI?.
Tolong buka lagi buku saya yang menceritakan proses kerusuhan di mana ada tahap perencanaan yang sub tahap-nya salah satu adalah “Pematangan Situasi” di mana sasaran pokok adalah membuat ABRI tak berdaya. Hasil nyata pada sub tahap itu telah kita buktikan dan rasakan bersama dimana ABRI tidak mampu bertindak dalam beberapa kasus dan terakhir pada tanggal 19 Januari 1999 dan seterusnya. Itulah perencanaan jitu yang mencapai sukses gemilang oleh RMS yang secara sadar maupun tidak telah ikut mensuk-seskan pemberontakan RMS yang kedua ini. Kalau ada pengusutan oleh KPP HAM atau aparat keamanan maka dalam mendalami prolog kerusuhan, Suara Maluku perlu dimintai keterangan.
Mudah-mudahan saja Suara Maluku tidak ambil bagian penting dalam aksi penghujatan terhadap ABRI yang hasilnya adalah kehancuran masyarakat kecil dari kedua belah pihak.
Kini bagaimana kelanjutan sikap dan posisi Suara Maluku terutama dalam proses penyelesaian kerusuhan ini. Saya katakan penuh keyakinan berdasarkan hasil analisis militer dan pengalaman pribadi bahwa otak dan pelakunya RMS atau badan lain menyerupai RMS. Pendapat seperti itu dikatakan aksiomatis sekali, tidak bisa tidak. Jadi kepada Suara Maluku saya bantu mengingatkan kembali bahwa RMS itu ada dan masih berpakaian adat atau sudah mengganti baju baru era reformasi tetapi tetap orang-orangnya dengan cita-cita yang sama pula.
Karena itu sayapun butuh kawan dalam mengejar RMS, selain Ummat Islam di Maluku, tentu sebagian besar Ummat Kristen di Ambon / Maluku, tetapi kita perlu seorang PENJURU. Secara pribadi saya jatuhkan pilihan kepada Harian Suara Maluku. Suara Maluku dapat berperan aktif membongkar RMS, pengetahuan dan pengenalan anda terhadap keberadaan RMS gaya baru cukup untuk meme-rankan peran amat penting dalam mengejar RMS. Tunjuk-kan sikap bela negara seorang putra bangsa di Maluku (bukan bangsa Maluku seperti maunya RMS) kita hilangkan RMS di Maluku agar yang di Nederland tahu diri dan membubarkan diri. Kita ulurkan tangan menyerahkan patahan sagu salempeng itu kepada mereka, untuk pulang ke Ambon membangun tanah nenek moyangnya yang subur dan kaya ini, tetapi belum tergarap oleh tangan-tangan tram-pil serta kemampuan olah pikir dan semangat manggurebe maju (akan ditulis secara khusus). Jangan lagi Suara Maluku bersikap aneh kalau sampai pada masalah RMS.
Nah, gambaran sikap itu hendaknya mendapat tangga-pan positif seperti harapan mayoritas pembaca dari Suara Maluku yaitu agar Suara Maluku tetap berada dalam barisan putra bangsa Indonesia.
Karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya tawarkan kerja sama yang mesra seperti bulan-bulan November-Desember 1998 yang lalu. Bila saya tanyakan:
Bersediakah Suara Maluku masuk barisan kekuatan yang akan mengejar dan menghancurkan RMS?
Akang pung jawab su pasti, Suara Maluku akan menyatakan dengan semangat – SETUJU !
Jawaban seperti itu sudah dapat ditebak dengan jitu karena mau jawab bagaimana lai, nanti pembaca lari dari Suara Maluku. Kalau pertimbangannya adalah faktor pembaca maka jawaban itu batal. Jawaban yang akan diharapkan adalah SETUJU, karena Suara Maluku adalah alat perjua-ngan bangsa untuk mencapai ide dasar yang akan kita kem-bangkan bersama yaitu sagu salempeng pung sapanggal tu kasih akang vor basudara yang hidup di Netherland, katong angkat dong pung harkat dan martabat sebagai bangsa Indonesia yang merdeka jang menderita di negeri orang.
Konsep yang baru berupa ide dasar ini harus kita kembangkan bersama, Suara Maluku jadi penjuru, beta satu jingkal di belakang ale !
Ada katong pung anana muda dan para cendekiawan lainnya mampu mengembangkan rencana besar ini. Bukan-kah Memory Of Understanding (MOU) antara Indonesia-Nederland tentang repatriasi suku Maluku di Nederland sudah ada hanya pelaksanaannya saja yang tersendat-sendat ?
Bukankah Bung Novi yang tinggi besar, gagah dan cakep kata orang Betawi adalah tenaga-tenaga andalan di Suara Maluku? Mereka ibarat alat penggerak sekuat buldoser mera-takan tanah untuk membangun monumen yang diceritakan di atas. Tinggal bagaimana mereka luruskan sikap dan semangat demi tanah air bangsa dan negara tercinta. Katong orang Maluku rugi besar kalau nyong gogos salah bersikap.
Untuk Suara Maluku tercinta saya tidak akan memberi-kan tanggapan detail satu persatu dari editorial dan artikel bersambung yang menghujat buku saya. Saya anggap itu tidak pernah ada, saya tetap Rustam Kastor yang pernah Suara Maluku kenal. Buku saya adalah alat perjuangan kita bersama menghancurkan RMS. Jawaban saya adalah untuk para langganan Suara Maluku karena sudah lama mereka menunggu sesuatu yang penting.
Mari kita berfikir lebih positif lagi untuk melihat Maluku jauh ke depan. Tidak ada cara apapun kecuali segera hancur-kan RMS, adili yang bersalah dan hukum mereka, bersihkan lingkungan kita, barulah mulai membangun Maluku ber-sama tanpa ada kecurigaan apapun. Ini adalah salah satu obat yang dapat mematikan rasa dendam yang teramat dalam. Adakah pilihan lain, atau kita pertahankan sikap dan kepentingan masing-masing? Sikap keliru itu tidak akan mamu kita pertanggung jawabkan kepada anak cucu dan nenek moyang yang sudah mendahului kita.
Untuk mengindari pengkotak-kotakkan kepentingan maka dalam proses rekonsiliasi dan kelajutannya harus disingkirkan mereka yang menjadi otak dan penggerak tragedi kemanusiaan yang amat dahsyat itu. Termasuk para pendukung setianya. Dengan demikian rekonsiliasi akan akan berjalan mulus karena kedua belah pihak berada pada dua jalur yang sejajar menuju tujuan yang sama, tidak memberi kesempatan kepada pihak yang ingin memaksakan kehendaknya yang jauh dan bertentangan dengan aspirasi umum masyarakat Maluku.
Akhirnya Beta sampaikan selamat atas harapan Suara Maluku sebagai penjuru. Selamat kepada Bung Etty, pimpin ana ana bae bae untuk mencapai hari depan Maluku yang gemilang seperti yang katong dua bacarita panjang lebar di kantor.
Berikut ini saya tanggapi editorial dan 3 tulisan bersambung Bung Novi;
Yth Bung Novi.
Harapan anda untuk bisa menjadikan tulisan saya sebagai bacaan yang objektif sekaligus referensi dalam tugas jurnalistik tetap ada. Turunkan temperatur emosi, hayati keseluruhan isi jiwa buku itu dengan memahaminya secara komprehensif integral maka anda akan menemukan. Tulisan menjawab Suara Maluku ini akan memperjelas posisi dan peranan buku itu.
Janganlah menanggapi sesuatu yang bernilai taktis apalagi teknis, naik satu tingkat lagi pada strata strategis maka anda akan bisa melihat sesuatu itu secara keseluruhan. Beta terjemahkan itu dalam kisah orang buta bertengkar tentang kemampuan gajah. Pada tingkat taktis diskusi kita akan terjebak perbedaan pendapat yang sesunguhnya tidak ada karena bertolak dari landasan yang sama, ia membias pada tingkat taktis karena mengabaikan landasan strategis sebagai acuan bertolak semua pihak. Suatu contoh urusan klasifikasi desa Wailete atau Tawiri bukan tempatnya dalam tanggapan anda karena lokasi TKP tidak pernah bisa berpindah atau dikaburkan.
Soal nasionalisme saya, ke Sapta Marga-an saya tak perlu anda curigai karena saya telah lulus dari berbagai ujian berat yang belum pernah anda lewati. Jiwaku dan ragaku untuk bangsa dan negara tercinta boleh anda buktikan. Sangat naïf menilai seseorang pada posisi sesaat pada satu kasus, ia akan tidak obyektif dan cenderung munafik. Tulisan saya dalam Suara Maluku tetap dalam satu koridor nasio-nalisme yang tangguh, kedua semangat itu kini bergelora untuk ikut menyelamatkan Maluku dari cengkraman RMS yang telah menimbulkan petaka sedahsyat ini.
Semangat kejuangan saya yang utuh demi Dwi Warna tidak mungkin memaksa saya untuk berbohong memutar balikkan fakta. Biar setang deng dia pung ana cucu lai datang, beta tetap menyuarakan kebenaran dan keadilan sebagai wujud semangat nasionalisme dan Sapta Marga. Seseorang menjadi munafik bila ia menepuk dada sebagai seorang nasionalis semantara yang dilakukan aksi melindungi bah-kan mendukung niat separatis sesuatu kekuatan dalam kerusuhan ini.
Kalau pihak Islam yang menyerang, maka betapa dosanya saya tutupi hal itu, faktanya tidak demikian. Nyata di lapangan pihak Kristen yang menyerang, tolong saya jangan dipaksakan untuk menyatakan yang sebaliknya. Janji setia kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit seorang prajurit pejuang (mantan) dan pejuang prajurit adalah jaminan obyektifitas saya. Bila berbohong maka hilanglah kesempatan saya untuk mengajak semua pihak berperan memasuki Maluku Baru keluar dari kemelut tak masuk akal ini.
JANGAN TERPANCING DENGAN BUKU ABUNAWAS. Pokok pikiran (lihat lampiran no 1)
Yang terhormat Suara Maluku !
Permintaan anda agar saya tidak memihak sepertinya lucu sekali sementara anda yang katanya bukan terompet pihak Kristen yang RMS ternyata mendemonstrasikan keberpi-hakan anda. Tolong disadari bahwa tulisan-tulisan anda baik bersumber dari Suara Maluku baik editorial (pokok pikiran), 3 tulisan bersambung sdr Novie maupun muatan surat para penanggap, menunjukkan dimana kedudukan anda, terlalu berpihak.
Sementara saya sendiri sebagai tokoh masyarakat Malu-ku dari unsur Islam. Bila agamaku dihina, Rasul diperlaku-kan dengan biadab, masjid-masjidku dibakar, saudaraku kaum Muslimin dibunuh, harta bendanya dijarah dan diba-kar, mereka diusir dari tanah dan pemukimannya sehingga sebagian harus eksodus, pelanggaran brutal terhadap nilai-nilai luhur Pancasila dan faham wawasan kebangsaan, maka saya baik sebagai tokoh masyarakat Maluku maupun tokoh masyarakat Muslim harus segera bersikap. Kalau sikap saya negatif terhadap pihak Kristen yang RMS adalah merupakan tanggung jawab saya untuk mengoreksi pihak yang bersalah, itu harus dilakukan, saya tidak boleh munafik. Kalau saja aparat keamanan dan Pemda pada hari-hari pertama bersikap tegas terhadap yang bersalah minimal dinyatakan siapa yang bersalah, ditegur dan diperingatkan keras maka kehancuran dan korban jiwa tidak perlu membesar dan berkobar hampir keseluruh Maluku. Pihak yang dinyatakan bersalah akan menahan diri, kemudian dapat diproses mela-lui jalur hukum. RMS dan para aktor intelektualnya tertang-kap maka Ummat Kristen di Maluku pun terbebas dari beban. Itulah gambaran posisi saya, jadi bersalah jika saya bersikap menolak pihak yang nyata-nyata telah membunuh dan membakar apalagi menyuramkan masa depan Maluku secara keseluruhan.
Saya pun ragu kalau pihak Kristen yang RMS menempat-kan saya sebagai tokoh masyarakat Maluku yang ikut mewakili mereka. Saya dan keluarga mulai hari 3 dan seterusnya diteror dengan ancaman akan menculik cucu saya padahal saya berupaya menempatkan diri saya netral dengan hanya memonitor dan mempelajari situasi dan permasalahan yang sesungguhnya.
Jadi memihak kepada yang dizhalimi adalah proses alamiah seperti pernah saya berfihak kepada Megawati Soekarno Putri ketika ia diperlakukan tidak adil oleh rezim orde baru.
Kutipan anda yang katanya tulisan saya pada kata pengantar itu keliru, bukan saya tetapi penerbit, tolong dilihat lagi.
Saya memang memasukkan sejumlah kecil ayat Al-Quran sebagai dasar perjuangan Ummat Islam dalam perang membela agama. Masih banyak petunjuk Al-Quran dan Al-Hadits (sabda Rasulullah yang mendasari semangat JIHAD FIE SABILILLAH) diantaranya agar pihak Kristen yang RMS sadar bahwa mereka mengahadapi kekuatan (moral dan fisik) yang maha dahsyat, tidak akan dapat dikalahkan agar lebih baik mencari alternatif dialog atau jalur hukum.
Jihad membela agama adalah Fardhu Ain artinya hak dan kewajiban tiap orang, tidak dapat diwakilkan dengan janji Allah akan mendapat pahala bagi mereka yang melaksanakan dan dosa bagi yang menghindar, mereka yang gugur di medan pertempuran dinyatakan Allah sebagai Syahid (pahlawan) bila mereka lebih dari seorang maka disebut Syuhada’ seperti yang anda sering dengar, julukan bagi para pejuang bangsa merebut kemerdekaan mereka dijanjikan Allah surga yang nyaman. Karena itu Belanda kewalahan termasuk Om-om KNIL dari Maluku.
Posisi buku ini dalam penyelesaian kerusuhan Ambon ini jelas sangat bermanfaat bagi kelompok Islam dan saudara-saudara dari kelompok Kristen yang RMS. Ia menyajikan data dan fakta sehingga memudahkan proses penyelidikan HAM nantinya. Tunggu saja UU HAM diratifikasi dan kasus ini dipaksakan oleh Ummat Islam untuk diselesaikan lewat jalur hukum oleh KPP HAM.
Isi buku itu tentunya data dan fakta adalah hasil kumpu-lan para tokoh di lapangan, jadi tingkat akuratnya terjamin kemudian ikut dalam proses analisa walau saya memang dominan dengan pendekatan militer sesuai permasalahn yang bersifat perang yang menggunakan kekerasan peng-ganti diplomasi.
Saya buktikan itu dengan tajuk tanda tangan penulis pada cetakan kedua oleh 5 orang tokoh yang terlibat sedang-kan lainnya sedang menunaikan ibadah haji, tugas keluar daerah maupun urusan pribadi ke Jawa.
Bagian lain dari isi editorial sudah terjawab pada tulisan bagian depan.
MENGABURKAN FAKTA, MENONJOLKAN ANALISA PRIBADI Lihat lampiran No 2.
(Bagian pertama dari 3 tulisan bersambung).
Saya sadar bahwa posisi saya sebagai salah satu tokoh Maluku karena itu saya harus bersikap, saya tidak bisa berdiam diri membiarkan pembunuhan dan pembakaran oleh satu golongan terhadap golongan lain di mana saya merupakan bagian dari kedua golongan itu. Seorang tokoh yang baik harus mempunyai keberanian menyatakan salah bagi yang nyata salah dan menyatakan benar bagi yang nyata benar, karena itu saya harus mengatakan bahwa pada tanggal 19 Januari 1999 bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H di mana Ummat Islam sedang merayakan hari raya Idul Fitri-nya sebagai luapan kegembiraan atas kemenangan memerangi hawa nafsu selama sebulan penuh ternyata mereka diserang dengan membunuh dan membakar perumahan dan hak miliknya sehingga di hari bahagia itu justru Ummat Islam di kota Ambon harus menanggung duka nestapa yang tidak terperi.
Bila anak saya memukul anak tetangga maka sebagai orang tua yang baik saya harus mencegahnya kemudian menghukum anak saya, saya tidak boleh memihak kepada anak saya walau dia kesayangan saya. Saya segera per-tanyakan alasan pemukulan dan duduk permasalahannya kemudian menemui orang tuanya dan anak yang dipukul tadi untuk minta maaf dan menjelaskan duduk persoalan-nya.
Saya tidak justru memihak anak saya dengan menya-lahkan anak tetangga apalagi ikut menyalahkan orang tuanya.
Bung Novi !
Saya seorang Muslim yang di lingkungan kaum Muslim di kota Ambon dan sekitarnya dihormati dan disegani, melihat telah terjadi perlakuan keji dan tidak berperi kemanusiaan terhadap kaum saya. Kalaupun mereka bukan kaum saya maka saya harus memihak kepada yang sedang menderita akibat perbuatan pihak lain. Demikian pula yang katanya sebagai tokoh Maluku ternyata sejak hari-hari pertama di mana Ummat Islam sedang terbingung-bingung belum mengetahui apa sesungguhnya sedang terjadi ternyata secara bertubi-tubi saya diteror lewat telepon yang mengan-cam akan menculik cucu cucu saya. Dimana letak kesalahan saya dan mereka langsung menjadikan saya sebagai musuh. Itu untuk diketahui Bung Novi agar dapat mendudukkan permasalahannya dengan tepat. Jadi saya memang tidak ditokohkan oleh Kristen yang RMS.
Soal fakta tidak ada masalah, semuanya jujur dan obyektif dan tidak benar analisa yang saya tulis bersifat pribadi, itu ditangani oleh kelompok walau saya mendomi- nasinya dengan pendekatan militer karena masalah yang menjadi obyek analisa ini adalah masalah perang jadi harus dilihat dari sudut pandang penggunaan kekerasan sebagai pengganti dialog dan diplomasi.
Saya menuduh Suara Maluku sebagai Suara Kristen atau memihak karena faktanya demikian. Silahkan buka lagi terbitan November 1998 dan sekitarnya, apa yang anda tulis sudah jelas menjawab tuduhan saya. Komposisi pegawai bukan penentu tetapi kualitas dan posisi jabatan penentu di tangan siapa yang menetapkan kebijaksanaan dan arah yang menjadi tujuan itulah yang harus dinilai.
Akhirnya saya menyarankan agar pihak Kristen yang RMS membuat buku yang sama menceritakan secara obyektif apa yang telah terjadi, silahkan menulis dengan fakta yang jelas bahwa Islam yang memulai dan Islam yang menyerang terus menerus, nanti kita lihat apakah mereka bisa obyrktif atau mengaku telah bertindak keliru.
Sekian, terima kasih.
MENGAPA HANYA KOTA AMBON, - Lihat lampiran No 03
BUKAN MALUKU PADA UMUMNYA.
(Bagian kedua dari 3 tulisan bersambung).
Soal kemampuan tulisan saya dalam melakukan analisa, harap tidak diragukan karena pendekatan militer dalam analisa itu cukup jadi jaminan sebab kasus yang dibicarakan adalah penggunaan kekerasan alias perang.
Pada tulisan bagian kedua kita temukan sekali lagi pola berfikir taktis Bung Novie yang membandingkan kerugian masyarakat pasar yang Islam dan milik suku cina yang investasinya mayoritas. Tujuan strategi mem-by pass masalah masalah taktis dan yang lebih kecil, di dalam militer tujuan adalah panglima, posisinya mengalahkan keberadaan yang lain, tujuan strategi itu harus dicapai walau kerugian lain harus terjadi. Itulah konsep penyerangan yang dilaksanakan terhadap fasilitas perekonomian pasar Mardika dan yang lainnya. Masuklah dalam berfikir strategis agar anda tidak larut dalam mengukur kerugian tante tante papa lele. Kerugian itu telah masuk dalam kalkulasi untung rugi cara bertindak (CB-nya ABRI) tanyakan teori ini pada Kol.Cpm.Decky Wattimena.
Soal milik cina walau berskala besar, saya coba mengi-ngatkan anda bahwa anda salah informasi tentang pemili-kan pasar Mardika, lihat kontrak perjanjian dengan Pemda Tk I, cina tidak akan rugi. Justru yang perlu anda analisis adalah bagaimana hebatnya pimpinan lapangan yang mengendalikan ratusan orang yang membakar obyek sekian luas bisa memilah-milahkan mana milik cina dan mana milik masyarakat Islam. Milik cina di pasar Mardika dibakar pihak Islam yang terpaksa melakukan serangan balas bulan Juli 1999, tetapi sebagian besar masih tetap dalam perlindungan masyarakat Islam, silahkan turun ke lapangan menyaksikan kenyataan.
Ummat Islam terhadap suku cina di Ambon bukan melihat agamanya yang Kristen tetapi posisinya sebagai warga negara yang perlu dilindungi karena tidak terlibat dalam aksi kerusuhan. Cina sepanjang jalan A.Y.Patty dan sekitarnya diserang karena Ummat Islam mengetahui mereka ikut mendanai aksi kerusuhan walau itu terjadi di bawah ancaman kekerasan.
Soal tidak obyektif melihat kerugian sekali lagi anda telah memutar balikkan fakta. Yang benar bukan seperti catatan anda. Cobalah ade nyong pakai teori SEBAB AKIBAT supaya betul bahwa sebab lebih dulu baru terjadi apa yang dikatakan akibat atau ekses / reaksi terhadap suatu aksi. Lakukan investigasi atau buka lagi catatan pihak Kristen dan lihat tanggal dan jam dari setiap peristiwa, silahkan periksa kasus demi kasus secara kronologis dan buktikan kenyataan di lapangan yang sampai hari ini belum berubah. Dalam buku saya bab tentang pembuktian, dalam “pembuktian 3 faktor “(tanggal, waktu, TKP dan korban / bukti mati). Sulit untuk mengelak apalagi membatahnya, silahkan buat versi Kristen.
Falsafah Jawa mengatakan bahwa bila menanam angin, pasti akan menuai badai. Yang terjadi di Maluku sesungguhnya badai itu belum terjadi baru angin sibu-sibu saja, sebab aksi serangan balas Islam kadarnya belum sampai badai yang dimaksud, mereka hanya mampu sekian saja kerena tidak ada persiapan khusus dan tidak berkehendak menimbulkan kehancuran masa depan.
Kerusuhan ini dimulai dari Ambon, di sini keseluruhan aksi dirancang sampai dalam pelaksanaannya. Di kota Ambon juga berkedudukan Head Quarter karena itu focus pembahasan diarahkan ke kota Ambon dan sekitar. Kasus Buru dan Maluku Utara begitu juga Maluku harus diinves-tigasi lagi secara jujur siapa sebenarnya yang melakukan aksi dan siapa yang beraksi. Kalau pihak Kristen merasa mengalami kerugian besar maka itulah yang dimaksud falsafah tadi, terpaksa harus menuai badai.
Mengapa aparat keamanan sejak awal tidak pernah menentukan siapa yang bersalah dalam setiap kasus. Pihak yang selalu memulai aksi tetapi tidak pernah terkena sanksi akan terus berbuat hal yang sama. Ummat Islam siap membuktikan bahwa hampir keseluruhan kasus kerusuhan pihak Islam hanya beraksi membela diri. Karena itu harus ada investigasi setiap terjadi kerusuhan, ada pertanyaan siapa yang bersalah melakukan penyerangan atau sebab lain yang memancing kerusuhan. Bila investigasi seperti itu lalai dilaksanakan maka sekarang ini dalam proses penyelesaian melalui penegakan hukum, harus segera dilakukan sebelum fakta dan data lapangan diputar balikkan. Fakta menun-jukkan tepat seperti yang anda kemukakan tentang terjadi-nya pembakaran dan pembantaian di beberapa lokasi pemu-kiman Kristen. Karena itu perlu dilihat kronologis peristiwa agar diketahui siapa beraksi dan siapa yang bereaksi. Kalau-lah anda mencatat sejumlah aksi pihak Islam maka hanya ada beberapa kasus itu dan bersifat reaktif dibandingkan dengan aksi yang dilakukan pihak Kristen. Masjid yang di-bakar dan dirusak sekitar 147 buah sementara gereja dari kedua agama hanya sekitar 28 buah. Itu adalah fakta yang jangan lagi dibantah, nanti saja bila proses hukum sudah digelar.
Penilaian saya bahwa Suara Maluku adalah media kelompok Kristen atau RMS adalah tidak berbeda dengan apa yang telah didemonstrasikan oleh Suara Maluku sejak peristiwa demo kekerasan oleh UNPATTI dan UKIM dan begitu pula sekarang, Suara Maluku selama ini menyuarakan kehendak TPG secara membabi buta, jadi penilaian di atas wajar saja dan saya cuma mengiyakan tuduhan segenap Ummat Islam. Yang lainnya silahkan bersikap lebih obyektif lagi.
ANALISA SEMBRONO,
KONTOVERSIAL, KESAN PROVOKASI.Bung Novi Yth !
SEKALI lagi saya menyatakan hormat atas kecemerlangan otak anda dalam menetukan obyek bahasan sebagai sasaran tembak yang pokok. Anda sejak awal telah mentorpedo kemampuan analisa saya begitu juga rekan rekan anda yang ikut menangapi buku saya.
Bila kemampuan analisa saya tidak dihantam atau dengan kata lain dapat menerima pendapat-pendapat saya , maka itu namanya pihak Kristen RMS telah mengakui sepenuhnya kesalahan dari perbuatan mereka, mereka telah terpojok dan terpaksa angkat tangan. Karena hal seperti itu tidak boleh terjadi maka anda dengan rekan rekan serentak berusaha mematahkan analisa saya.
Jadi menyangkut kemampuan analisa saya dengan segala kesimpulannya tidak perlu dipermasalahkan lagi, karena bantahan anda dan rekan rekan merupaka nsuatu keharusan yang tidak bisa lain. Jadi tidak ada masalah analisa saya yang mendekati dari cara pandang militer dikatakan sembrono, kontroversial dan kesan provokasi.
Kalau situasi sekarang cooling down memang karena alih Kodal tetapi ingat bahwa RMS yang selama ini mengeluarkan komando agar mengobok-obok situasi tenang kini telah melarikan diri atau tidak berani lagi karena banyaknya parat intelejen dari Jakarta.
Bung Novi tidak mampu membantah hasil analisa saya tentang keterikatan PDI-P secara pribadi-pribadi, GPM dan RMS, ia malah langsung menunjuk kemenangan PPP dalam Pemilu. Bagaimana logika anda mengangkat persoalan prinsip ini tetapi tidak dijawab.
Dengan tegas pula saya katakan bahwa Kristen belum tentu RMS, tetapi RMS pasti Kristen. Kalimat di atas tidak dapat dibantah lagi sedangkan Ummat Kristen yang menolak RMS juga tidak sedikit. Karena itu sayapun kecewa kalau Meneer Pupella tidak pernah diangkat sebagai salah satu tokoh Kristen yang gigih melawan RMS dengan Partai Indonesia Merdekanya (PIM) serta bapak Wim Reawaru yang diabadikan namanya di jalan belakang kantor Guber-nur yang hanya sekitar 100 meter saja.
Saya juga tahu betul tentang kepahlawanan prajurit-prajurit Yon 714/Pattimura Pelupessy ketika mendarat di Amahai dan beroperasi di P. Seram menghancurkan RMS, karena sata adalah bagian dari keluarga pasukan yang gagah berani itu dalam bergerilya.
Bagian lain dari tulisan bagian 3 saudara Novi ini rasanya sudah beberapa kali terjawab.
Mungkin terlalu panjang tanggapan saya terhadap Suara Maluku, tetapi panjangnya tulisan itu karena banyak harapan yang saya tumpahkan kepada Suara Maluku. Saya mengha-rapkan di waktu yang akan datang tulisan tulisan saya bisa dimuat lagi oleh Suara Maluku. Sekaligus saya mendorong Suara Maluku untuk menjadi PENJURU apabila konsepsi SAGU SALEMPENG BERPATA DUA mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dalam upaya itu Suara Maluku akan menjadi wadah dan koordinator bagi wadah fikiran dan pendapat orang Maluku.
TIDAK ADA HUBUNGAN PDI –PERJUANGAN DENGAN RMS. Yth Bung Mailoa !
(Ketua DPD PDI-P Maluku)
Saya lebih mengenal anda ketika terpuruknya PDI di bawah pimpinan Megawati, Ina Latu orang Maluku yang PDI. Kegigihan anda menegakkan PDI yang tersingkir dari arena cukup membanggakan, tidak banyak orang yang akan tahan banting seperti anda, mudah-mudahan PDI-Perjua-ngan Maluku di bawah anda bisa lebih jaya.
Sikap saya terhadap PDI-Perjuangan cukup jelas seperti waktu bacarita di apotik Kimia Farma sambil tunggu obat atau lebih jelasnya seperti apa yang diketahui Bung Matruti si banteng keraton dari Tenggara itu tentang sikap saya di masa orde baru terhadap PDI yang terpuruk itu. Saya Golkar tetapi sikap saya memuji perjuangan PDI pada saat itu tidak dapat saya tutupi bahkan saya menyatakan tidak bersedia ikut dalam kepengurusan Golkar pada Musda yang lalu seminggu sebelumnya. Jadi saya memang simpati kepada PDI-Perjuangan sebagai partner Golkar di masa yang akan datang.
Justru karena itu saya tidak pernah menuduh ada hubu-ngan PDI-Perjuangan dengan RMS walaupun hubungan gelap. Saya mengatakan bahwa yang membuat kerusuhan adalah kelompok Kristen yang dalam hal ini tentu kelompok Kristen yang RMS. PDI-Perjuangan di Maluku relatif eks Parkindo dan eks Partai Katholik. Di kantong para perusuh itu ada kartu anggota PDI-Perjuangan, karena itu mereka adalah pribadi-pribadi yang orang PDI-Perjuangan. Kehadiran mereka di lapangan adalah perorangan bukan atas nama PDI-Perjuangan, sebagai simpatisan berat tentu saja saya kecewa sekali terjadi hal yang demikian, mengapa?
PDI-Perjuangan adalah komponen bangsa yang ikut berjuang mematahkan rezim orde baru walau harus terseok-seok mendapat perlakuan tidak adil yang puncaknya 27 Juli 1996 yang lalu. PDI-Perjuangan adalah barisan depan kekuatan reformasi untuk membangun Indonesia Baru yang Ina Latu-nya dipercayakan sebagai Wakil Presiden. Semestinya PDI-Perjuangan dapat berperan sebagai faktor penangkal efektif sehingga kerusuhan itu tidak terjadi. Peran ini pasti bisa dan pasti berhasil secara prima. Bila itu yang dilakukan maka betapa bangganya kita kepada PDI-Perjuangan Maluku dan saya yakin Ummat Islam menyam-paikan rasa terima kasih, rasa hormat, rasa bangga dan tera-khir rasa ingin menjadi warga PDI-Perjuangan karena PDI-Perjuangan telah menyelamatkan mereka.
Kenyataan yang kita lihat sebaliknya, Bung Mailoa yang saya banggakan itu ternyata telah terbawa bujuk rayu RMS sehingga lupa amanat perjuangan PDI-Perjuangan untuk kepentingan bangsa. Sikap politik Bung Mailoa sebagai wakil ketua DPRD Maluku adalah sikap PDI-Perjuangan Maluku, tidak bisa dipisahkan. Lebih kecewa lagi ketika Bung menyimpang dari perjuangan PDI-Perjuangan, tidak ada tokoh PDI-Perjuangan lain di Ambon menyatakan protes begitu juga massa anggotanya yang begitu besar. Kalau begitu kita dapat dengan kuat menduga bahkan dapat dipastikan anak buah Bung Mailoa yang rata-rata militansinya tinggi ada di lapangan ikut serta dalam kerusuhan.
Orang gila saja yang berpendapat bahwa ada hubungan structural antara PDI-Perjuangan dengan RMS. Kedua jenis organisasi itu beda alam tempat hidupnya, ideologi perjuangan, cita-cita untuk bangsanya dan banyak lagi hal prinsip berbeda, mereka tidak mungkin dalam satu struktur. Tetapi perorangan PDI-Perjuangan boleh boleh saja menjadi tokoh RMS, memilih ke 2 pilihan itu adalah munafik, tinggal lagi tiap orang mengukur diri, setia pada PDI-Perjuangan atau RMS. Kalau setia pada PDI-Perjuangan adalah putra bangsa, tidak mungkin ada di lapangan untuk membantai dan membakar.
Tentu Bung tidak dapat membantah komentar ini walaupun saya yakin seyakin yakinnya bahwa Bung tidak pernah memerintahkan mereka turun ke lapangan untuk melaksanakan kerusuhan.
Sebagai pemimpin kebanggan Bung seharusnya bertindak memerintahkan banteng-banteng jantan yang gagah berani itu untuk segera meninggalkan arena pertarungan dan menggiring mereka masuk kandang. Itu adalah tanggung jawab anda sebagai tokoh pejuang yang diamanatkan oleh PDI-Perjuangan. Bung tidak pernah mengeluarkan statement yang mengutuk otak dan pelaku kerusuhan, bahkan statement Bung telah menujukkan di mana Bung berada, saya sungguh bingung orang seperti Bung bisa menjadi bunglon, bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan.
Bung Mailoa yang pernah saya banggakan !
Janganlah berbaju dua, tanggalkan yang satu itu, tunjuk-kan pribadi anda yang sesungguhnya karena yang ada di dada anda adalah idealisme perjuangan bangsa untuk tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita telah sepakat bahwa kepentingan besar harus mengalahkan kepentingan sempit apalagi berbau separatisme. Bung telah salah pilih, entah siapa yang bermain begitu ahli hingga tokoh pembaruan bisa terpeleset dalam perjuangannya.
Posisi dan peran Bung sebagai wakil ketua DPRD Maluku itu kecil bila dibandingkan tanggung jawab Bung sebagai pimpinan tertinggi PDI-Perjuangan di Maluku yang menjadi tumpuan harapan Ina Latu di ufuk timur. Berat sekali tang-gung jawab pemimpin, sikapnya yang melenceng beberapa centimeter di lapangan, anak buahnya bergeser jauh meninggalkan garis perjuangan. Falsafah PECUT barang kali dapat menjelaskan posisi pemimpin. Bila pangkalnya digerakkan sedikit saja maka ujungnya akan mengibas ke kanan dan ke kiri begitu jauh dengan kecepatan membelah udara menimbulkan suara yang mengerikan, apalagi tersabet ujung halus pecut yang menyakitkan.
Beta memang sebagai kakak (beta su 62 tahun) kecewa terhadap anda yang sejak lama dibanggakan karena tahan banting dan tetap gigih maju menghadang kendala apapun seperti kata orang Ambon maju-e maju-e jangan undur-e apa datang dari muka jangan undur-e. semangat jangan undur-e yang anda jadikan dasar untuk tetap kukuh menghadapi segala hujatan dan perlakuan diskriminatif selama orde baru. Bukankah hasil perjuang itu kini Bung saksikan dan dibenarkan oleh siapapun?
Tiga buah lingkaran kecil dalam buku saya itu tidak mengambarkan PDI sebagai lembaga, itu posisi orang perorang yang memang pejuang-pejuang PDI-Perjuangan. Baca sekali lagi penjelasan saya dan pasti Bung tidak terdapat / berada di dalam lingkaran kecil itu. Mudah muda-han tidak juga di dua lingkaran lainnya. Kalau sampai Bung ada di lingkaran RMS maka lebih baik kita pecah kongsi saja. Beta akan hapus semua kebanggan kepada Bung, karena Bung ternyata memilih nila setitik daripada menyelamatkan susu sebelanga. Orang tatua bilang – hujan sehari menghapus panas setahun.
Bung Mailoa yang dibanggakan !
Manusia tetap manusia, ia bukan makhluk superior, karena itu sifat manusiawi selalu melekat pada dirinya. Ia dapat berprestasi dengan setumpuk pujian, tetapi sesekali ia juga dapat terpeleset berbuat kekeliruan yang ada kalanya fatal karena sang banteng tidak dibentengi cukup dengan ajian penangkal.
Karena manusia tidak dapat lepas dari sifat manusiawi itu dan dengan sisi lain sifat itu, manusia bisa cepat sadar dan kembali ke posisi semula mengemban tanggung jawab lagi sebagai pemimpin di daerah ini, tidak akan pernah lagi mengecewakan Ina Latu. Bung yang menobatkan Ibu Megawati Soekarnoputri di saat-saat beratnya perjuangan PDI yang kini memantapkan semangat pejuang bangsa, pejuang keadilan dan pejuang demokrasi untuk bangsa sebagai bagian yang menyatu dengan nama PDI, jadilah ia PDI-Perjuangan yang dengan inisial itu berhasil merangkul massa terbanyak dalam Pemilu Juni 1999 lalu.
Bung telah melakukan suatu langkah strategis dengan mengangkat Ibu Mega sebagai Ina Latu-nya orang PDI-Perjuangan. Hasil nyata Bung nikmati yang perlu disyukuri kepada Sang Pencipta alam. Kenikmatan tertinggi seorang pemimpin baik ia berhasil dalam kepemimpinannya, ia tidak pernah menjadi lebih kaya seperti yang dikejar pemimpin-pemimpin lain pada umumnya.
Karena itu Bung Mailoa jangan lagi keluarkan statement yang aneh-aneh seperti pada waktu lalu, masuklah perjuangan – sagu salempeng berpatah dua – kalau beta diterima di barisan perjuangan itu maka – ale di kanan pegang stir, beta di kiri jadi helper seperti kata anana sekarang pengganti istilah kenek – mengapa demikian ? ale pemimpin dengan massa yang begitu besar. Bila anda masuk jajaran perjuangan ini maka kita semua doakan semoga ale pimpin PDI-Perjuangan Maluku satu periode lagi, semoga.
Beta tau betul, ale harus buat tanggapan atas buku saya itu karena ale di puncak PDI-Perjuangan Maluku agar anggota tidak salah paham. Upaya ale itu adalah bagian dari menempatkan permasalahan pada porsinya agar tidak ada gejolak. Beta salut atas langkah itu yang dirasakan sebagai ikut memperkuat pendapat beta bahwa yang ikut membuat rusuh adalah aksi perorangan atas perintah institusi lain bukan PDI-Perjuangan.
Berikut ini secara garis besar penjelasan saya atas tanggapan anda di Suara Maluku.
Bila saja penjelasan dan ajakan saya di atas anda dapat menerimanya maka sesungguhnya beta seng perlu lai menulis pada bagian berikut ini sebab yang ale tulis itu karena katong dua beda frekwensi saja, tinggal putar knop sedikit saja ke kanan katong dua berada dalam jalur yang sama sehingga komunikasi akan lancar meniadakan beda pendapat.
Bung Mailoa !
Bole ka seng beta kasih salut sekali lagi vor ale, karena beta rasakan ale pung komentar dan sikap dalam berbahasa tidak menunjukkan emosi, kata-kata dan jalan pikiran cukup dapat diterima walaupun secara prinsip salah karena bertolak dari landasan berfikir yang berbeda.
Siapapun yang menghadang peran buku itu sebagai agen perjuangan tidak lain adalah bagian dari otak dan penggerak kerusuhan karena niatnya dan upayanya jelas untuk menyelamatkan RMS.
Bila saja ale sejalan dengan pikiran beta, maka sekali lagi dengan penuh keikhlasan mengajak ale masuk barisan perjuangan mencapai masa depan, ale di kanan beta di kiri jadi kenek.
Hidup PDI-Perjuangan, perjuangan banteng-banteng keraton masih panjang dan berat semoga lebih sukses.
Tetapi sekali lagi anda belum pernah mengutuk otak dan pelaku kerusuhan itu, dan andapun tidak bersuara untuk melarang warga PDI-Perjuangan turun ke lapangan untuk membunuh dan membakar. Ummat Islam mengharapkan anda berbuat demikian karena posisi anda yang ketua itu.
HENGKY HATTU ; ROESTAM KASTOR HARUS DIPERIKSA -Lihat lampiran nomor 06
Bung Hengky Yth.
ANALISA anda dengan menggunakan metode akademik yang ilmiah ternyata tidak menghasilkan kesimpulan yang benar, karena kemungkinan gejolak besar besaran seperti keyakinan anda akibat pengaruh buku saya ternyata keliru. Sedangkan saya yang selama ini melihat RMS sebagai pemegang Kodal kerusuhan dengan terus menyerang Ummat Islam sekarang tidak mampu lagi mengeluarkan sesuatu perintah karena telah tercium aparat intelejen dari mabes TNI yang banyak sekarang di Ambon atau RMS-nya telah lari tunggang langgang meninggalkan Ambon. Karena itu saya yakin buku saya tidak akan berakibat memanaskan situasi.
Buku ini sebagai salah satu agent of information sekaligus mengajak masyarakat Islam dan Kristen yang non RMS untuk sama sama mengejar RMS dengan menyampaikan informasi apa saja kepada aparat keamanan dan media massa terpercaya.
Bila karena buku ini saya harus diperiksa polisi maka sama saja Bung Hengky berusaha keras melepaskan RMS dari jerat yang hampir melingkar dilehernya RMS. Kalau benar dugaan saya maka kepolisian pasti sudah lebih memahaminya bahkan tahu betul dimana posisi Bung Hengky.
Bung Hengky ada mengatakan bahwa aparat penegak hukum menyatakan bahwa RMS tidak terlibat dalam kerusuhan Ambon. Saya kira pernyataan itu terlalu gegabah karena mereka belum berusaha membongkar keberadaan RMS secara bersungguh sungguh.
Bung Hengky meminta kepolisian untuk mengambil tindakan kepada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi. Barangkali yang dimaksud mengambil tindakan terhadap mereka yang menuduh keterlibatan RMS? Kalau begitu anda terlalu demonstratif menunjukkan posisi anda.
Rasanya polisi tidak akan memanggil para pejuang bangsa yang menolak RMS seperti kehendak anda agar polisi memeriksa Rustam Kastor, Wahab Polpoke dan Idrus Tatuhey yang terus menuding RMS terlibat. Keseluruhan Ummat Islam menuduh hal itu, bagaimana polisi menanga-ninya sementara mereka melihat hal yang sama? Kalau begitu Bung Hengkylah yang siap siap untuk diperiksa sekurang-kurangnya didengar keterangannya karena terlalu banyak tahu tentang RMS tetapi selalu berusaha menutup – nutupi bahkan melakukan aksi penyelamatan.
Seperti yang Bung Henky khawatirkan jangan sampai dibaca secara nasional bahkan internasional, maka perlu saya jelaskan bahwa salah satu tujuan penerbitan buku itu adalah untuk meluruskan fakta yang selama ini diputar balikkan oleh pihak Kristen RMS , jadi memang buku itu telah disebar keseluruh tanah air yang bisa dibeli di hampir semua toko buku dan dikirimkan juga oleh salah satu organisasi Islam kepada semua kedutaan negara-negara sahabat di Jakarta. Bahkan ada rekan yang sudah mulai menyiapkan terjema-hannya ke dalam bahasa Inggris dan Arab untuk konsumsi Eropa dan Amerika Serikat serta Timur Tengah.
Buku ini ternyata telah berhasil menghentikan upaya pemutar balikkan fakta serta operasi pembohongan oleh pihak Kristen RMS.
Anda ketahui bahwa harian Republika terbitan tanggal 29-3-2000 menyatakan bahwa Presiden Gus Dur yakin kerusuhan Ambon disebabkan karena pihak Islam selalu dianak emaskan pada masa 10 tahun terakhir orde baru dan ke 38 jabatan penting di kator Gubernur direbut pihak Islam seluruhnya. Ketika pihak Kristen memprotes maka kelompok Islam yang dijadikan garden boys itu menyerang memasuki perkampungan Kristen. Kalau penyebab kerusuhan Ambon di masyarakat umum sudah begitu transparan sedangkan Presiden masih terinformasikan sesuatu yang diputar balikkan, maka sesungguhnya pihak Kristen RMS masih tetap melakukan operasi perebutan opini di tingkat tinggi dengan pemutar balikkan fakta. Hal seperti ini seharusnya ada pada pihak Kristen RMS. Perasaan malu apalagi akan mempersulit proses rekonsiliasi.
POLISI HARUS MEMANGGIL RUSTAM KASTOR (Mailoa ; Pemimpin Kristen agar menggugat)
lihat lampiran no 07.
Bung John Mailoa Yth !
Polisi tidak akan memanggil saya hanya karena buku yang saya tulis itu karena ternyata buku itu merupakan sumber informasi yang cukup banyak sehingga dapat membantu aparat keamanan untuk menindak lanjuti apa yang telah mereka miliki sebelum ini. Soal pengaruh buruk buku ini yang dapat memanaskan situasi justru lebih mendinginkan situasi karena berbagai penipuan menjadi diketahui, ulah RMS yang mempengaruhi masyarakat Kristen telah terbongkar. Karena itu kita kenal sekarang masyarakat Kristen yang tetap setia kepada RMS dan yang menolak RMS. Mereka yang non RMS ini pasti akan membantu aparat keamanan membongkar RMS dari persembunyiannya.
Dalam tulisan anda yang kedua ini, anda terlalu demonstratif membela RMS seperti tulisan di Suara Maluku: untuk itu, tegas Mailoa pihak kepolisian harus pro aktif dalam melihat permasalahan ini, karena bukan untuk pertama kali isu RMS digulirkan. Mengapa anda menjadi tersinggung bila RMS yang dituduh, bukankan anda ketua PDI-Perjuangan yang nasionalis demokratis yang sedang berjuang untuk masa depan bangsa Indonesia?
Sungguh mengecewakan setelah mengetahui anda telah berpihak kepada RMS.
Menyangkut posisi GPM telah dinyatakan oleh ketua Sinode di TV yang disaksikan masyarakat Indonesia. Ia meminta dilaksanakannya referendum di Maluku yang tentunya untuk memilih merdeka di bawah RMS atau tetap berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memangnya minta referendum untuk opsi apalagi kalau bukan dua pilihan diatas. Bukti – bukti lain juga cukup kuat, siapa yang ada di lapangan melakukan aksi pembunuhan dan pembakaran dan apa yang telah dilakukan sinode untuk melakukan menyelamatkan keadaan? Pernahkah ada kutukan dari sinode tentang kerusuhan ini? Bagaimana bisa mengutuk kalau yang melakukan anak sendiri atas perintah sekurang kurangnya atas restu ? Surat ketua Tim Pembela Gereja (TPG) yang dikirimkan kepada Sekjen PBB dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton lebih memperjelas posisi GPM.
Bila pimpinan GPM telah bersikap begitu artinya dengan penuh ksatria mereka telah mempertanggung jawabkan sikapnya.
Saya pernah berfoto pada awal 1990 di ruang kerja ketua Sinode Bram Soplantila dengan latar belakang dinding meja kerja ketua. Di sana tidak ada foto Presiden dan Wakil Presi-den serta Garuda Pancasila, yang ada sebagai pengganti ada-lah foto besar seorang Belanda tua yang pada bagian bawah-nya tertulis nama dan sebagai pendiri GPM tahun 1935.
Bung Mailoa Yth !
Anda adalah salah satu wakil ketua DPRD Tk I Maluku yang telah cukup banyak mengeluarkan pernyataan miring. Posisi anda di DPRD adalah wakil PDI-Perjuangan, karena itu bersikaplah seperti petunjuk Ina Latu bukan mewakili rakyat RMS. Bila ada yang menuduh RMS sebagai otak dan pelaku kerusuhan semestinya anda tidak perlu tersinggung, justru diharapkan ikut membantu membongkar. Ketersing-gungan anda membuat banyak pihak bertanya-tanya.
KEJAKSAAN HARUS BERTINDAK UNTUK BUKU RUSTAM KASTOR Lihat lampiran nomor 08.
(Ir. Jokohael)
Yth Sdr Jokohael !
Dari nama anda, mungkin ada berasal dari Tenggara, bila benar maka saya perlu jelaskan bahwa Maluku Tenggara berada di luar wilayah yang diklaim RMS, ketika RMS diproklamasikan masyarakat Maluku Tenggara menolak ajakan untuk bergabung bahkan bersiap mengangkat senjata menghancurkan RMS bila memasuki wilayah itu. Bila anda bukan dari Tenggara, maka keterangan dia atas cukup sebagai pengetahuan saja.
Setelah Sdr Mailoa meminta polisi harus , kini andapun meminta kejaksaan harus, padahal kedua pejabat tersebut adalah orang terpilih dari lingkungannya, dinilai professional untuk menjalankan tugas mereka.
Hampir semua penanggap buku saya berbicara tentang cooling down yang akan terganggu, buku saya akan menimbulkan gejolak baru dan saya dituduh provokator. Tuduhan yang sama pada setiap penulis membuat saya menduga-duga ada yang mengaturnya, jadi bukan reaksi perorangan. Kalau dugaan saya itu benar maka sesungguhnya tidak perlu dijawab lagi.
Di dalam buku saya banyak hal-hal prinsip yang seharusnya di tanggapi, tetapi lewat begitu saja. Saya kira akan terlalu berat menaggapi hal hal itu karena sulitnya posisi pihak Kristen RMS.
Yang tidak habis pikir andapun ikut membela RMS, apa perlunya ? justru RMS harus kita jadikan musuh bersama (common enemy).
BILA TIDAK TANGANI RUSTAM KASTOR Lihat lampiran No 09.
TPG AKAN PRAPERADILKAN KAPOLDA
Siapa dan apa sesungguhnya Tim Pembela Gereja ben-tukan GPM telah kita ketahui dari kinerja kerjanya sejak dibentuk. Bukan saja pro aktif tetapi ia termasuk super aktif sehingga keluar dari fungsi pembela menjadi penuntut dan yang dituntut luar biasa, berlebih-lebihan dengan paksaan dan tekanan yang bernuansa anak manja yang nakal. Contoh nyata kita lihat dari tuntutan mereka terhadap kasus Laksamana TNI Yong Mardinal dan Daud Sangaji serta bentuk-bentuk fitnah yang sulit dipercaya bahwa datangnya dari pihak intelektual hukum.
Kini malah mereka yang memfitnah agar ditangani kepolisian. Kalau begitu namanya membuat kepolisian menjadi sulit sebab polisi sudah sempat mengabaikan setumpuk fitnahan dari TPG karena dianggap tidak bermutu dan akan disibukkan oleh hal yang tidak bermanfaat sebab fitnahan yang selalu dilontarkan dijawab dengan mudah oleh masyarakat. Silahkan TPG memeriksa lagi langkah yang diambil termasuk pemutar balikkan fakta kijang minibus di TVRI Ambon yang diganti plat nomornya. Terlalu banyak hal lucu dan tuntutan TPG sehingga nilainya menjadi tidak bermutu. Tempatnya di bakul sampah, tidak perlu diawetkan di peti es.
K.H.Wahab Polpoke sejak awal kerusuhan telah men-duga keterlibatan RMS dan secara tegas beliau katakan bahwa orang Kristen di Ambon tidak semua menerima RMS tetapi kalau RMS itu Kristen adalah fakta. Ini sekedar meluruskan pendapat K.H. Wahab Polpoke yang cukup kritis dan dilontarkan sejak minggu-minggu pertama terjadinya kerusuhan, karena itu K.H.Wahab Polpoke tidak dapat diperiksa polisi.
Bila Wahab Polpoke mengatakan tidak punya bukti tentang keterlibatan RMS, itu hak beliau. Tetapi posisi beliau sebagai seorang Kyai yang disegani dan telah menunjukkan sikapnya yang jelas dan tegas dalam perjuangan ini, maka beliau sesungguhnya akan bisa menjadi pusat pengumpulan data tentang keterlibatan RMS. Masyarakat Islam akan berduyun-duyun datang menyerahkan bukti-bukti dimak-sud. Tetapi perlu dipertimbangkan juga, apakah ada gunanya pengumpulan itu dilakukan sekarang?
Buku itu punya nilai informasi klasifikasi tinggi, tidak memfitnah apalagi provokatif, jadi Kapolda mengambil sikap seperti ini adalah amat professional.
RUSTAM KASTOR DITANTANG Lihat lampiran No 12
BUKTIKAN KONSPIRASI RMS– KRISTEN
(John Ruhulessin, Sth)
SAYA telah jelaskan bahwa Kristen di Maluku belum tentu RMS, tetapi RMS pasti Kristen. Karena itu saya perlu memberikan predikat yang jelas kepada mereka yang mendukung RMS dengan sebutan Kristen yang RMS ( Kristen RMS) dan Kristen yang non RMS. Setelah saya monitor dan berbincang dengan rekan dari Ambon yang Kristen non RMS ia jelaskan sepenuhnya bahwa banyak di antara masyarakat Kristen non RMS terbawa karena tipu daya tokoh Kristen RMS. Saya lantas teringat issu, laki-laki semua akan dapat kudung kalau TNI berhasil kalahkan RMS pada tahun 1950 an. Hal itu dibenarkan oleh tulisan Mayjen (Purn) Muskitta yang menjelaskan permasalahan orang-orang Maluku di Nederland.
Tulisan saya diyakinkan cukup akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. Analisis dengan pendekatan militer terhadap permasalahan perang fisik bersenjata ini tepat. Untuk kasus yang satu ini tidak perlu kita bersilat lidah dengan berbagai argumentasi sebagai wujud keahlian dalam merekayasa fakta dan data hasil pemutar balikkan. Kalau hanya 1 % yang menolak kehadiran buku saya sedangkan yang menerima 99% yang dibuktikan selalu habis di pasaran terutama Ambon, maka saya tidak perlu ragu karena yang punya fakta dan data bukan saya saja. Mereka akan menolak jika buku saya tidak obyektif, seperti tanggapan Bung Sayuti Asyatri wakil sekretaris Presiden.
Soal konspirasi RMS – Kristen telah cukup gamblang sbb:
a. Pemuda-pemuda Kristen yang RMS itu ketika menyerang perkampungan Islam selalu dengan yel-yel membanggakan RMS, mereka pamerkan diri mereka sebagai pemuda RMS. Apakah pemuda-pemuda itu keliru menafsirkan perintah operasi sehingga salah berucap?
b. Yang bergerak di lapangan untuk membunuh dan membakar Ummat Islam adalah pemuda Kristen, siapapun tidak bisa membantah, sedang Kodal dipegang RMS.
c. Apakah ada tokoh Kristen yang mengutuk gerakan penghancuran Ummat Islam? Diam pertanda setuju, tidak dapat ditafsirkan lain.
d. Tanpa didukung massa Kristen maka proyek besar RMS ini tidak mungkin dilaksanakan dan tidak mungkin bertahan dan mencapai hasil gemilang seperti sekarang ini.
e. Dukungan politis dengan berbagai manuver dan komentar para tokoh Kristen membela RMS telah menjawab semua pertanyaan mereka yang ingin tahu.
f. Apa reaksi sejumlah tokoh Kristen ketika buku itu menuduh RMS terlibat? Bila RMS bukan Kristen yang RMS buat apa mereka bereaksi membela RMS?
Dari data sederhana itu cukup dijadikan fakta atas tudukan saya itu. Bila anak saya memukul anak tetangga sampai babak belur sementara ayahnya hanya menyaksikan tidak mencegah bahkan ikut memberikan support dan perlindungan, saya siapa pun tahu bahwa orang tua dari anak yang memukul anak tetangga ini dimintakan pertang-gungan jawabnya oleh pihak kepolisian. Ia telah menyetujui / merestui pemukulan itu bahkan bisa terjadi ia yang menyuruh anaknya memukul anak tetangga untuk kepen-tingan tertentu.
Jadi untuk Bung Ruhulessin cukup sekian saja, nanti ada forum pengadilan yang digelar terutama oleh KPP HAM, disana anda dapat hadir sebagai pembela RMS, silahkan akan tiba waktunya.
SERAHKAN BUKTI RMS SAYA PROSES. - Lihat lampiran No 13.
Pangdam : Percuma ngomong kalau belum ada bukti.
Bapak Panglima Yth !
SAYA prihatin atas penunjukkan anda sebagai Pangdam XVI/PTM yang khusus mendapat tugas penanganan kerusuhan Ambon / Maluku yang telah berkembang menjadi konflik antar ummat beragama bahkan antar agama. Siapapun akan merasakan ini pekerjaan yang amat berat sebab kedua A dari unsur SARA menjadi permasalahan serius, sementara suku dan antar golongan tidak seberat unsur agama dan antar golongan (ummat penganut agama) bukan main sensitifnya. Dari anda yang orang Maluku diandalkan pengetahuan kultur dan budaya orang Maluku. Keberadaan anda sebagai tokoh Maluku yang telah berprestasi di lingkungan TNI dengan pangkat Brigjen. Tetapi karena yang menjadi pertimbangan penunjukkan anda dihadapkan pada kesulitan.
Tugas yang dibebankan ke pundak anda ibarat “MISSION IMPOSIBLE”. Track record anda yang begitu tinggi tidak cocok untuk lahan kerja yang satu ini. Kondisi lingkungannya berat ibarat “makan mama mati, seng makan papa mati”.
Anda adalah salah satu dari sekian tokoh Maluku yang terjerumus di kampung halaman sendiri. Peluang prestasi di luar Maluku bisa pupus kalau berlarut-larut harus berada dengan tugas yang mission imposible ini. Salam untuk keluarga !bersambung ke hal 302