Tujuan dan Keberhasilan Buku TUJUAN
BUKU dengan judul KONSPIRASI POLITIK RMS DAN KRISTEN ENGHANCURKAN UMMAT ISLAM DI AMBON MALUKU sesungguhnya terdiri dari 4 jilid masing-masing
1. Tragedi Berdarah, 1 Syawal 1419 H di Ambon.
2. Kerusuhan Ambon babak II.
3. Buku putih.
4. Berbagai Kekeliruan Penanganan Kerusuhan Ambon oleh Aparat Keamanan dan Pemerintah Daerah.Buku pertama, ditulis pada hari ke dua kerusuhan sampai tanggal 15 Februari 1999, karena buku itu dipandang perlu sebagai laporan kepada Pangab, Kapolri dan pejabat penting lainnya tentang duduk permasalahan sebenarnya. Selain itu untuk mencegah pemutar balikan fakta oleh pihak Kristen serta penanganan segera dengan menambah kekuatan apa-rat keamanan.
Jadi buku pertama itu telah didistribusikan kepada Pa-ngab dan Kapolri, termasuk beberapa pejabat penting pada akhir Februari 1999. Tujuannya jelas, agar segera men-dapat-kan penanganan yang serius sehingga kepulauan Maluku dapat diselamatkan segera sebelum hancur beran-takan, karena RMS telah beraksi kedua kali untuk mendirikan negara dalam negara. Tujuan berikut adalah untuk mencegah kehancuran masa depan Maluku karena benturan yang begitu besar antara masyarakat Kristen dan Islam yang menghembuskan issu agama, dengan korban begitu besar yang akan mengakibatkan dendam berkepan-jangan hingga generasi keturunan kita. Respons positif dari ABRI adalah didatangkannya 1 Brigade ( 4 Yon) memperkuat aparat kea-manan yang sudah ada. Hasil nyata dari usaha buku per-tama, ialah kerusuhan terhenti sampai dengan akhir Juli, inisiatif perusuh dipatahkan, kecuali tetap ada aksi teror terhadap Ummat Islam.
Buku kedua, bermaksud menjelaskan sebab terjadinya kerusuhan babak II, akibat eskalasi yang bisa terjadi agar penanganan ke arah RMS lebih terfokus.
Buku ketiga, adalah buku putih yang bertujuan mence-gah pemutar balikan fakta, menyajikan fakta dan data akurat untuk memulai penyelesaian secara hukum dan politik. Jadi Buku Putih dengan sengaja dibuatkan pembuk-tian pihak Kristen yang bersalah. Buku Putih ini telah diberi judul khu-sus oleh editor yang menggabungkan 3 jilid menjadi satu buku. Kehadiran buku itu memang sebagai alat juang yang berguna untuk kedua belah pihak yang bersengketa. Dengan demikian Ummat Islam bukan saja membela diri, tetapi sekaligus mengingatkan pihak Kristen tentang adanya peni-puan oleh RMS.
Adapun buku keempat, bertujuan menunjukkan ber-bagai kekeliruan dalam penanganan sehingga penyelesaian tidak pernah tuntas.
Buku keempat dengan judul “Berbagai kekeliruan dalam penanganan kerusuhan Ambon-Maluku” ini mengangkat kekeliruan yang disengaja maupun tidak dari para pejabat khususnya Gubernur dan Pangdam XVI/PTM. Kekeliruan itu telah menimbulkan korban jiwa, harta benda serta dendam dan permusuhan yang dalam. Kehancuran telah berpuluh kali berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan pertama kerusuhan. Karena itu mereka harus bertanggung jawab karena yang harus dituntut oleh hukum bukan saja mereka yang bertikai, tetapi harus juga menuntut kedua pejabat tersebut yang rela ikut menghancurkan Maluku.
Buku keempat ini, sebenarnya kurang tepat menjadi konsumsi umum, oleh karena itu tidak dicetak sebagai bagian dari buku yang sekarang mendapat protes keras dari pihak yang merasa terbongkar aktivitas disintegrasinya itu.
Saudara Irfan S. Awwas dari Yogyakarta, yang sengaja datang ke Ambon untuk mencari bahan tulisan mengenai kasus kerusuhan Ambon dan sekitarnya, ketika berkunjung ke Posko Al-Fatah untuk maksud mencari data, ternyata menemukan naskah yang mengagetkan tersebut. Setelah membaca sebagian, saudara Irfan mengatakan,”Orang di Jawa tidak mengerti duduk permasalahan kerusuhan Ambon, karena Pemerintah maupun media massa selalu menutupi dan mengangkatnya dalam bentuk yang lain sehingga penyelesaiannya pun tidak pernah berhasil”.
Buku itu segera ditawarkan untuk diterbitkan, agar masyarakat bangsa segera memahami duduk permasalahan yang sebenarnya, termasuk para tokoh dan pejabat agar didapatkan cara penyelesaian yang tepat.
Saya sangat setuju dengan niat saudara Irfan tersebut, yang datang dari jauh dan memiliki kesamaan missi dengan penulis. Sejak semula keseluruhan penulisan saya akan dijadikan alat perjuangan untuk menyelamatkan Maluku dari tekanan RMS. Dengan demikian jadilah buku ini, yang cetakan pertamanya masih terdapat kesalahan cetak disana-sini, ada bagian yang belum lengkap dan sebagainya, tetapi ternyata cukup memadai untuk mencapai tujuan penulisan. Berbeda dengan 4 buku terpisah yang disampaikan pada para pejabat di Jakarta yang relatif lebih lengkap.
Buku cetakan kedua sudah sedikit diperbaiki walau saya belum turun tangan menyempurnakan berbagai kekurangan yang ada. Mudah–mudahan cetakan ke III akan lebih baik.
Berbagai tanggapan yang dipublikasikan melalui Harian Umum Suara Maluku tentang metoda penulisan dan analisis yang tidak tepat dan sebagainya mungkin sekali benar, tetapi itu adalah cara pandang tuan-tuan dengan kaca mata ilmiah, yang mengedapankan persyaratan mengejar titel Doktor dan sebagainya. Saya tidak pernah menjadi sarjana, bagi saya cukup pengabdian lewat keprajuritan, mengabdikan diri di bidang pertahanan dan keamanan, agar para Doktor kita dapat mengembangkan ilmunya demi kesejahteraan bangsa. Jadi kita berbeda jalan walau sama tujuan. Para sarjana mengedepankan ketelitian walaupun menghabiskan waktu panjang, sedangkan militer mengedepankan keselamatan walaupun untuk itu perlu kecepatan bertindak. Dan ternyata buku itu telah berhasil mencapai tujuan dan kerberhasilan yang besar tepat pada waktunya di mana proses penyele-saian HUKUM dan POLITIS sudah mulai dilakukan.
Oleh karena itu, buku saya sekedar acuan agar para sarjana dapat menindak lanjuti dengan penulisan yang lebih memenuhi syarat akademik. Saya hanya ingin mencapai tujuan militer yaitu selamatnya bangsa dan negara.
Seorang militer selalu berfikir tentang kecepatan ber-tindak, sedangkan ketelitian dan ketepatan menempati prio-ritas kedua, karena kelambatan berakibat korban jiwa (dalam skala kecil), skala besarnya dalam bentuk ancaman terhadap keselamatan negara dan bangsa.
Ternyata buku itu telah berhasil seperti yang akan dibicarakan pada bagian berikut.bertsambung ke hal 202