|
|
Dalam Kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan, bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta mimiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi prilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemapuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.
Mengapa ketiga kata tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan? hal itu karena untuk menjadi seorang pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, ketrampilan, bakat, sifat-sifatnya atau kewenangan yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang diterapkan.
Teori kepemimpinan yang menjadi dasar mengapa seorang diangkat menjadi pemimpin antara lain: Pertama : karena sifatnya yang identik dengan karakteristik khas seperti fisik, mental dan kepribadian yang dikaitkan dengan atribut pribadi dari pemimpin tersebut yang dianugrahi beberapa ciri yang tidak dimiliki orang lain. Di antaranya intelegensia, kepribadian dan karakteristik fisik. Kedua : karena kepribadian prilaku serta ketiga karena situasi. Pemimpin memahami betul prilaku maupun sifat-sifat bawahannya. Apalagi dengan situasi dan kondisi di negeri sekarang ini, krisis kepemimpinan akan berakibat pada gejolak yang seharusnya tidak kita inginkan. Ada beberapa gaya kepemimpinan : 1. Otokratis, kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Jadi kekuasaanlah yang sangat dominan. 2. Demokrasi, gaya ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembanngannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi, dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. 3. Gaya kepemimpinan kendali bebas, pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.
Ada beberapa kriteria yang dapat menjadikan pemimpin itu sukses : 1. Pemimpin itu dicintai bawahannya. Organisasi yang dipimpinnya akan berjalan baik jika kepemimpinannya dinahkodai oleh seorang pemimpin yang dicintai bawahannya. Hal ini menggambarkan dengan jelas bahwa seorang pemimpin disamping harus memiliki kemampuan untuk mengelola hati. Karena disadari benar bahwa pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang disertai dengan hati yang bersih. 2. Pemimpin yang mampu menampung aspirasi bawahannya. Pemimpin yang baik juga dapat menerina kritik dari bawahannya, dalam arti jika pemimpin itu melakukan sesuatu yang baik maka bawahannya akan mendukungnya. 3. Pemimpin yang selalu bermusyawarah. Seorang pemimpin selain harus siap menerima dan mendapat kritikan, juga selalu bermusyawarah. Hal itu dilakukan dengan orang-orang tertentu untuk membahas persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan publik atau yang menyangkut kepentingan umum. 4. Pemimpin harus tegas. Tegas dalam hal ini bukan berarti otoriter melainkan tegas dan bermusayawarah dan dicintai.
[ oleh : Suryandari mahasisiwi UMP Pontianak ] |
|