"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus" (Rom 3:24))

 
 
Contents :
 
 

PERBUATAN YANG MENYELAMATKAN

 
 

Sangat sulit memang untuk dimengerti apabila ada ajaran bahwa manusia dapat memperoleh sesuatu tanpa perbuatan apapun, seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Apabila dalam hidup sehari-hari hal seperti ini terjadi, maka orang akan menamakannya sebagai hadiah, pemberian, berkat, atau anugerah. Pilihan istilah yang digunakan tergantung pada orang yang menyebutnya, walaupun sebenarnya kata anugerah adalah yang paling tepat untuk melukiskan arti yang sebenarnya.
Tegasnya, anugerah adalah pemberian cuma-cuma. Apabila pemberian itu harus diperoleh dengan melakukan sesuatu pekerjaan, atau dengan mencetak sesuatu prestasi, maka itu bukanlah anugerah.
Dengan kata lain, pihak penerima anugerah tidak mempunyai usaha atau perbuatan yang dapat dibanggakan sehingga layak untuk menerima pemberian itu.

Keselamatan adalah anugerah Tuhan kepada manusia, artinya Tuhan tidak menjualnya dan juga tidak mengharapkan usaha, amal atau pengorbanan apapun dari pihak manusia.
Mungkin dalam banyak kasus di dunia ini, kata “anugerah” telah dan terus dipakai untuk menyatakan pemberian pihak yang berkuasa atau yang dihormati seperti Raja atau Presiden kepada warga negara yang berprestasi dan berjasa. Ini berbeda dengan pengertian “anugerah” seperti yang dimaksud oleh Alkitab, bacalah Efesus 2:8,9 dan Roma 4:4 (Dalam Alkitab terjemahan baru, kata yang dipakai adalah ‘kasih karunia’).
Efesus 2:8,9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Roma 4:4 : “Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.”

Dengan mengetahui arti kata anugerah sesuai Firman Tuhan, khususnya yang digunakan untuk menyebutkan keselamatan adalah anugerah Allah kepada manusia sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan adanya usaha amal perbuatan, tidak boleh mengartikan bahwa keselamatan itu sesuatu yang mudah dan murah bahkan tidak mempunyai harga sama sekali. Sebaliknya, keselamatan adalah sesuatu yang sukar diperoleh dan sungguh mahal harganya, tak terjangkau oleh siapapun, tak tercapai oleh amal usaha apapun, dan tak terbeli dengan uang sebanyak berapapun.
Keselamatan adalah hasil usaha yang dilakukan dengan susah payah, dan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh Pelaku yang jauh melampaui kemampuan dan kelayakan manusia. Keselamatan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan adalah hasil perbuatan baik, perbuatan yang menyelamatkan.

Rencana dan Karya Penyelamatan yang dilakukan Allah

Siapakah yang melakukan perbuatan yang menyelamatkan itu ? Jawabnya adalah Allah sendiri,. Allah yang merencanakan, dan Allah pulalah yang melaksanakannya. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah sudah memproklamirkan rencana penyelamatan itu (Baca Kej. 3:15). Rencana penyelamatan itu menjadi inti berita Alkitab dari Perjanjian Lama sampai pelayanan Yesus Kristus di bumi.
Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus sebagai penggenapan rencana. “Lihatlah anak domba Allah yang menghapus dosa isi dunia.” (Yoh 1:29)., demikian kata Yohanes Pembaptis. Tuhan Yesus sendiri menegaskan, “Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Luk 19:10). Allah datang menjadi manusia dan mengerjakan keselamatan itu bagi manusia (Baca Filipi 2:5 – 8).
Tetapi, “Siapakah yang percaya pada berita yang kami dengar”, demikianlah teriakan nabi Yesaya ketika memaparkan pelaksanaan dan proses pelaksanaan rencana penyelamatan itu (Baca Yes 52:13 – 15; 53:1 – 12). Dengan ilham Roh, Yesaya tahu bahwa manusia akan sulit percaya akan berita ini. Adalah lebih mudah bagi manusia untuk percaya pada berita atau ajaran yang mengharuskan manusia bekerja dan berusaha keras supaya diselamatkan dari pada percaya bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah.
Mungkin kita menyangka bahwa dalam Dispensasi Kasih Karunia sekarang ini tidaklah sulit bagi manusia untuk percaya terhadap berita bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, karena peristiwa kedatangan, kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus Kristus sudah terjadi sehingga keselamatan itu bukan lagi rencana tetapi sudah menjadi fakta sejarah. Kenyataannya menunjukkan bahwa manusia mengira bahwa berita keselamatan seperti ini tidak masuk akal, dan karena manusia salah paham terhadap berita tentang keselamatan yang dapat diterima dengan cuma-cuma itu, adalah usaha, dan berita seperti itu adalah tidak benar, dan tidak mungkin terjadi.
Tetapi keselamatan yang diperoleh tanpa usaha manusia itu sudah terjadi karena telah dikerjakan dengan usaha Allah. Manusia tidak dapat melakukan sesuatu perbuatan yang dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. Alla-lah yang melakukan perbuatan yang menyelamatkan itu. (baca Yes 53:5,6).

Percaya pada karya penyelamatan yang telah dilakukan Allah

Percaya pada berita bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, bukanlah percaya bahwa keselamatan itu adalah sesuatu yang terjadi tanpa kerja keras. Justru sebaliknya, keselamatan adalah hasil karya yang sangat besar dan agung yang tak dapat dilakukan oleh manusia siapa pun. Manusia tidak dituntut untuk melakukan usaha apapun untuk memperoleh keselamatan, bukan saja karena tidak perlu, tetapi karena manusia tidak mampu mengerjakannya (baca Roma 3:10,23). Seandainya manusia dapat melakukan sesuatu yang benar, yaitu apabila perbuatannya itu sesuai dengan Firman Tuhan, perbuatan yang benar itu bukanlah alat penukar yang sepadan dengan keselamatn yang sungguh besar dan ajaib itu.
Orang-orang yang suka membantah berita bahwa keselamatan itu ditawarkan Allah secara cuma-cuma, tentu harus menganjurkan manusia untuk bekerja keras dan berusaha sendiri supaya diselamatkan. Anjuran seperti ini menunjukkan dua hal penting yang penganjurnya dan pengikutnya tidak percaya, yaitu : (1) Allah telah mengerjakan keselamatan itu dengan sempurna di dalam Yesus Kristus, sehingga tidak perlu manusia memulai atau menambahkan amal usaha mereka sendiri supaya diselamatkan; dan (2) manusia itu najis dan sangat tidak berlayak untuk melakukan sesuatu, kemudian menukar hasil perbuatan itu dengan keselamatan, karena keselamatan itu sungguh tak ternilai harganya sedangkan perbuatan manusia terlalu rendah nilainya bahkan kesalehan manusia pun kotor di hadapan Allah.
Seandainya manusia menghargai nilai keselamatan yang dikerjakan dengan penuh pengorbanan oleh Yesus Kristus, dan menyadari ketidak-mampuannya untuk berbuat sesuatu bagi keselamatan dirinya dan orang-orang lain, tentu akan segera bertekuk lutut dan percaya pada karya penyelamatan yang telah dilakukan oleh Allah sendiri.
Percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang dapat diperoleh dengan cuma-cuma, adalah percaya bahwa keselamatan adalah hasil usaha Allah sendiri, dan percaya bahwa manusia itu dapat diselamatkan hanya oleh perbuatan yang dikerjakan oleh Allah. Manusia diselamatkan bukan oleh hasil perbuatan manusia sendiri, tetapi diselamatkan oleh perbuatan Allah. Tegasnya, manusia diselamatkan oleh perbuatan, tetapi bukan perbuatan manusia melainkan perbuatan Allah. Apakah saudara pembaca percaya demikian?

Tulisan ini disadur dari buku : "Keselamatan oleh Iman atau Perbuatan" karya Dr. Frans P. Tamarol

---------------------------------------------------------------------------------

Kej 3:15 : "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Filipi 2:5 - 8 :"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Yesaya 52:13 - 15 : "Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi-- demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami."

Yesaya 53:5,6 : "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."

Roma 3:10,23 : "Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak..., Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."

 

 


Home For Moslem For Catholic Our Faith Articles Testimony Free eBooks Guest Book Links
Website ini adalah pengembangan dari website : http://www.geocities.com/pencarian5
By : Reza H
Without Copyright (2003-2005)
Dukungan tulisan dari Anda sangat diharapkan.., dengan satu maksud untuk memperluas kerajaan Sorga, Haleluya
Contact me : [email protected]...God Bless Us..
Hosted by www.Geocities.ws

1