 |
Bis di kota ini dilengkapi kamera guna mencegah terjadinya kejahatan. Di beberapa halte utama, pemerintah juga memasang kamera pengawas agar penumpang tak takut bepergian hingga larut malam. Suatu kali saya pernah bepergian dan berhenti di sebuah halte di pinggiran kota, Klemzig Station namanya. Di stasiun ini, kamera pengawas memantau segala aktivitas yang ada selama 24 jam. Selain itu, stasiun-stasiun di Adelaide juga menyediakan lahan parkir agar warga dari luar kota bisa memarkir mobil dan berganti dengan transportasi publik.
Menariknya lagi, Adelaide Metro juga menyediakan layanan bis dan trem gratis yang berkeliling di tengah kota dan berhenti di tempat-tempat strategis seperti Victoria Square, Central Market, atau The South Australian Museum. Karena itu, jika ingin berkeliling kota, kita cukup menggunakan angkutan gratis yang disebut dengan city loop ini.
Modal Komitmen
Menilik sistem transportasi di Adelaide tersebut, terlihat bahwa pemerintah sedari awal telah berkomitmen untuk menciptakan jaringan transportasi publik publik yang aman, nyaman, dan murah. Dengan sistem ini, pemerintah mengajak warganya berhemat sekaligus menyelamatkan lingkungan. Menggunakan transportasi publik, demikian kampanye pemerintah, bisa menghemat uang hingga 10.000 dollar Australia dan mengurangi gas rumah kaca hingga 3,1 ton.
Sistem transportasi di Adelaide juga mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada pelajar dan mahasiswa, orang tua, veteran hingga pensiunan. Keamanan dan kenyamanan transportasi publik membuat orang berpikir ulang untuk memakai mobil ketika bepergian. Jika ada komitmen dan kemauan dari pemerintah, menghadirkan model transportasi publik ala Adelaide di kota-kota di Indonesia rasanya bukan mimpi.
Sumber: Zaenal Anwar, Kontributor FLAMMA Adelaide-South Australia
Jepang Selayang Pandang
Jepang adalah salah satu negara maju, yang semua pembaca pasti sudah mengetahuinya. Kenapa mereka biasa maju, walaupun sudah sering dibahas tampaknya tetap menarik untuk diceritakan kembali. Secara geografis mereka sangat miskin, hanya 30% dari luas wilayahnya yang bisa dihuni, selebihnya adalah laut dan bukit. Hasil tambang atau hasil alam, selain perikanan, hampir tidak ada. Ditambah lagi dengan gempa, tsunami dan angin topan yang datang secara berkala setiap tahun, membuat kerasnya kehidupan mereka seakan bertambah lengkap.
Negara ini pernah menutup diri untuk jangka waktu yang lama, sebagai cara untuk mencegah masuknya pengaruh asing, sampai akhirnya menyadari kesalahannya dan menebusnya dengan melakukan perubahan berani dan besar besaran yang dikenal dengan "Restoresei Meiji" nya. Negara ini juga pernah hancur porak poranda ketika perang dunia ke 2 namun bisa bangkit dalam waktu yang relatif singkat. Tentu saja sangat tidak mudah untuk mau belajar dan membuka diri mengejar ketertinggalan. Juga sangat tidak gampang untuk bangkit dari kekalahan. Namun mereka mampu melakukannya bisa melakukannya.
Kemudahan dan kenyamanan menggunakan angkutan publik adalah salah satu kelebihan dari negara Jepang, yang sangat disukai oleh kebanyakan orang asing atau wisatawan yang berkunjung di negeri ini. Hampir semua tempat tempat penting obyek wisata di seluruh negeri bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Kendaraan yang paling populer adalah kereta api. Tiap hari puluhan juta orang memanfaatkan angkutan ini. Jalur kereta api sangat banyak dan juga sangat padat. Untuk waktu rush hour atau jam kerja, kereta melinas hampir setiap lima menit bahkan kurang. Jadi bisa dibayangkan bagaimana padatnya jalur kereta disini namun walaupun begitu kereta selalu datang tepat waktu. Bahkan sering ada kelekar dari mereka, "Kalau jam ditangan anda tidak sesuai dengan jadwal kereta, maka jam di tangan anda harus diperbaiki !" Tampaknya ungkapan yang tidak sepenuhnya salah. Memiliki mobil adalah adalah alternatif terakhir, tertuama untuk daerah yang angkutan umumnya jarang seperti di daerah pedesaan. Mungkin kebalikannya dengan situasi di tanah air.
Disamping nyaman, transportasi publik di Jepang juga selalu tepat waktu. Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta persis sesuai dengan yang tertulis di tabel ( time schedule ) atau papan petunjuk yang ada. Jadi tidak ubahnya seperti jadwal keberangkatan pesawat udara. Demikian juga dengan angkutan lain seperti bus misalnya. mempunyai jadwalnya masing masing.. Ada pomeo lama yang mengatakan "Kalau waktu di jam tangan anda tidak sesuai dengan jadwal kereta maka dipastikan yang rusak adalah jam tangan Anda"
Saya merasa, alat transportasi yang sehat dan murah meriah ini tampaknya harus dibahas secara khusus dan tersendiri. Sepeda merupakan alat transportasi yang sangat umum digunakan. Terutama untuk penduduk yang tinggal di kota, kendaraan ini tampaknya merupakan kendaraan wajib, bukan hanya monopoli anak sekolahan, namun juga ibu rumah tangga, dan juga orang dewasa. Adalah pemandangan umum orang melihat orang dengan jas, dasi dan tas kerja, pergi ke tempat kerja dengan sepeda. memarkirnya di depat stasiun terdekat dan melanjutkan sisanya dengan kereta api. Patroli yang dilakukan oleh polisi juga cendrung dilakukan dengan bersepeda.
Sumber: Ardika, 2007
Karakteristik Transportasi di Surabaya
Keberadaan fasilitas lalu lintas (transportasi) di wilayah Kota Surabaya dipengaruhi oleh perkembangan lalu lintas. Pertumbuhan jumlah atau volume kendaraan adalah salah satu faktor yang menentukan apakah fasilitas transportasi yang ada sudah memadai. Data statistik memperlihatkan bahwa jumlah atau volume kendaraan yang terdaftar di Kota Surabaya dari tahun ke tahun (tahun 2001 s/d 2006) semakin meningkat.
Total jumlah kendaraan yang tercatat sampai tahun 2006 adalah 1.375.128. Jenis kendaraan terbesar sampai dengan tahun 2006 adalah sepeda motor yakni 1.039.625 (Dispenda Surabaya, 2006). Berdasarkan data tersebut dapat dihitung pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Surabaya. Tingkat pertumbuhan tertinggi sebesar 15% terjadi pada tahun 2003 untuk jenis kendaraan sepeda motor (MC). Sedangkan untuk yang terendah terjadi pada tahun 2002 untuk jenis kendaraan ringan (LV). Rata-rata pertumbuhan tertinggi juga terjadi pada jenis kendaraan sepeda motor (MC) yaitu 12.1%, sedang total rata-rata untuk semua jenis adalah 10.3%.
Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi dan tidak diiringi dengan pembangunan jaringan jalan akan berdampak terhadap kemacetan lalu lintas. Saat ini jaringan jalan Kota Surabaya sudah tidak mampu lagi melayani pergerakan lalu-lintas secara optimal. Buktinya, kemacetan lalu lintas setiap saat dapat terlihat di beberapa ruas jalan di Kota Surabaya. Hal ini angka rasio volume lalu-lintas terhadap kapasitas ruas jalan (rasio V/C) sudah banyak yang melampaui ambang batas, yakni DS-nya lebih besar dari 0.85 (MKJI; 1997).
Salah satu solusi yang bisa diimplementasikan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas adalah dengan melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL). Implementasi manajemen dan rekayasan lalu-lintas ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja jaringan jalan dan persimpangan di perkotaan. Kegiatan MRLL ini meliputi: pemasangan rambu dan marka jalan, pengaturan arus penyediaan fasilitas pejalan kaki, penyediaan fasilitas penghentian angkutan umum, penyediaan fasilitas parkir, pengaturan simpang baik dengan lampu maupun tidak dan penggunaan alat pengontrol lalu-lintas terpadu (ATCS).
Fasilitas Rambu Lalu Lintas?
Rambu merupakan fasilitas kelengkapan lalu lintas. Rambu lalu lintas mengandung berbagai fungsi yang masing-masing memiliki konsekwensi hukum, antara lain sebagai berikut :
- Rambu Perintah, yakni bentuk pengaturan yang jelas dan tegas tanpa ada interpretasi lain yang wajib dilaksanakan oleh pengguna jalan. Rambu perintah berbentuk bulat, warna dasar biru dengan lambang atau tulisan berwarna putih serta merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah.
- Rambu Larangan, yakni bentuk pengaturan yang tegas melarang para pengguna jalan untuk melakukan hal-hal tertentu, tidak ada pilihan kecuali tidak boleh dilakukan. Rambu larangan ini berbentuk lingkaran dengan warna dasar putih dan lambang atau tulisan berwarna hitam atau merah. Rambu larangan khusus berbentuk segi delapan sama sisi.
- Rambu Peringatan, yakni menunjukkan kemungkinan adanya bahaya di jalan yang akan dilalui. Rambu peringatan berbentuk bujur sangkar berwarna dasar kuning dengan lambang dan tulisan warna hitam.
- Rambu Anjuran, yaitu bentuk pengaturan yang sifatnya menghimbau, boleh dilakukan dan boleh juga tidak.
- Rambu Petujunjuk, memberi petunjuk mengenai jurusan, keadaan jalan, situasi, kota berikutnya, keberadaan fasilitas dan lain-lain.
|
 |
 |