PENGGUNAAN PRANGKO PERTAMA DI INDONESIA

Berdasarkan buku "Sejarah Pos dan Telekomunikasi di Indonesia" jilid 1 yang telah diterbirkan oleh Ditjen Postel Jakarta diketahui, bahwa jauh sebelum digunakannya kertas seperti sekarang ini, bangsa Indonesia pada kerajaan Mulawarman, Sri Wijaya, Tarumanegara, Mataram, Purnawarman dan Majapahit telah mengenal surat - surat walaupun masih terbatas hanya antara Raja - raja. Pada waktu itu penyampaian surat masih dilakukan oleh pengantar khusus kerajaan. Surat - menyurat ditulis di atas berbagai bahan, antara lain kulit kayu yang dibuat rata, potongan bambu yang berbentuk tipis, daun dari pohon bunga pudak atau daun lontar, tetapi yang lazim digunakan adalah daun lontar. Dan pada abad ke-VII di ketahui pula bahwa orang - orang Cina yang berada di pulau Jawa menggunakan daun lontar untuk menulis surat kenegeri keluhurnya. Kedatangan orang Belanda ke Indonesia merupakan awal dimulainya penggunaan kertas untuk surat menyurat. Dan mulailah Indonesia masuk kedalam cengkraman para penjajah, dimulai dari berkuasanya V.O.C. dari tahun 1602 - 1795, Pemerintah Republik Belanda dari tahun 1795 - 1808, Pemerintah Daendels (Prancis) dari tahun 1808 - 1811, Pemerintah Raffles (Inggris) dari tahun 1811 - 1814, Pemerintah Hindia Belanda dari tahun 1814 - 1942 dan akhirnya Pemerintah Jepang dari tahun 1942 - 1945.

Walaupun kertas telah dipergunakan untuk surat - menyurat tetapi biaya pengiriman suratnya masih dibayar dengan UANG TUNAI sampai digunakannya prangko Hindia Belanda pertamakali pada tahun 1864. Sebagai pernyataan biaya yang harus dibayar dengan uang tunai tersebut, maka pada sampul suratnya dibubuhi teraan Cap yang berbeda - beda bentuknya.

Indonesia yang pada waktu itu masih dalam jajahan Belanda mulai penggunaan prangko pada tahun 1864. Prangko Hindia Belanda pertama ini berwarna merah anggur dan memuat gambar Raja Willem III dari Belanda dengan bingkai berbentuk persegi. Pada bagian atas prangko terdapat tulisan "10 Cent" dan pada bagian bawahnya memuat tulisan "Postzegel". Sedangkan pada bagian sebelah kirinya memuat tulisan "Nederl" dan pada bagian sebelah kanannya memuat tulisan "Indie". Perangko Hindia Belanda pertama ini tidak berperforasi (tanpa gigi) dan dicetak di negeri Belanda (Utrecht) sebanyak 2.000.000 buah prangko sedangkan gambarnya dirancang oleh J.W. Kaiser dari Amsterdam.


Cetak Dokumen ini.


Download Dokumen ini.

| Contact | Guestbook | Link to Us | Bookmark | E m a i l | Web Master |

Hosted by www.Geocities.ws

1