|
|
Membaca judul diatas mungkin Anda bertanya-tanya, apakah saya tidak salah tulis. Anda mungkin berkata, "bukankah akan lebih berbahagia kalau kita sama sekali tidak punya masalah?" Kalau demikian, Anda salah besar! Dimana ada kehidupan disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah anda dibalik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju?
"Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada anda ?? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak ? Tidak! Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.
Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir. Keadaan apapun yang kita hadapai sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberinya label positif atau negatif terhadapnya. Seperti yang dikatakan I Ching (filsuf Cina) "Peristiwanya tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya".
Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Mereka tak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang bertipe :
QUITERS Mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang diberikan oleh gunuung.
CAMPERS Mereka yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah. Mereke hanya mencapai sedikit kesuksesan tapi sudah merasa puas dengan hal itu.
CLIMBERS Orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian, dan tak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang seperti senantiasa melihat hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang pernah dikatakan Dag Hammarskjold, "jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum anda mencapai puncaknya. karena begitu ada di puncak, anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu"
Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung bagi kita. Mereka berjasa karena dapat membuat kita lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana, dan lebih sabar. Anda baru dapat disebut manajer yang baik jika anda mampu memimpin seseorang bawahan yang sulit, yang membuat manajer lain angkat tangan. Anda baru dapat menjadi orang tua yang baik kalau anda dapat menangani anak yang bermasalah, ataupun menantu yang keras kepala, yang melakukan sesuatu melebihi batas kesabaran anda. Anda baru dapat disebut profesional kalau anda mampu mengangani pelanggan yang cerewet yang sering mengeluh dan banyak maunya.
Untuk mencapai kesuksesan anda perlu memiliki adversity quotient, yaitu kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Kecerdasan tersebut dimulai dari merubah pola pikir dan paradigma anda sendiri. Mulailah mel;ihat suatu masalah yang anda hadapi sebagai peluang, kesempatan dan rahmat.
Berbahagialah jika anda memiliki masalah. Itu artinya anda sedang hidup dan berkembang. Justru bila anda tak punya masalah sama sekali, saya sarankan anda segera berdo'a, "Ya Tuhan, apakah Engkau tak percaya lagi padaku, sehingga Kau tak mempercayakan satupun kesulitan hidup untuk saya atasi?".
Dengan demikian anda tak perlu khawatir. Tuhan amat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan sesuatu cobaan diluar batas kemampuan kita. |
|