Ada beberapa sebab mengapa UU ini harus disyukuri :
UU ini memang berkat Tuhan. Berkat Tuhan karena kehadirannya mengingatkan gereja Tuhan untuk bersatu. Selama ini terlalu banyak perpecahan dalam gereja. Semua berlomba membentuk gereja baru. Lalu gereja yang satu mencela gereja lainnya. Alasannya klasik : curi domba, baptisan, makanan, roh kudus dll. Kasian deh gereja kita. Sudah kecil gontok-gontokan lagi. Inilah berkat Tuhan itu, lewat pembahasan RUU sisdiknas ini, diadakanlah banyak pertemuan-pertemuan antar pemimpin gereja, rapat lintas sinode. Yesss ... tiba-tiba semua bergandengan tangan ... indah bukan????. Terpujilah Tuhan ....
UU ini menyadarkan Gereja untuk bertobat. Mengutip salah satu kalimat dari PDT. I.J. PANGGALO : selama ini gereja-gereja Tuhan di Indonesia lebih menggantungkan kekuatannya kepada Negara dalam hal ini Pemerintah dengan tentara dan polisinya. Maka sekarang ... negara yang ditempati bernaung itu akan mengobrak-abrik gereja dengan aturan-aturan yang tidak jelas. Maka kehadiran RUU ini akan menimbulkan PERTOBATAN BESAR dari gereja, untuk kembali kepada Tuhan. Tuhanlah satu-satunya kekuatan kita.
Ingat .... Peristiwa yang mirip/hampir sama pernah terjadi pada zaman Daniel, Nehemia dan Ester. Pada zaman Ester misalnya, undang-undang sudah dititahkan oleh Raja Ahasyweros. Isinya : semua orang Yahudi harus dilenyapkan. Langkah pertama yang dilakukan Ester adalah mengumumkan Pertobatan, doa dan puasa bagi seluruh Israel, agar mengandalkan Tuhan;
Selama ini, Mungkin kekuatan dalam gereja kita adalah dana, orang-orang kaya, pembesar-pembesar gereja,; .... untuk kita yang seperti-seperti itulah perlu diserukan untuk bertobat.
RUU ini mengingatkan bahwa gereja sudah sangat tertinggal. Siapakah yang memperjuangkan RUU semacam ini. Mereka adalah kader-kader Muhammadiyah yang telah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya. Pada zaman Orde Baru, kelompok Muhammadiyah merasa diri sebagai golongan yang dipinggirkan oleh Pemerintah. Sementara itu mereka melihat bahwa Kelompok yang paling menjadi ancaman adalah Kelompok Kristen yang pada waktu itu memiliki kualitas SDM yang tangguh. Kelompok-kelompok Kristen ini menempati posisi strategis dalam pemerintahan, ekonomi, hukum, politik bahkan militer. Kelompok Muhamamdiyah sadar bahwa satu-satunya cara untuk "melenyapkan" atau setidaknya "menggusur" kelompok-kelompok kristen itu adalah dengan memperkuat SDM juga, yaitu SDM yang jauh lebih tangguh dari SDM kristen.
Maka dimulailah pengiriman para pemuda Muhammadiyah secara besar-besaran untuk belajar ke luar negeri (Study S-2 dan S-3 dalam berbagai bidang ilmu strategis). Konon kabarnya pengiriman pertama sebanyak 500 orang. Bayangkanlah kalau itu berlangsung sejak tahun 1980 sampai hari ini. Sudah berapa banyak kader mereka yang kembali, lalu duduk di DPR, belum lagi di DPRD, belum lagi sebagai executif, pengusaha, pengacara bahkan akademisi. Sementara itu, gereja tidask memikirkan regenerasi kader. Maka bagi Muhammadiyah, tinggal menungguh waktu saja bagi kejayaan Kristen di Indonesia. Tanda-tandanya sudah jelas, makin banyak yang pensiun, mati dan tidak ada penggantinya. sementara Muhammadiyah tiap tahun menghasilkan ratusan ahli ekonomi, ahli hukum, dokter ahli, dosen profesional dll. Lihat ... Sekolah Kristen makin lama makin berkurang bahkan macet dan almarhum. contohnya Sekolah-sekolah Elim yang dikelolah gereja Toraja ... sebaliknay dimana-mana ada slogan : Insyah Allah, akan dibangun Pesantren A, Pesantren B. Betapa seriusnya mereka menangani pendidikan. Tapi Gereja Toraja misalnya ? Hanya sibuk bangun gedung, sibuk memperdebatkan Liturgi Pemuda, sibuk mempersiapkan Siasat Gerejawi untuk PPGT (baca=khususnya di Makassar), sibuk berebut jabatan, sibuk memperebutkan saldo .... Lalu ?????
WALLAHU ALLAM, BERTOBATLAH HAI GEREJA TUHAN ...
JALAN KELUAR YANG TERBAIK : Bukan demonstrasi, bukan menghadap DPR, bukan pula melawan ... Tapi ...
STOP MEMBANGUN GEDUNG GEREJA. kebijakan ini sudah sangat ketinggalan jaman. Terlalu banyak anggaran untuk bangunan Fisik.
Fokuskan dana untuk membangun Gereja yang sesungguhnya yaitu orangnya Alihkan dana untuk membiayai generasi pelanjut. Kirim sebanyak-banyaknya calon-calon ahli Kesehatan (ingat akan muncul UU Kesehatan yang lebih diskrimninatif), ahli hukum, ahli politik, ahli sejarah, ahli macam-macam. Insya Allah, Kejayaan Kristen akan kembali. Jadi ... sebenarnya tidak perlu gelisah ... tidak perlu takut. Asal kita mau berubah. Maka ... Mari kita merubah paradigma lama gereja.
Kembali kami mengutip kata-kata dari seorang fisuf Prancis di atas tadi:
Ada dua orang di dunia ini, yang paling tidak mau merubah pendapatnya,, yang pertama adalah Orang Gila dan kedua adalah orang Mati ...
SALAM PEMBEBASAN
PENGURUS PPGT WILAYAH IV
|