Jangan Terpancing Dengan Abu Nawas
Ambon yang kian aman dan damai kembali dipanasi deng- an terbit dan  beredarnya sebuah buku. Sebut saja buku Abu- nawas karena bisa membuat orang tertawa. Judul asli buku ini adalah “Konspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancur- kan Umat Islam di Ambon Maluku.” Pengarangnya seorang purnawirawan TNI yang bernama Rustam Kastor. Dia mungkin bukan orang Maluku, karena isi karangannya kurang mendukung terciptanya kondisi aman dan damai di Maluku. Dia mendukung dan membela satu golongan dan menyudutkan golongan lain. Dia dijelaskan memilih bagian dari warga Muslim yang teraniaya dan ingin menyua-rakan jeritan hati serta duka nestapa mereka di Maluku.
Bila karangannya boleh dibilang buku Abunawas karena setiap orang yang membaca pasti tertawa. Bukan karena lucu atau humoris tetapi karena analisanya sembrono, kon-troversial dan terkesan memprovokasi satu golongan untuk menyerang golongan lain. Bahkan menghina dan menghujat golongan Nasarani.
Salah satu buktinya dalam pengantar buku abunawas alias “Konspirasi Politik RMS dan Kristen Menghancurkan Ummat Islam di Ambon-Maluku” (halaman IX) Rustam Kastor memaparkan “adapun golongan Nasrani, mereka adalah umat terinitas, kelompok sesat dan budak salib. Mereka dianggap sesat karena telah melecehkan Allah Rabbul Alamin. Dasar keyakinan mereka adalah menganggap Allah sebagai makhluk tri in one (salah satu dari tiga) bahwa Maryam adalah istri-Nya dan Al-masih adalah anak-Nya dan menganggap Allah telah turun dari kursi keagungannya lalu bersemayam di dalam rahim seorang wanita.
Agama orang ini adalah penyembahan salib, pemanjatan do’a kepada gambar-gambar, minum khamer, makan babi, tidak berkhitan dan beribadah dengan berbagai najis.
Selain dari menghina golongan Nasrani, Rustam Kastor juga mengajak atau memprovokasi ummat Islam untuk memerangi golongan Nasrani di Maluku dengan mengguna-kan ayat-ayat Al-Qur’an yakni “perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar yaitu orang-orang yang diberi Al-kitab kepada mereka (Yahudi dan Nasrani), sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedang mereka dalam keadaan tunduk.” Qs. At-taubah, 9:29).
Dalam kontek pemikiran ini, Rustam Kastor perlu dipe-riksa karena berupaya memprovokasi ummat Islam dan memancing emosi ummat Nasrani untuk saling  berperang. Buku Abunawas yang dikarangnya semata-mata menyudut-kan golongan lain, pandangannya lebih bersifat tuduhan dan tidak mendukung upaya menciptakan damai di Maluku.
Jika masih banyak orang yang berpikiran seperti Rustam Kastor, maka kerusuhan di Maluku akan terus berlanjut karena menganggap agamanya benar dan agama lain tidak benar.
Sebagai warga Maluku turut mendukung semangat melahirkan sebuah karya tulis tentang Maluku, tetapi sangat mengecewakan publik karena isi karangan atau apa yang ditulisnya tidak membangun sebuah kehidupan yang pan-casilais dan harmonis di Ambon dan Maluku pada umum-nya, bahkan secara nasional maupun internasional.
Karangan-karangan demikian akan menyesatkan generasi muda Indonesia di Maluku dan menciptakan pemahaman yang keliru di benak mereka. Karena itu, pihak terkait hendaknya mempertimbangkan secara jeli penerbitan dan penyebaran buku abunawas di maksud (***)

bersambung ke hal 102

back top

Hosted by www.Geocities.ws

1