|
|
"Menjadi pemimpin itu tidak mudah", demikian kalimat yang serinh terlontar dari kita. Tetapi tahukan anda bahwa tiap-tiap manusai itu adalah pemimpin, minimal pemimpin dalam keluarganya.Jadi jauhkan pikiran bahwa seseorang tidak mampu memimpin, selama dia mau belajar dan memperbaiki kesalahan. Bukankah dunia ini tempat manusia menuju kesempurnaan.
Nah, berikut ciri-ciri pemimpin yang berkualitas :
1. Terbuka terhadap kritik Seorang pemimpin yang berkualitas memandang hadirnya kritik bukan sebagai ancaman. Ia tidak merasa sakit hati, marah atau dendam terhadap orang-orang yang mengkritiknya. Bahkan ia pun tidak akan merasa dijatuhkan apabila dikritik atau diberi saran/pendapat, justru ia mengedepankan Positive Thinking dalam menghadapi kritikan tersebut. Hal tersebut diupayakan dari lawan menjadi mitra yang akan lebih menyempurnakan dirinya sebagai seorang pemimpin.
2. Dapat menjadi panutan Adalah wajar apabila seorang pemimpin akan dinobatkan anak buahnya sebagai panutan. Panutan disini bukan sekedar hubungan emosional, pertemanan, kekeluargaan, maupun kekerabatan. Namun jauh dari itu semua, yakni ditentukan sejauh mana ia mampu memberikan contoh dalam sikap, tutur kata dan prilaku sehari-hari. Seorang pemimpin berkualitas berani bertanggung jawab atas apa yang diakatakan dan dilakukannya. Sehingga ia harus tahu betul prilaku-prilaku yang seharusnya dilakukan dan tidak. Bila ini berhasil maka akan berdampak pada anak buah, karena ia dinilai tidak hanya berkualitas dari sisi pekerjaan juga dari sisi pribadi.
3. Memberikan kebebasan Seorang pemimpin berkualitas tidak akan mengekang kebebasan orang yang dipimpinnya. Ia mengakui, menghormati dan membiarkan semua perbedaan yang ada tetap berjalan pada garisnya masing-masing. Ia tidak akan memaksa untuk menyesuaikan perbedaan-perbedaan tadi dengan kehendaknya. Ia akan memperlakukan orang yang dipimpinnya sebagai pribadi yang dewasa. Artinya, ia tidak akan menunjukkan sikap-sikap otoriter atau dominan terhadap anak buahnya. Ia malah berharap bawahannya berbeda pendapat tanpa takut kehilangan muka, gengsi atau prestise.
4. Melibatkan orang lain Seorang pemimpin yang baik tidak akan pernah bekerja sendirian dalam mencapai tujuannya. Ia tidak menganggap dirinya mampu menyelesaikan segala sesuatu sendirian. Ia menempatkan kererlibatan anak buahnya pada posisi lebih penting ketimbang kepentingannya sendiri, sehingga ia akan sangat menghargai peran serta orang lain, sekecil apapun peran itu. Ini juga merupakan strategi dalam manajemen kepemimpinan yaitu melibatkan orang lain dalam mencapai tujuan tanpa harus meninggalkan etika atau aturan main yang berlaku.
5. Menjadi pronlem solver Seorang pemimpin berkualitas harus mampu menjadi pemecah masalah bagi dirinya dan orag lain. Ini merupakan konsekuensi logis sebagai seorang pemimpin, karena mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus berani mengambil keputusan. Karena ia harus benar-benar memiliki daya analisa yang tinggi, sehingga keputusan yang diambilnya sudah dipetimbangkan secara matang. Ia akan menggali nilai-nilai obyektif dalam mengambil keputusan dan menyingkirkan jauh-jauh hal-hal yang bersifat subyektif.
6. Mampu menjadi motivator Seorang pemimpin berkualitas mampu menjadi penguat bagi bawahannya. Ketika orang-orang yang dipimpinnya mengalami kebingungan dan kehausan semangat, ia mampu tampil menjadi pendorong bagi bawahan agar tetap pada performanya. Untuk menjadi motivator yang baik, ia harus memahami betul waktu dan cara memotivasi anak buahnya. Ia akan selalu ditunggu kehadirannya untuk memompa semangat juang dalam mewujudkan tujuan yang hendak dipakai
[ Jakarta RRI-Online ] |
|