di bawah ini merupkan cuplikan film dari pedjoeang retro selamat menyaksikan


“Yen Wis Kliwat Separo Abad, Jwa Kongsi Binabad”

Film ini termasuk dalam bentuk film naratif. Film yang berjudul “Yen Wis Kliwat Separo Abad, Jwa Kongsi Binabad” yang artinya kalau sudah melewati saparuh Abad atau limapuluh tahun, jangan sampai dihancurkan. Memiliki genre semi horor, tetapi didalamnya terdapat pesan moral yang ingin disampaikan kelompok kami kepada penontonnya.

Dalam cerita ini ada delapan tokoh yang memiliki karakter yang berbeda-beda, diantaranya
• Bupati Sumanto : Bagus Suziadi
• Pengusaha Lukman Candra : Fathkur Rozak
• Mahasiswa
>Azziz : Reza
>Ikbal : Irfin
>Tiara : Tika
>Bunga : Eka
• Ahli Arsitektur kuno
>Sarah : Agusta Alifia
• Hantu Nenek Tua : Tia Naresya

Bupati Sumanto adalah seorang bupati yang memiliki sifat ceroboh dan dia sangat mudah dipengaruhi oleh hasutan orang lain. Disisi lain beliau adalah seorang pemimpin yang sangat terbuka dengan rakyatnya, mau menerima masukan-masukan dari rakyatnya. Beliau menginginkan daerah kekuasaanya berkembang seperti daerah lainnya. Tokoh ini termasuk jenis tokoh abu-abu, tokoh yang tidak jelas apakah protagonis atau antagonis.

Dalam cerita ini terdapat tokoh pengusaha sukses bernama Lukman Candra, sayangnya ia memiliki sifat tidak baik. Dia mau melakukan apa saja demi mendapatkan yang diainginkan. Tokoh ini termasuk dalam jenis tokoh antagonis.

Sebagai tokoh Protagonis, kami mempunyai lima tokoh yaitu empat mahasiswa dan satu ahli arsitek kuno yang bernama Sarah. Selain tokoh-tokoh yang telah disebutkan diatas kami memiliki tokoh Hantu yaitu hantu nenek tua, hantu ini adalah penunggu dari gangunan tua bersejarah yang akan dirobohkan olek Lukman Candra.

“Yen Wis Kliwat Separo Abad, Jwa Kongsi Binabad” Film ini mengisahkan tentang kecerobohan Pak Bupati dalam mengambil keputusan untuk melakukan penggusuran sebuah bangunan cagar budaya bangunan ini berumur kira-kira sudah limapuluh tahun, dengan kepintaran dan kelicikan seorang pengusaha bernama Lukman Candra, bupati itu hampir menggusur bangunan cagar budaya yang menjadi ciri khas kota.



 

Copyright  2008 Planologie Enginering All Right Reserved by [email protected]

Hosted by www.Geocities.ws

1