|
PUISI .... PESERTA PJK 2002
|
Pelangi
Berseri Kembali
( Puisi Pengakuan Dosa seorang anak PPGT dari refleksi Doa
Nabi Nehemia …. Untuk Tondok Toraya yang sedang sakit) Ingin …. Ingin sekali kuuntai sekalimat doa Namun …. Disujudku jemari enggan terlipat Enggan … Karena ku-malu Menatap pada keagungan dan kemuliaanMU TUHAN Karena ku-malu Berkaca pada perangaiku yang bersimba dosa Malu …. Ku hanya diam … kaku … termangu … Sedang di penatap mataku Sebuah jurang menganga lebar Liang kubur hendak menelan Dan mengubur hidup dan mati Tana Toraya, kebanggaanku Makin membesar rasa maluku Toraja-ku yang berbudaya kini nyaris tanpa budaya Masyarakat yang sangat religius seolah tiada lagi agama Karena Judi …. Narkoba … KKN … oleh keluargaku dan
oleh pemimpin-pemimpinku Tapi aku sendiri hanya sibuk dengan diriku … Awan menangis dan bersembunyi dibalik cakrawala Di ranting pohon pinus, burung-burungpun enggan berkicau Hujan tak mau lagi menitikkan tetesnya Bahkan … untuk Toraya-ku PELANGIPUN MALU MENAMPAKKAN WAJAHNYA O …. PUANG Aku telah berdosa … Kami semua telah bersalah … Tapi bukankah ENGKAU yang memilih Toraya ? Tidakkah Toraya milik-MU? Harta kesayangan-MU? KAMASEIKAN DIKKA’ O
… PUANG Pulihkanlah Toraya-ku Berikanlah seorang Nehemia untuk Toraya-ku Biar kudapat tersenyum lagi Melihat pelangi berseri kembali Balikpapan, 16 Agustus 2002 Numi Lersahtika
|
DOA
NEHEMIA UNTUK TORAYA
(Refleksi Seorang Peserta PJK 2002 PPGT Wilayah IV) Abba
ya Bapa …. Mulia
… agung Besar
kasih-MU Hampa
aku tanpa-MU Tak
berwujud Hancur
aku tanpa-MU Pengampunan-MU Jatuh
aku dalam gelap Ampunan-MU
ku butuh Lemah
aku dalam kuasa dunia Tak
mampu kutebas kelaliman dan
ketidak setiaanku ABBA Kini
kudatang dengan pinta Pedihku,
tangisku untuk Torayaku Hilang
cantik … hilang molek Hilang
bangga akan tanahku Pujian
padaMU tak seindah dulu Kala
hati masih padaMU .. Oh … Ampuni
kami Bapa Hilang
asa, tak kuasa Melihat
indah yang terus pudar Hukumankah
ini? … oh … ampuni kami ABBA Kini
kumohon kekuatan ‘Tuk
mencari asa yang hilang membangun
puing harapan itu … Oh
izinkan aku TUHAN Balikpapan,
16 Agustus 2002 Kelompok 4
|