DOKUMEN

ELIM BALIKPAPAN

 

A.     PENDAHULUAN

 

        PPGT Wilayah IV merupakan wilayah pelayanan yang terluas di Gereja Toraja yang meliputi 8 klasis yang tersebar di 7 Provinsi, antara lain Klasis Makassar, Klasis Pare-pare dan Klasis Bone di Provinsi Sulawesi Selatan; Klasis Sulteng di Provinsi Sulawesi Tengah, Klasis Kaltim Samarinda, Klasis Kaltim Balikpapan dan Klasis Kaltim Tarakan di provinsi Kalimatan Timur dan Kalimantan Tengah; serta klasis Pulau Jawa yang meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

        Wilayah pelayanan yang sangat luas ini terkadang dijadikan “kambing hitam” tidak otimalnya penatalayanan kegiatan PPGT, bahkan sering dicap sebagai penghambat lancarnya komunikasi. Pada hal sesungguhnya di era global yang mengedepankan penguasaan informasi dan komunikasi, persoalan jarak dan letak geografis tidak lagi menjadi penghambat. Ketersediaan sarana inkom sebagai salah satu efek positif perkembangan IPTEK adalah jawaban untuk persoalan tersebut.

 

        Siapa yang menguasai informasi dan komunikasi akan menguasai dunia. Dunia yang luas akan menjadi sebesar titik nila saja bagi orang yang menguasai inkom. Dengan demikian PPGT Wilayah IV seharusnya semakin maju dalam optimalisasi pelayanan dengan memanfaatkan ketersediaan fasilitas inkom tersebut.

Salah satu prasyarat mutlak untuk mewujudkan hal tersebut adalah KEHARUSAN ADANYA JARINGAN INTERKONEKSITAS di antara klasis-klasis, di antara jemaat-jemaat dan di antara anggota-anggota PPGT di Wilayah IV. Jaringan Koneksitas tersebut harus dibangun sejak hari ini, sehingga luasnya wilayah pelayanan PPGT Wilayah IV justru akan dijadikan peluang yang besar untuk peningkatan optimalisasi pencapaian program. Kerinduan tersebut dapat dipahami mengingat ketersediaan potensi Sumber Daya Manusia dan sumber daya lainnya yang ada di Wilayah IV.

 

        Dalam kesadaran seperti itu maka terlaksanalah PERTEMUAN JARINGAN KERJA (PJK-2002) PPGT WILAYAH IV, yang dilaksanakan pada tanggal 14-18 Agustus bertempat di Jemaat Elim Balikpapan.

Hasil PJK 2002 tersebut telah menghasilkan sejumlah rumusan yang kemudian didokumenkan dan diberi nama ‘DOKUMEN ELIM BALIKPAPAN”.

 

B.  POSISI DOKUMEN ELIM BALIKPAPAN TERHADAP WILAYAH, KLASIS DAN JEMAAT

 

         Dokumen Elim Balikpapan adalah dokumen referensi yang diharapkan dipahami oleh segenap anggota PPGT Wilayah IV agar memiliki pola pikir yang visioner, dinamis, kreatif dan inovatif dalam rangka mempersiapkan warga PPGT memasuki era pasar global.

   

         Dokumen Elim Balikpapan bukan Program Kerja Pengurus PPGT Wilayah IV dan bukan pula hasil Keputusan yang harus dipatuhi oleh semua pengurus PPGT pada segal tingkatan. Sama sekali tidak. Dokumen Elim Balikpapan benar-benar sebuah dokumen yang diharapkan memiliki manfaat bagi Pengurus PPGT dalam memikirkan tentang apa yang harus dibuat sesara berkesinambungan selama delapan tahun kedepan.

         Karena itu Dokumen Elim Balikpapan diharapkan terus menerus dikaji oleh masing-masing tingkatan kepengurusan SESUAI dengan KEBUTUHAN MASING-MASING. Diharapkan pula bahwa setiap insan PPGT yang mempelajari dokumen ini akan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan isi dokumen ini.

 

C.  MAKSUD DAN TUJUAN DOKUMEN

 

Dokumen Elim Balikpapan dimaksudkan untuk mendeskripsikan berbagai pergumulan, kebutuhan, dan potensi yang ada di PPGT Wilayah IV, dengan tujuan:

  1. Meningkatkan wawasan para pengurus PPGT tentang peluang yang harus diisi dan tantangan yang harus di hadapi di era pasar global.

  2. Meningkatkan kepekaan para pengurus PPGT untuk memotivasi anggota-anggotanya untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi.

  3. Menjadi bahan acuan bagi para pengurus PPGT dalam mengelolah setiap potensi yang ada di masing-masing klasis.

  4. Menjadi salah satu alat pengerat jaringan kebersamaan, sekaligus bahan saran untuk membangun jaringan dengan sesama anak bangsa.  

 

D.   PENGGUNAAN DOKUMEN

 

         Dokumen Elim Balikpapan ini akan menjadi tidak ada nilainya bila tidak ada komitmen dari setiap Pengurus PPGT untuk mensosialisasikan dan melaksanakannya. Oleh karena itu diharapkan agar para peserta PJK 2002 akan kembali dan mensosialisasikan kepada sesama pengurus dan anggota. Demikian pula pada setiap pergantian kepengurusan, hendaknya Dokumen Elim Balikpapan selalu didingatkan kepada Pengurus Baru mengingat dokumen ini berjangka panjang (2002-2010). Bila memungkinkan, disarankan untuk dijadikan salah satu bahan pembinaan bagi Pengurus Baru setiap periode.

 

E.  DOKUMEN ELIM BALIKPAPAN

 

         Dokumen Elim Balikpapan berisi kiat-kiat yang akan dilaksanakan oleh segenap komponen PPGT di Wilayah IV, yang kemudian dibahasakan “AGENDA AKSI 2002-2010”. Agenda aksi tersebut termasuk agenda aksi PPGT untuk mengatasi kekerasan sebagai dukungan nyata warga PPGT Wilayah IV terhadap DOV-WCC 2000-2010.

 

        Isi dari Dokumen Elim Balikpapan adalah kesepakatan tindakan seluruh anggota PPGT Wilayah IV melalui kurang lebih 90 orang peserta PJK 2002 dari delapan klasis, dan merupakan hasil inspirasi dari masukan-masukan para pembicara, hasil eksposisi Kitab Nehemia, dan hasil diskusi komisi. Dengan demikian Dokumen Elim Balikpapan adalah hasil pemikiran para peserta PJK 2002 untuk memajukan pelayanan PPGT Wilayah IV.

Adapun sistematika Dokumen Elim Balikpapan adalah sebagai berikut :

 

I.            AKSI PENGEMBANGAN PERSEKUTUAN

II.           AKSI PENGEMBANGAN JARINGAN

III.          AGENDA AKSI KEMASYARAKATAN

IV.         AKSI KEBANGSAAN

 

   

==========================================================

I. AGENDA PENGEMBANGAN ORGANISASI

 

Pengembangan organisasi adalah agenda yang dimaksudkan untuk memperkuat basis utama PPGT yang ada di jemaat untuk mampu mengisi setiap kesempatan, peluang dan tantangan di era persaingan bebas.

 

 

NO

 

 

AGENDA AKSI

 

DESKRIPSI

1.

PROGRAM UNGGULAN

 

  1. Setiap Jemaat menjadikan Program Pembinaan Kerohanian sebagai program yang serius, melalui pengembangan model-model Penelaan Alkitab (PA) secara praktis, kreatif dan kontekstual yang berpedoman pada hasil lokakarya kurikulum pembinaan pemuda yang dikeluarkan oleh pengurus PPGT Wilayah IV juga liturgi kreatif dari pengurus pusat dan dikontekskan dengan keadaan masing – masing Klasis.    

  2. Setiap jemaat memperkuat beberapa---(paling tidak minimal satu)---keterampilan yang memiliki keunggulan kompetitif antara lain Penguasaan Bahasa Asing, Penguasaan IPTEK, Informasi dan Komunikasi serta Penguasaan Keterampilan Tehknis berdasarkan potensi masing-masing Klasis, yang akan menunjukkan salah satu ciri tersendiri dari PPGT.

 

2.

UNIT KERJA

 

  1. Pengurus Wilayah Membentuk SATU UNIT KERJA yang akan menjadi pembawa suara kenabian yang berbasis PPGT.

  2. Unit Kerja tersebut sekaligus akan menjadi wadah penggodokan kader-kader PPGT yang sudah mapan untuk terjun ke dunia kerja dan dunia pengabdian sesuai bidangnya (Ekonom, politikus, jurnalis, dll).

  3. Nama Unit Kerja tersebut akan dibahas pada rapat kerja II PPGT wilayah IV.

3.

STUDY KONSTITUSI

Telah study terhadap Pasal-pasal AD/ART untuk diamandemen. (Lampiran tersendiri).

 


II. AGENDA PENGEMBANGAN JARINGAN

 

Pengembangan jaringan dimaksudkan untuk merekat jaringan komunikasi dan informasi serta kerjasama yang akrab dengan berbagai elemen pendukung persekutuan baik secara internal maupun eksternal PPGT. Agenda Aksi tersebut meliputi agenda aksi internal dan agenda aksi eksternal.

 

 

II.A. AGENDA AKSI INTERNAL 2002 – 2010

 

 

NO

 

 

AGENDA AKSI

 

 

DESKRIPSI

1.

WEBSITE INTERAKTIF

1.      Website PPGT Wilayah IV dikembangkan menjadi Website Interaktif yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang interaktif antar Klasis, antar jemaat dan antar anggota PPGT di Wilayah IV.

2.      Publikasi Website PPGT Wilayah VI secara rutin melalui media-media kristiani dan warta jemaat.

3.      Penyuntingan makalah-makalah pilihan untuk ditampilkan sebagai arsip makalah.

4.      Pengembangan website wilayah menjadi bank arsip artikel yang dapat di download setiap saat

2.

PELATIHAN MENULIS BERITA INTERNET

1.           Pengurus PPGT Wilayah IV dan Pengurus Klasis mengadakan Pelatihan Menulis Berita berbasis Internet, dengan target minimal satu orang dari setiap klasis akan menjadi penulis tetap berita-berita di Website wilayah.

2.      Ditargetkan Pengurus Wilayah IV memiliki paling kurang satu orang tenaga profesional setiap tahun yang akan meng-up date website secara profesional

3.      Setiap Klasis yang sudah terakses fasilitas Internet di kotanya akan memiliki satu orang tenaga penulis yang akan menulis berita dari klasisnya untuk dipublikasi melalui website PPGT Wilayah IV. Dengan demikian diharapkan setidaknya ada delapan orang penulis tetap yang akan rutin menulis untuk website PPGT Wilayah IV.

4.     Setiap Jemaat yang sudah terakses fasilitas Internet di kotanya akan memiliki satu orang tenaga penulis yang akan menulis berita dari jemaatnya untuk dipublikasikan melalui website PPGT Wilayah IV. Dengan demikian diharapkan setidaknya ada 50 orang penulis tetap dari jemaat yang akan rutin menulis untuk website PPGT Wilayah IV.

3.

CYBER KONSELING

  1. Pengurus PPGT Wilayah IV membina seorang tenaga konseling jarak jauh yang akan menjadi tenaga konselor melalui internet. Diharapkan bahwa pemuda yang mengalami masalah akan mencurahkan isi hatinya melalui Website PPGT Wilayah IV dan tenaga keonseling akan menjawab setiap persoalan yang dimiliki.

  2. Pengurus PPGT Klasis-Klasis dan Pengurus PPGT Jemaat-Jemaat seWilayah IV secara rutin mengarahkan anggotanya untuk mengkonselingkan setiap masalah ke Website PPGT Wilayah IV, khususnya disekitar masalah kekerasan, judi, narkoba, miras dll.

  3. Membuka Channel khusus #ppgt sebagai wadah chating sesama warga PPGT.

4.

PENGUATAN INFORMASI

  1. Setiap Jemaat yang sudah mapan membuat bulletin informasi yang dikirimkan secara berkala antar jemaat dan antar Klasis dalam Wilayah IV.

  2. Menghimbau kepada Pengurus PPGT Jemaat, Klasis, dan Wilayah untuk saling mengirimkan kartu ucapan selamat pada tiap hari – hari besar gerejawi, juga kepada persekutuan – persekutuan pemuda gereja di luar PPGT.

  3. Pengurus PPGT pada berbagai tingkatan dari Jemaat sampai wilayah saling mengirim Surat Ucapan Selamat pada setiap even atau kegiatan tertentu misalnya Selamat Berporseni, Selamat Ber=LKP dll untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat tali persahabatan dalam persekutuan pemuda Gereja.

5.

PENGUATAN  LEMBAGA DAN KADERISASI

  1. Pengurus Wilayah IV secara rutin mengadakan pertemuan dengan Ketua-ketua PPGT Klasis untuk mendiskusikan masalah-masalah urjen dan aktual yang di atur sesuai kondisi dan kebutuhan.

  2. Menganjurkan Pengurus PPGT Klasis agar secara rutin mengadakan pertemuan Ketua-ketua Jemaat untuk mendiskusikan masalah-masalah urjen dan  aktual yang di atur sesuai kondisi dan kebutuhan.

  3. Pertemuan berkala tersebut dilaksanakan dalam rangka memelihara kesinambungan proses pengkaderan dari jemaat ke klasis dan ke wilayah.

  4. Dengan demikian mutlak akan ada pengurangan volume kegiatan yang bersifat taktis operasional pada tingkat yang lebih luas ke tingkat jemaat.

 

 

II.B. AGENDA AKSI EKSTERNAL 2002-2010

 

 

 

NO

 

 

AGENDA AKSI

 

DESKRIPSI

1

KERJASAMA LINTAS SEKOLAH/KAMPUS/PERSEKUTUAN KRISTEN.

 

 

  1. Pengurus PPGT pada setiap tingkatan membuka jaringan kerjasama dengan PSK, PMK, dan Persekutuan Kristen lainnya dalam rangka pembinaan bersama.

  2. Dalam setiap acara-acara resmi semacam Konferensi, Rapat Anggota, Perayaan Natal dan kegiatan formal lainnya, Pengurus PPGT mengundang secara resmi Pengurus PSK, PMK, Senat Mahasiswa serta Persekutuan Kristen terdekat secara kelembagaan untuk mendukung kegiatan.

 

2.

DIALOG LINTAS AGAMA

  1. Pengurus PPGT pada setiap tingkatan membuka jaringan kerjasama dengan OKP kepemudaan semacam GP. ANSOR, PEMUDA MUHAMMADIYAH, HMI, PMII, BANSER dll, antara lain dengan menghadirkan mereka mejadi salah satu pembicara dalam diskusi-diskusi dan kegiatan formal serta mempelopori pembentukan forum komunikasi.

  2. Bentuk Konkrit dari kerjasama tersebut adalah dengan mengundang mereka berbicara pada Acara Rapat Anggota, Konferensi Klasis dan Konferensi Wilayah.

  3. Setiap jemaat membuat Spanduk ucapan selamat untuk hari-hari raya agama lain seperti: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Selamat Hari Raya Waisak, Selamat Hari Raya Galungan, Selamat Menunaikan Ibadah Haji, dll. Hal yang sama dapat dilakukan pada saat mereka mengadakan persidangan-perseidangan mislanya melalui karangan bunga.

 

3

KERJASAMA DENGAN

MEDIA MASSA

1. Pengurus PPGT menjalin kerjasama dengan      media massa untuk mempublikasikan setiap kegiatan yang dilaksanakan.

 

 

 


III. AGENDA AKSI KEMASYARAKATAN

   

Agenda Kemasyarakatan dimaksudkan untuk mengambil peran secara optimal dalam mengatasi berbagai persoalan penyakit sosial kemasyarakatan sebagai bagian panggilan PPGT yang berciri Kemasyarakatan.

 

 

NO

 

 

AGENDA AKSI

 

DESKRIPSI

1.

KAMPANYE GENERASI ANTI JUDI, NARKOBA DAN MIRAS

 

  1. PPGT bertekad menjadikan Tahun 2002 – 2010 sebagai Tahun Kampanye Generasi Anti Judi, Narkoba dan Miras yang sasaran utamanya diarahkan pada generasi muda  yang belum terkontaminasi.

  2. Fokus kegiatan adalah anak Sekolah Minggu,  TK, SD, SMP dan SMU.

  3. Pengurus Wilayah menggalang dana untuk kampanye besar-besaran antara lain mencetak brosur, pamflet, iklan layanan masyarakat yang disampaikan dengan cara semenarik mungkin sesuai bahasa yang dapat dimengerti pada setiap tingkatan.

  4. Pada setiap penerimaan murid/siswa baru Pengurus PPGT membagi brosur dan pamflet kepada para calon murid/siswa.

  5. Pengurus Klasis/Jemaat  menjalin kerjasama dengan guru-guru sekolah khususnya wali kelas untuk memantau perkembangan murid/siswa, terutama yang ada di sekolah-sekolah Kristen.

  6. Sekretariat PPGT dijadikan Posko Anti Judi, Narkoba dan Miras.

  7. Menjejaki kemungkinan membentuk LSM peduli Judi, Narkoba dan Miras.

 

2.

KAMPANYE SADAR PENDIDIKAN

 

1.      Pengurus PPGT menggalang kampanye sadar pendidikan khususnya kepada generasi muda misalnya mengadakan bimbingan belajar, beasiswa, dll.

 

3.

KAMPANYE HIV/AIDS

 

1.      Pengurus Jemaat memprogramkan kampanye Sadar HIV/AIDS kepada anggota PPGT

2.      Pengurus Klasis dan Wilayah menjalin kerjasama dengan LSM peduli AIDS

3.      Bila memungkinkan PPGT membentuk LSM khusus PPGT yang mengurusi masalah HIV/AIDS .

 

4.

PROVINSI LUWU RAYA

 

1.      Mengadakan studi dan kajian intensif terhadap wacana pembentukan propinsi baru.

2.      Studi dan kajian intensif terhadap wacana  tersebut diprioritaskan pada pembentukan propinsi  Luwu Raya.

 

5.

KAMPANYE ANTI KEKERASAN

 

1.      Setiap jemaat memprogramkan  aksi yang kongkrit mengatasi kekerasan, sebagai salah satu dukungan terhadak dokumen DOV-WCC (Decade to Overcoming Violence 2001-2010) dari Dewan Gereja Dunia.

 

6.

GERAKAN PEDULI TANA TORAJA

 

1.      Pengurus PPGT melaksanakan aksi dalam rangka menggugah warga Toraja di perantauan untuk turut serta dalam pembangunan Tana Toraja.

2.      Kepedulian juga dilaksanakan oleh pemuda pada proporsinya dengan melaksanakan  kampanye sadar Budaya Toraja, serta study tentang nama Toraja

3.      Menjadi sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan (eksekutif, legislatif dan yudikatif) di daerah tanah toraja sebagai bagian dari tanggungjawab berlangsungnya kehidupan berbangsa

 

7.

GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN

 

1.      Memanfaatkan wadah PPGT sebagai  wadah yang peduli terhadap  lingkungan hidup.

2.      Penanaman sejuta pohon.

 

 

 

IV. AGENDA KEBANGSAAN

 

Agenda kebangsaan adalah agenda PPGT pergumulan kontemporer bangsa Indonesia khususnya yang berhubungan dengan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu pergumulan antara lain perjuangan untuk menghidupkan kembali Piagam Jakarta, Tabuh Genderang Syariat Islam didaerah-daerah, konflik Poso, Maluku dan lain-lain.

Tentang Piagam Jakarta, PJK 2002 mencatat:

1.    Wacana untuk meghidupkan kembali Syariat Islam digagas oleh sekelompok pemikir Islam sebagai salah satu imbas dari reformasi yang digulirkan sejak tahun 1998. Kelompok ini merasa bahwa selama ini umat Islam Indonesia yang mayoritas tidak mendapat tempat yang wajar selama pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru, bahkan cenderung tidak diperhatikan.

2.    Wacana ini kemudian menjadi isu perjuangan yang diangkat sebagai salah satu topik yang disuarakan oleh tokoh-tokoh dan beberapa organisasi Islam termasuk Partai Politik yang berwarna Islam.

3.   Para Penggagas perjuangan untuk menerapkan Syariat Islam di Indonesia semakin mendapat angin segar dan kepercayaan diri yang tinggi ketika keinginan untuk menjadikan Propinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai propinsi yang menerapkan Syariat Islam dipenuhi pemerintah pusat. Propinsi yang disebut-sebut sebagai “Serambi Mekah” ini kemudian berubah nama menjadi Propinsi NAD (Nangroe Aceh Darussalam).

4.   Giliran Sulawesi Selatan yang diklaim sebagai “Serambi Medinah” berjuang dengan gigih untuk mendapat status sama dengan propinsi  NAD. Untuk mewujudkan tujuannya dengan segera, maka mereka membentuk sebuah organisasi perjuangan yang disebut KPPSI (Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam) yang dikomandani oleh Aziz Kahar Muzakkar, salah seorang putra dari tokoh DI/TII Kahar Muzakkar. Hanya dalam jangka waktu dua tahun sejak terbentuknya, mereka telah memaksa DPRD Sulawesi selatan untuk memberikan surat pengantar kepada pemerintah pusat dalam rangka tuntutan terhadap pemberlakuan Syariat Islam di Sulawesi Selatan.

5.   Bahkan pada tatanan konstitusi UUD 1945 yang telah melalui proses amandeman sebanyak IV tahap, perjuangan untuk memasukkan 7 kata dalam Piagam Jakarta ke dalam Pasal 29 UUD 45 sangat gigih disuarakan oleh politisi Islam F-PPP, F-PBB dan F-PDU.  Beruntung bahwa Sidang Tahunan MPR RI 2002 yang berakhir 10 Agustus ini tidak sampai menyetujui usulan tersebut.

6.   Namun itu bukan berarti bahwa perjuangan belum selesai. Para aktivis Piagam Jakarta dengan tegas mengatakan :” Kalau kami gagal tahun ini, masih ada tahun depan dan masih ada hari esok.”

Tidak menutup kemungkinan bahwa jika umat Kristen takut berbicara, tidak mustahil suatu saat mimpi mereka akan menjadi kenyataan. Karena itu adalah tantangan bahwa kini sedang dicari orang Kristen yang berjiwa Leimena, Latuharhary, dan Ratulangi. Siapkah PPGT?

 

AGENDA AKSI KEBANGSAAN

 

Menyikapi hal tersebut di atas, sebagai salah satu wujud panggilan PPGT Wilayah IV untuk mencegah berbagai kemungkinan terburuk maka akan dilakukan agenda aksi yang  dilaksanakan dalam kurun waktu 2002-2010 .

 

Agenda tersebut antara lain:

 

1.      Mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendukung Keputusan Sidang Tahunan MPR RI 2002

2.      Mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendukung pelaksanaan Deklarasi Malino I dan II

3.      Pengurus PPGT mengadakan pendampingan Rekonsiliasi terhadap korban konflik SARA.

4.      Memberikan dukungan moril  secara berkala kepada aggota DPR RI yang memperjuangkan masalah kebangsaan.

5.      Menjalin kerjasama dengan Organisasi Berbasis Muslim yang memiliki visi bersama untuk memperjuangkan masalah kebangsaan.

6.      Memberikan dukungan moril kepada tokoh-tokoh muslim yang memiliki visi kebangsaan.

7.       Mengirim renungan khusus kepada Fraksi-fraksi MPR RI setiap penyelenggaraan Sidang Tahunan/Umum untuk tetap memperjuangkan semangat kebangsaan.

8.       Mengadakan Press Conference secara berkala untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan.

9.       Memperjuangkan terwujudnya  demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


PERNYATAAN DUKUNGAN

 

SALAM SEJAHTERA !

Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Wilayah IV sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, yang tersebar di pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, dan pulau Jawa, setelah mencermati perkembangan situasi sosial politik di Tanah Air, dalam Pertemuan Jaringan Kerja (PJK) PPGT Wilayah IV, di Balikpapan 14 – 17 Agustus 2002, telah menghasilkan beberapa point kesepakatan demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, sebagai berikut :

 

1.        Mengucapkan Selamat atas suksesnya pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI 1 – 10 Agustus 2002.

2.        Menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Yang Terhormat atas segala upaya dan kerja kerasnya menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa dengan menolak amandemen UUD’45 pasal 29.

3.        Mengharapkan sikap konsisten MPR RI dalam menjalankan keputusan tersebut khususnya dalam rangka mengantisipasi keinginan beberapa pihak untuk memaksakan pemberlakuan syariat Islam di daerah tertentu terkhusus di Sulawesi Selatan.

 

Demikianlah pernyataan kami sebagai wujud kepedulian dan keikutsertaan kami dalam rangka menciptakan harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

 =================================== 

SERUAN KEPRIHATIAN

 

SALAM SEJAHTERA !

Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Wilayah IV sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia yang tersebar di Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Jawa, telah melaksanakan Pertemuan Jaringan Kerja (PJK) PPGT Wilayah IV, di Balikpapan 14 – 17 Agusutus 2002.

Mencermati kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini, dimana nilai-nilai luhur kemanusiaan semakin terpuruk. Hal ini ditandai dengan terjadinya berbagai konflik yang terjadi di beberapa daerah antara lain : Aceh, Ambon, dan Poso, dimana telah menelan korban yang sangat banyak, khususnya korban kemanusiaan.

 

Hal ini pula menjadi suatu tanda tanya besar sekaligus keprihatinan terhadap perilaku moral anak-anak bangsa, yang nota bene adalah umat beragama. Karena itu sebagai anak-anak bangsa, kami hendak mengetuk nurani kemanusiaan seluruh komponen bangsa untuk segera mengakhiri segala bentuk konflik SARA yang saat ini masih terjadi, dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, khususnya yang terjadi di Kabupaten Poso propinsi Sulawesi Tengah dan Maluku. Dalam rangka ini kami menyepakati beberapa hal antara lain :

1.      Menyerukan kepada pemerintah, tokoh-tokoh agama, TNI dan POLRI untuk mengawasi secara intensif hasil kesepakatan Malino I dan II sebagai kesepakatan bersama dalam mewujudkan perdamaian di Tana Poso dan Ambon.

2.      Menghimbau kepada Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menyelesaikan konflik Poso secara seadil-adilnya sesuai isi Perjanjian Malino I dan II.

3.      Menyerukan kepada pihak TNI dan POLRI untuk menindak tegas berbagai aksi kekerasan terhadap kemanusiaan.

4.      Mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama peduli terhadap para korban konflik SARA yang saat ini menderita di camp-camp pengungsi.

KEMBALI  KE  DEPAN

1
Hosted by www.Geocities.ws